Usai Cilamaya, SKK Migas Ungkap Dua Proyek Kilang LPG Ditargetkan Beroperasi pada 2027

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Karawang -

Setelah peresmian Kilang LPG Cilamaya di Karawang, Jawa Barat, pemerintah membidik pengembangan dua fasilitas pengolahan liquefied petroleum gas (LPG) berikutnya di Tomori, Sulawesi Tengah, dan Jambi Merang. Kedua proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto, mengatakan, proyek LPG Tomori saat ini memasuki tahap penyusunan program kerja dan anggaran (work program and budget). Sementara itu, proyek Jambi Merang masih dalam proses pengurusan alokasi gas dan tender.

“Tahun depan harus sudah mulai. Sekarang lagi disusun work program dan budget-nya,” ujar Djoko di sela-sela peresmian Kilang LPG Cilamaya dan penyaluran Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Karawang, sebagaimana dikutip Senin (19/10/2026).

Untuk proyek Tomori, Djoko menjelaskan fasilitas tersebut direncanakan mengolah gas dengan kapasitas sekitar 5 juta kaki kubik standar per hari (million standard cubic feet per day/MMscfd). Meski kapasitas bahan bakunya relatif kecil, kandungan propana dan butana (C3–C4) dalam gas tersebut mencapai 20%.

Kandungan C3–C4 menjadi faktor penting dalam pengembangan fasilitas tersebut karena kedua komponen itu merupakan bahan utama pembentuk LPG yang dapat dipisahkan dari gas bumi melalui proses pengolahan.

“Yang di Tomori itu nanti cuma 5 MM, tapi C3-C4-nya 20%, tinggi,” jelas Djoko.

Adapun untuk proyek Jambi Merang, kapasitas pengolahan gas yang direncanakan mencapai sekitar 150 MMscfd. Djoko menyebut fasilitas tersebut berpotensi menjadi salah satu proyek LPG berskala besar yang dikembangkan pemerintah.

“Nah, untuk yang di Jambi Merang itu sekitar 150 MM. Itu mungkin yang paling besar nanti kita buat di sana, di Jambi Merang,” katanya.

Meski demikian, realisasi proyek Jambi Merang masih bergantung pada penyelesaian tahapan persiapannya, termasuk pengusulan alokasi gas sebagai bahan baku dan proses tender pembangunan fasilitas.

“Kalau yang Jambi Merang, lagi diusulkan untuk alokasi gasnya sama pemenang tendernya nanti, lagi diproses,” ujar Djoko.

Dalam paparan SKK Migas saat rapat dengar pendapat (RDP), proyek LPG Plant Jambi Merang tercatat memiliki perkiraan produksi sebesar 320 metrik ton per hari, dengan target mulai beroperasi (on-stream) pada kuartal II 2027.

Baca Juga: SKK Migas Ungkap Nasib LNG Donggi Senoro Selepas 2027

Baca Juga: SKK Migas: Kebutuhan Minyak Pada 2030 Naik 124 Persen

Pengembangan kedua fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya menambah pasokan LPG domestik. Hal ini penting mengingat kebutuhan LPG nasional masih jauh lebih besar dibandingkan kemampuan produksi dalam negeri.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia meresmikan Kilang LPG Plant Cilamaya yang dioperasikan PT Energi Nusantara Perkasa (ENP). Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi LPG sebesar 160 ton per hari.

Dengan beroperasinya Cilamaya dan berlanjutnya pengembangan proyek-proyek berikutnya, pemerintah berupaya meningkatkan pemanfaatan potensi gas bumi domestik untuk menghasilkan LPG sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan impor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengamat: Penguatan regulasi kunci optimalkan pembiayaan berbasis IP
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
6 Titik Udara Jakarta Tidak Sehat, Tertinggi 155 di Tanjung Priok
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Hasil CKG: Kemenkes Ungkap Gejala Depresi-Kecemasan Anak dan Remaja 4 Kali Lipat Orang Dewasa
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Tampang Bharada Andika Pelaku Penembakan Bharatu Valdo
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Bertemu Prabowo, Sekjen PBB Apresiasi Peran Indonesia untuk Palestina
• 17 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.