Respons Menohok Cak Imin soal Kasus Tewasnya Anak Down Syndrome Diduga Karena Bullying di Surabaya

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin lontarkan komentar menohok dalam merespons kasus tewasnya anak down syndrome Z (10) diduga karena menjadi korban bullying anak tetangga di Surbaya.

Dalam hal ini, Cak Imin menekankan pentingnya peran orang tua dan sekolah dalam mencegah perundungan atau bullying terhadap anak.

Baca Juga :
Diduga Jadi Korban Bully Tetangga di Surabaya, Anak Berkebutuhan Khusus Ditemukan Tewas
Instruksi Cak Imin ke Kader PKB Terkait Karhutla

Karena menurut Ketum PKB itu, upaya pencegahan tak bisa hanya mengandalkan sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga.

Untuk diketahui, Z diduga mengalami perundungan oleh dua anak di lingkungan tempat tinggalnya hingga tewas. Saat ditemukan, ada tali sepatu yang terikat di lehernya dan ada sabun colek di mulutnya.

Cak Imin menilai pencegahan bullying perlu menjadi bagian dari sistem pendidikan.

Kepala sekolah dan tenaga pendidik, kata dia, perlu membangun komunikasi secara berkelanjutan dengan orang tua murid untuk mencegah anak menjadi korban maupun pelaku perundungan.

“Jadi harus ada orientasi baru para kepala sekolah, para pendidik atau guru yang terus-menerus berkoordinasi dengan orang tua murid untuk bukan saja melindungi ancaman bullying, tetapi juga menyiapkan langkah-langkah preventif bersama para orang tua agar anak-anaknya tidak menjadi korban maupun pelaku bullying,” ucap Cak Imin saat ditemui wartawan usai rapat koordinasi bersama Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta Pusat, Senin (19/10/2026).

Lanjut ia menjelaskan, bahwa perundungan bukan persoalan yang bisa dibebankan sepenuhnya kepada sekolah. Orang tua juga memiliki peran dalam membentuk perilaku anak sekaligus memastikan mereka mendapat perlindungan ketika mengalami perundungan.

“Pelaku bullying dan korban bullying itu hasil dua pihak. Orang tua dan pendidik atau guru di sekolah,” katanya.

Dia pun menambahkan, upaya pencegahan juga perlu menyasar anak yang melakukan perundungan.

Sebab, penanganan tidak cukup hanya dengan melindungi korban, tetapi juga perlu melibatkan keluarga anak yang diduga menjadi pelaku.

“Jadi bullying yang terjadi di sekolah tidak bisa hanya sekolah, tetapi harus orang tua. Karena kita juga harus mengatasi pelaku bullying yang juga punya orang tua. Nah, itu satu kesatuan sistem,” pungkas Cak Imin.

Baca Juga :
DPR Pertanyakan Dasar Hukum Pemerintah Salurkan Gaji ASN Lewat Kopdes
Jokowi Mengendus Penumpang Gelap di Isu Ijazah Gibran: Operasi Politik! Biasa Saja
Tak Hanya Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional, DPR Juga Soroti Dampak Mengerikan Kabut Asap

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hampir 2.500 Penerbangan Terdampak Kebakaran Hutan dan Lahan
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Minibus Suporter PSS Sleman Tabrak Truk di Tol Ngawi-Kertosono, 4 Orang Tewas | KOMPAS SIANG
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Sahroni Soroti Polisi Tembak Senior, Dorong Kepemilikan Senpi Diperketat
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
IHSG Anjlok 5,13% ke Bawah Level 5.000, Bursa Asia Bergerak Variatif
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Pemprov Jakarta Buka Balai Kota untuk Umum, Warga Bisa Tur hingga Menonton Film
• 18 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.