Seorang ibu dibuat terkejut setelah mendapati uang tunai senilai Rp1,3 juta yang sebelumnya berada di atas meja telah digunting anaknya menjadi potongan-potongan kecil. Peristiwa tersebut dibagikan melalui akun Instagram @hj_siti_latifah_hebiyaningsih.
Perilaku anak yang menggunting uang mungkin membuat orang tua kesal atau kebingungan. Namun, sebelum memarahi si kecil, penting bagi orang tua untuk memahami alasan di balik tindakannya.
Psikolog Klinis, Shafira Fawzia, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa ada beberapa kemungkinan yang melatarbelakangi perilaku anak menggunting uang. Salah satunya adalah rasa ingin tahu dan keinginan untuk bereksplorasi.
Pada usia tertentu, anak sedang mengembangkan kemampuan motorik halus, termasuk belajar menggunakan gunting. Dalam prosesnya, anak mungkin tertarik mencoba menggunting berbagai benda yang ada di sekitarnya, termasuk uang apabila benda tersebut mudah dijangkau.
Kemungkinan lainnya adalah anak belum memahami nilai dan fungsi uang. Pada usia yang masih sangat dini, keinginan anak untuk bereksplorasi terkadang belum diimbangi dengan pengetahuan yang cukup mengenai benda-benda di sekitarnya.
“Di usia yang masih sangat dini, keinginan untuk anak mengeksplorasi serta mengembangkan kemampuannya sering kali tidak diimbangi dengan pemahaman yang cukup mengenai nilai dan fungsi uang,” ucap Shafira saat dihubungi kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Akibatnya, anak bisa saja menganggap uang sama seperti kertas biasa yang boleh digunting untuk bermain atau membuat sesuatu.
Selain itu, perilaku tersebut juga bisa berkaitan dengan kegiatan bermain peran dan imajinasi anak. Misalnya, anak sedang membayangkan dirinya membuat kerajinan tangan atau meniru aktivitas tertentu yang melibatkan penggunaan gunting.
Dalam situasi tertentu, menggunting juga bisa menjadi perilaku impulsif yang berkaitan dengan emosi anak. Terutama jika tindakan tersebut muncul ketika anak sedang mengalami emosi yang intens, tetapi belum mampu mengungkapkan perasaannya melalui kata-kata.
Bagaimana Sebaiknya Orang Tua Merespons?Menurut Shafira, orang tua perlu mengamati pola perilaku anak untuk memahami apa yang melatarbelakangi tindakannya. Misalnya, apakah anak memang sedang berada dalam fase belajar menggunting, apa yang membuatnya tertarik menggunting uang, serta apakah ia sudah memahami bahwa uang tidak boleh dirusak.
Dengan memahami penyebabnya, orang tua bisa memberikan respons yang lebih tepat, daripada langsung memarahi anak.
-Selain itu, orang tua juga perlu memberikan batasan yang jelas dan menjelaskan alasan mengapa uang tidak boleh digunting. Penjelasan tersebut bisa diberikan melalui kegiatan sehari-hari, misalnya dengan mengajak anak melihat bagaimana uang digunakan ketika orang tua membeli sesuatu.
-Orang tua dapat mengajak anak bermain peran sebagai penjual dan pembeli agar ia mulai memahami fungsi uang dalam kehidupan sehari-hari.
-Di sisi lain, kebutuhan anak untuk bereksplorasi tetap perlu difasilitasi. Jika anak tertarik belajar menggunting, orang tua bisa menyediakan kertas bekas atau bahan lain yang aman dan sesuai dengan usianya sebagai alternatif.
“Orang tua bisa memberikan batasan, menjelaskan alasan, dan menyediakan alternatif atau media lain untuk anak menyalurkan kebutuhan atau keingintahuannya,” imbuh Shafira.
Dengan begitu, anak tetap bisa mengembangkan kemampuan motorik halus dan menyalurkan rasa ingin tahunya tanpa merusak benda yang memiliki fungsi penting.





