Grid.ID – Tak pernah merencanakan untuk mengadopsi anak lagi, Ruben Onsu justru menemukan alasan untuk membuka hati bagi anggota keluarga baru, Thayaka Putra Onsu sebagai bagian dari hidupnya.
Kehadiran Thayaka bermula dari pertemuan Ruben dengan Melanie Subono, sahabat yang telah dikenalnya selama sekitar 20 tahun. Saat itu, Ruben ingin menjalin kerja sama dengan Melanie yang aktif membantu orang-orang membutuhkan melalui Yayasan Rumah Harapan Melanie.
Akan tetapi, pertemuan mereka tak berjalan mulus. Melanie beberapa kali menerima telepon karena ada persoalan yang harus segera ditangani. Salah satunya adalah kabar tentang seorang bayi yang baru saja dibawa oleh tim yayasan dalam kondisi memprihatinkan.
Bayi tersebut ditemukan di dalam kardus dengan tubuh dikerumuni semut. Mendengar kisah itu, Ruben sempat mengira sang bayi sudah meninggal dunia. Ia pun meminta Melanie segera membawanya ke rumah sakit agar mendapatkan pertolongan.
“Dan dia di dalam kondisi yang menurutku kurang baik gitu, di dalam suatu kardus dan itu disemutin, gitu. Jadi, ya saya pikir, saya pikir itu sudah meninggal,” ungkap Ruben melalui akun YouTube pribadinya, Just Ruben.
Setelah Thayaka mendapatkan perawatan, perhatian Ruben ternyata tak berhenti begitu saja. Ia terus menanyakan kabar bayi tersebut kepada Melanie Subono. Dari yang awalnya hanya ingin memastikan Thayaka mendapat pertolongan, Ruben perlahan mulai merasa memiliki ikatan dengan bayi itu.
Perasaan tersebut semakin kuat ketika Ruben berinteraksi dengan Thayaka melalui panggilan video. Saat ia menyapa dengan panggilan “Baby”, Thayaka memberikan respons lewat tatapannya. Momen sederhana itu membuat Ruben terkejut dan mulai mempertimbangkan kemungkinan untuk membesarkan bayi tersebut sebagai anaknya sendiri.
Kendati demikian, keputusan mengadopsi Thayaka bukan hanya soal kedekatan yang mulai tumbuh. Ruben juga melewati perenungan pribadi yang kemudian membuatnya kembali memikirkan kehidupan dan hubungannya dengan Thayaka.
Tidak berhenti di situ, sepulang ke Indonesia, Ruben pun kembali meminta petunjuk melalui salat malam. Ia ingin memantapkan hati sebelum mengambil keputusan besar tersebut.
“Jadi saya salat lagi, salat malam saya lagi. Ya Allah makin dekatkan, ya Allah mudahkan. Sampai sekarang,” tutur Ruben saat menceritakan doa yang dipanjatkannya.
Di sisi lain, Melanie Subono mengaku tak asing dengan kepedulian Ruben terhadap sesama. Selama mengenalnya sekitar 20 tahun, Melanie menyebut Ruben kerap menawarkan bantuan ketika mengetahui yayasannya membutuhkan dukungan. Sikap itu menjadi salah satu pertimbangan Melanie ketika Ruben menyatakan keinginannya untuk mengasuh Thayaka.
Melanie pun tak serta-merta melepas Thayaka tanpa memastikan siapa yang akan merawatnya. Ia menilai Ruben sebagai sosok yang menyayangi anak-anak dan bertanggung jawab. Bahkan setelah Thayaka berada dalam pengasuhan Ruben, Melanie tetap memantau kondisinya melalui komunikasi dan kunjungan.
Bagi Ruben, yang terpenting kini adalah memastikan Thayaka tumbuh dalam keadaan sehat dan merasa dicintai. Ia berharap putranya itu menjadi anak yang saleh, pintar, serta kelak bisa membanggakan keluarga. Ruben juga ingin Thayaka tumbuh bersama kakak-kakaknya, Betrand Peto, Thalia, dan Thania.
Harapan Ruben tak berhenti pada masa kecil Thayaka. Ia ingin putranya itu tumbuh tanpa merasa sendirian dan menyadari bahwa banyak orang menyayanginya.
“Saya pengin dia menjadi anak yang saleh, pintar, membanggakan, dan tidak merasa kecil karena banyak yang sayang sama dia,” tutup Ruben.(*)
Artikel Asli




