Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian segera turun ke lapangan untuk mencari solusi atas tekanan yang dihadapi peternak ayam broiler mandiri. Hal ini menyusul peringatan Perhimpunan Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) bahwa peternak berisiko gulung tikar dalam dua bulan jika harga ayam hidup dan biaya pakan tidak terkendali.
Permindo memperingatkan tekanan usaha peternak ayam broiler mandiri semakin berat karena harga jual ayam hidup melemah, sementara biaya pakan terus meningkat.
Berdasarkan keterangan resmi Permindo, harga ayam hidup sempat turun ke kisaran Rp 20.000-Rp 20.500 per kg, sedangkan harga pakan mencapai Rp 9.700-Rp 10.000 per kg.
Peternak broiler anggota Permindo, Asep Saepudin, mengatakan kenaikan biaya pakan yang dipengaruhi keterbatasan pasokan dan tingginya harga bahan baku terus menambah beban produksi. Kondisi itu terjadi ketika harga jual ayam belum menunjukkan pemulihan.
“Lebih mengkhawatirkan di peternak ini harga pakan yang terus mengalami kenaikan,” ujar Asep.
Pasokan jagung sebagai bahan baku pakan telah menembus Rp 8.400 per kg, sementara pasokannya dilaporkan mengalami kelangkaan. Pemerintah didesak memastikan ketersediaan jagung untuk memenuhi kebutuhan nasional dengan mutu yang sesuai standar industri pakan.
Permindo, yang beranggotakan 180 peternak mandiri, memperkirakan kerugian saat ini mencapai Rp 4.000-Rp 5.000 per ekor. Kerugian tersebut dinilai menggerus kemampuan peternak untuk melanjutkan siklus produksi berikutnya. Asep juga menyoroti tekanan harga dan biaya produksi yang jika tidak segera diatasi, peternak mandiri terancam menghentikan usahanya dalam waktu dekat.
“Kalau kondisi ini dibiarkan terus, dua bulan lagi semua gulung tikar,” tegasnya.
Permindo meminta pemerintah mengambil langkah konkret untuk mengendalikan harga ayam hidup di tingkat peternak untuk mengatasi persoalan tersebut.
Organisasi tersebut juga mendorong harga pakan turun ke kisaran Rp 8.000-Rp 8.500 per kg dan harga jual ayam hidup mencapai minimal Rp 24.000 per kg agar lebih sesuai dengan modal serta HPP peternak.





