Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto akan menggelar rapat dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di tengah kondisi anjloknya bursa saham Indonesia.
KSSK terdiri atas dari Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
“Nanti kita lihat minggu ini, ya (rapat dengan KSSK),” kata Airlangga kepada wartawan di Jakarta, Senin (19/10).
Airlangga mengatakan, salah satu yang akan dibahas mengenai pengumuman MSCI pada pekan lalu, yang membuat pasar saham Indonesia bergejolak.
“Salah satu yang paling penting kan sebetulnya evidence-based reform yang sudah dilakukan. Itu yang menjadi kunci. Antara MSCI dan dasar ekonomi kita yang solid itu dalam tanda petik tidak berhubungan,” kata Airlangga.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini anjlok lebih dari 5% ke level 4.900-an. Angka itu lebih rendah dari level IHSG ketika ditutup sepuluh tahun silam, yakni di level 5.296 pada 2016.
Anjloknya IHSG hari ini sebagai efek lanjutan dari pengumuman MSCI yang membuka konsultasi untuk menurunkan status pasar saham Indonesia ke pasar mandiri atau standalone market.
Berdasarkan data bursa pada perdagangan Senin (19/10) pukul 9.35 WIB, volume perdagangan mencapai 11,6 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 6,42 triliun. Adapun kapitalisasi pasar atau market cap menyentuh Rp 8.726 triliun dan frekuensi perdagangan mencapai Rp 464 ribu kali transaksi.
Jika ditarik dari nilai kapitalisasi pasar BEI pada Januari tahun ini sebesar Rp 16.014 triliun, artinya, kapitalisasi pasar telah menguap Rp 7.288 triliun atau anjlok 45,51%.
Saham-saham bank jumbo seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) anjlok dalam dan bahkan menyentuh batas auto rejection bawah (ARB). Saham BBCA melemah 6,86% ke level Rp 4.820; PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) merosot 5,68% ke Rp 2.490; PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 3,54% ke Rp 3.280 dan; PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) anjlok 3,37% ke level Rp 2.880.
Airlangga enggan berbicara banyak ketika ditanyai kondisi ini. “Nanti kita lihat aja,” katanya.




