Era Kejayaan Sedan di Indonesia Mulai Pudar, Datanya Bikin Kaget

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Mobil sedan pernah menjadi simbol status dan kemapanan di Indonesia. Desain elegan, kenyamanan berkendara, serta citra mewah membuat mobil ini memiliki tempat tersendiri di mata konsumen. Namun, popularitas sedan kini jauh berbeda dibandingkan masa kejayaannya.

Data penjualan otomotif nasional menunjukkan posisi sedan semakin terdesak di tengah perubahan selera konsumen. Berdasarkan data penjualan retail Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dilihat VIVA Otomotif pada Senin, 19 Oktober 2026, sedan hanya mencatatkan penjualan 2.349 unit sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Baca Juga :
Jangan Remehkan Mobil Bak, 5 Pikap Ini Jadi Tulang Punggung Bisnis
Saat Masih Jaya-jayanya, Mike Tyson Koleksi Mobil Mewah dari Berbagai Merek

Angka tersebut terbilang kecil jika dibandingkan dengan kategori kendaraan lain. Pada periode yang sama, kendaraan tipe MPV dan SUV membukukan penjualan retail sebanyak 343.442 unit. Perbedaan ini memperlihatkan jarak yang besar antara sedan dan jenis kendaraan yang lebih diminati konsumen saat ini.

Tren penurunan minat terhadap sedan sebenarnya bukan fenomena baru. Data Gaikindo mencatat penjualan sedan mencapai 34.193 unit pada 2013. Angka tersebut turun menjadi 21.614 unit pada 2014, lalu kembali merosot menjadi 17.422 unit pada 2015. Pada 2016, penjualan sedan tercatat hanya 13.832 unit.

Perubahan preferensi konsumen menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut. Mobil jenis sport utility vehicle (SUV) dan multi-purpose vehicle (MPV) menawarkan karakter yang sesuai dengan kebutuhan banyak keluarga. Keduanya memiliki kabin yang fleksibel dan posisi berkendara lebih tinggi.

SUV juga menawarkan ground clearance yang mendukung penggunaan di berbagai kondisi jalan. Sementara itu, MPV memberikan ruang kabin yang memadai untuk membawa penumpang maupun barang. Karakter tersebut membuat kedua segmen ini menarik bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan serbaguna.

Di sisi lain, sedan tetap memiliki daya tarik melalui kenyamanan, stabilitas berkendara, dan desain formal. Sejumlah merek masih menawarkan sedan di kelas menengah hingga premium bagi konsumen yang mengutamakan karakter tersebut.

Meski demikian, angka penjualan terbaru menunjukkan sedan bukan lagi pilihan utama pasar otomotif nasional. Produsen menghadapi tantangan untuk mempertahankan daya tariknya di tengah persaingan kendaraan yang semakin beragam.

Dengan kondisi tersebut, sedan kini lebih banyak menyasar konsumen dengan kebutuhan khusus. Mobil yang dahulu identik dengan status dan kemapanan itu harus bersaing di pasar yang semakin didominasi kendaraan serbaguna.

Baca Juga :
Murka! China Perketat Pengujian Mobil Listrik, Tak Mau Konsumen Jadi Kelinci Percobaan
Prancis-Jerman Kompak Hadang Dominasi Mobil China
Pajak Mobil Bisa Beda Meski Modelnya Sama, Ini 6 Faktor Penentunya

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Orang Dekat Ruben Onsu Bongkar Sikap Thayaka ke Orang Lain Saat Bertemu, Anak Angkat Baru Itu Lakukan Ini
• 58 menit laluviva.co.id
thumb
Uni Eropa kecam serangan pemukim Israel terhadap diplomat Eropa
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Karhutla Terus Berulang, Legislator PKS Desak Menhut Raja Juli Antoni Mundur
• 48 menit lalujpnn.com
thumb
Ub juara FIBA 3x3 World Tour Makau 2026
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Video: Penuhi Gaya Hidup, Minuman Sehat Yang Enak dan Bernutrisi Dicari
• 48 menit lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.