REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Direktur Utama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Budi Setyawan Wijaya menegaskan keberlanjutan menjadi salah satu indikator kinerja utama atau key performance indicator (KPI) perusahaan. PT Pelni berkomitmen menjalankan bisnis yang tidak hanya berorientasi pada hasil usaha, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
“Sustainability menjadi salah satu KPI bagi kami, bagaimana tidak hanya secara bisnis, tetapi juga secara impact bisa berdampak juga terhadap masyarakat Indonesia secara keseluruhan,” kata Budi seusai acara Republika ESG Now Award 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Baca Juga
Dubes Singapura: Investasi Berkualitas Kunci Jembatani Ambisi dan Pendanaan Iklim
SCG Dorong RDF Gantikan Batu Bara, Targetkan Bahan Bakar Alternatif di Atas 70 Persen
Republika: Penanganan Krisis Lingkungan Tak Bisa Hanya Mengandalkan Pemerintah
Dalam ajang tersebut, Pelni menerima penghargaan kategori Upcycling Materials Innovation melalui program Upcycle Life Jacket. Program ini mengubah jaket pelampung yang sudah tidak terpakai atau kedaluwarsa menjadi berbagai produk baru yang memiliki nilai ekonomi.
Budi mengatakan, penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau environmental, social, and governance (ESG) merupakan tanggung jawab bersama.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Karena itu, dia berharap Republika ESG Now Award dapat terus diselenggarakan pada tahun-tahun mendatang untuk mendorong semakin banyak pihak menerapkan prinsip keberlanjutan.
“ESG adalah tanggung jawab kita bersama. Kami berharap acara-acara ESG Award dari Republika ini bisa berlanjut juga di tahun-tahun berikutnya,” ujarnya.
Menurut Budi, Pelni Group terus mengembangkan sejumlah program ESG, mulai dari efisiensi penggunaan bahan bakar untuk mendukung pengurangan emisi karbon hingga pengelolaan limbah operasional secara tepat sesuai prinsip tata kelola yang baik.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)