tvOnenews.com – Kasus kematian Zulkarnain Abdil Aziz (10), anak penyandang disabilitas di kawasan Rungkut, Surabaya, Jawa Timur, kembali menjadi perhatian publik.
Keluarga menduga bocah yang memiliki keterbatasan fisik tersebut menjadi korban kekerasan yang melibatkan dua anak tetangganya.
Zulkarnain meninggal dunia pada 12 September 2026 setelah ditemukan dalam kondisi kritis di teras rumahnya.
Peristiwa itu menyisakan duka mendalam bagi keluarga, sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai penyebab kematian korban dan penanganan terhadap anak-anak yang diduga terlibat.
Ayah korban, Slaras Abdul Wahid atau yang akrab disapa Laras, mengungkapkan sejumlah kejanggalan yang menurutnya perlu diusut secara menyeluruh. Ia berharap kepolisian dapat mengungkap kejadian yang sebenarnya dan memberikan kejelasan kepada keluarga.
Sementara itu, Polrestabes Surabaya memastikan penyelidikan masih berlangsung.
Polisi telah melakukan pemeriksaan saksi, rekonstruksi, serta berkoordinasi dengan sejumlah lembaga untuk menentukan langkah selanjutnya terhadap anak-anak yang diduga terlibat.
Berikut fakta-fakta terbaru kasus kematian Zulkarnain Abdil Aziz berdasarkan keterangan keluarga dan perkembangan penanganan kepolisian.
1. Zulkarnain Ditemukan Terjerat Tali Sepatu
Peristiwa yang merenggut nyawa Zulkarnain terjadi pada Sabtu, 12 September 2026, di kawasan Jalan Tambak Medokan Ayu XI, Kecamatan Rungkut, Surabaya.
Berdasarkan keterangan keluarga, saat itu Zulkarnain berada di teras rumah dengan menggunakan kursi roda.
Sang ayah berada di kamar karena kondisi kesehatannya, sedangkan ibu korban, Nurul Fadilah, pergi ke pasar untuk berjualan.
Sekitar pukul 09.00 WIB, Nurul pulang dan mendapati anaknya terjatuh dari kursi roda dalam kondisi tidak sadarkan diri. Wajah korban disebut telah membiru.
Slaras yang mendengar teriakan istrinya segera menghampiri putranya. Saat itulah ia mendapati tali sepatu menjerat leher Zulkarnain, dengan bandulan besi yang disebut terpasang pada tali tersebut.
"Kepalanya ini biru, di lehernya itu ada jeratan tali sepatu, dikasih bandulan besi gitu tali sepatunya," ucap Slaras dalam wawancara di program Apa Kabar Indonesia Malam tvOne.
Slaras kemudian melepaskan tali tersebut dan meminta bantuan warga untuk membawa putranya ke rumah sakit. Zulkarnain sempat dibawa ke RSUD Eka Candrarini, tetapi nyawanya tidak tertolong.




