BGN bakal Integrasikan CCTV Dapur SPPG untuk Perkuat Pengawasan

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Badan Gizi Nasional (BGN) bakal mengintegrasikan kamera pengawas atau CCTV Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini untuk memperkuat pengawasan operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.

“Nah dalam rangka keterbukaan, dan kita terbuka untuk publik, kami juga ingin kalau nanti sudah bisa, CCTV bisa connect, bisa AI dan lain sebagainya, itu mungkin dilihat dalam bentuk video,” kata Kepala BGN Sudaryono di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin, 19 Oktober 2026.
 

Baca Juga :

BGN Verifikasi 26.385 SPPG Lulus Standar Pelayanan

BGN menekankan bahwa pembukaan akses tayangan video dari dapur SPPG harus memperhitungkan faktor keamanan fasilitas dan kerahasiaan operasional. Untuk menjaga keseimbangan antara transparansi dan keamanan, BGN berencana merancang pembatasan hak akses CCTV secara khusus kepada pemangku kepentingan langsung, salah satunya pihak sekolah.

“Makanya kami berharap akses bisa dilakukan oleh orang-orang tertentu, misalnya kepala sekolah, misalnya guru, atau orang tua siswa, sehingga dia tahu bahwa yang akses itu siapa,” terang Sudaryono.

Selain rencana integrasi CCTV, BGN telah meluncurkan platform pemantauan digital bertajuk Radar MBG. Melalui fitur ini, publik dan orang tua murid dapat memeriksa rincian menu harian serta profil nutrisi yang disajikan di masing-masing sekolah.

“Jadi klik aja Radar MBG, masukkan nama sekolah, di mana itu ketahuan, menunya apa hari ini, kandungan gizinya apa, dimasak di SPPG mana, itu kita sudah ada,” tutur Sudaryono.


Ilustrasi SPPG. Foto: Dok. Antara.

Sudaryono menegaskan komitmen BGN untuk mengedepankan partisipasi dan pengawasan publik. Langkah ini demi memastikan kualitas serta keamanan sajian makanan bagi para siswa secara menyeluruh.

“Saya sangat mendukung ya, intinya kami ingin buka selebar mungkin, bagaimana partisipasi publik itu bisa ikut mengawasi MBG,” tegas Sudaryono.

(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Sentuh Rp18.000, BI Sebut Ekspektasi Suku Bunga Tinggi Global Jadi Pemicu
• 1 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Di Balik Perbedaan Angka Survei, Faktor Demografi dan Respons Warga Jadi Penentu
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Resmi, Maruli Gantikan Tito sebagai Kepala BNPPDT
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
MUI Desak Tindak Tegas Pelaku Karhutla hingga Ajak Umat Islam Salat Istisqa
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Malaysia Ajak Negara ASEAN Protes Indonesia soal Asap Karhutla, MendagrI: Upaya Kita Maksimal | JMP
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.