HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Upaya memerangi penyalahgunaan narkoba tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum. Satresnarkoba Polres Pelabuhan Makassar juga turun langsung menyentuh masyarakat melalui kegiatan Subuh Keliling di Masjid Nurul Iman, Jalan Cakalang III, Kelurahan Totaka, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, Senin, 19 Oktober 2026.
Kegiatan yang dipimpin Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Makassar, IPTU Arianto Najib, bersama personel Satresnarkoba dan Polsek Ujung Tanah tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang.
Mengusung semangat Polisi Bersama Masyarakat, kegiatan Subuh Keliling ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan program prioritas 100 hari Kapolri, dengan mengedepankan pendekatan keagamaan, edukasi, dan pencegahan terhadap ancaman peredaran narkoba di lingkungan masyarakat.
Di hadapan jemaah Masjid Nurul Iman, IPTU Arianto Najib menyampaikan sejumlah pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya mengenai pentingnya membangun lingkungan keluarga dan tempat tinggal yang terbebas dari pengaruh narkoba.
Kasat Narkoba menekankan bahwa lingkungan pergaulan memiliki pengaruh besar terhadap potensi seseorang terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika. Karena itu, keluarga diharapkan menjadi benteng pertama dalam melindungi anak-anak dan generasi muda dari ancaman barang terlarang tersebut.
Orang tua juga diingatkan agar tidak lengah dalam mengawasi aktivitas dan pergaulan anak, baik di lingkungan rumah, sekolah maupun masyarakat.
Menurutnya, pengawasan keluarga, komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar merupakan langkah penting untuk mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini.
Dalam kesempatan tersebut, IPTU Arianto Najib turut memaparkan gambaran penanganan perkara narkotika di wilayah Kecamatan Ujung Tanah.
Berdasarkan data yang disampaikan Satresnarkoba Polres Pelabuhan Makassar, terdapat sekitar 40 kasus narkoba di wilayah Kecamatan Ujung Tanah yang ditangani oleh satuan tersebut.
Angka tersebut menjadi perhatian sekaligus pengingat bahwa ancaman penyalahgunaan dan peredaran narkoba membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya aparat penegak hukum.
Melalui kegiatan Subuh Keliling, kepolisian berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peka terhadap potensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan masing-masing.
Selain menyampaikan pesan pencegahan narkotika, kegiatan ini menjadi ruang komunikasi antara polisi dan masyarakat dalam membangun kepedulian bersama terhadap keamanan lingkungan.
Kehadiran personel kepolisian di tengah jemaah juga memperlihatkan bahwa upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dapat dilakukan melalui pendekatan yang humanis, religius, dan penuh kekeluargaan.
Semangat Polisi Bersama Masyarakat menjadi landasan kegiatan tersebut, dengan menempatkan warga sebagai mitra strategis kepolisian dalam mencegah peredaran narkoba serta menjaga generasi muda dari pengaruh negatif lingkungan pergaulan.
Satresnarkoba Polres Pelabuhan Makassar berharap edukasi yang disampaikan melalui kegiatan keagamaan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk berani menolak narkoba, meningkatkan pengawasan keluarga, serta memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkotika.
Dengan kolaborasi antara kepolisian, tokoh agama, orang tua, dan seluruh lapisan masyarakat, upaya mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, serta bebas dari penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Pelabuhan Makassar diharapkan semakin kuat. (*)





