jpnn.com, JAKARTA - Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai universitas yang menamakan diri Komite Sadar bakal menggelar demonstrasi di Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa (20/10).
Demonstrasi digelar mahasiswa saat pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka tepat dua tahun memimpin Indonesia.
BACA JUGA: Polisi Singgung Temuan Pisau dan Golok saat Aksi Demo Mahasiswa di Jakarta, Punya Siapa?
Ketua BEM UI Yatalathof Imawan menyebut demonstrasi digelar setelah mahasiswa menyerap keresahan masyarakat di berbagai sektor selama kepemimpinan Prabowo-Gibran.
Dia menyebut aksi akan dimulai dengan penyampaian ke publik aspirasi rakyat yang diterima mahasiswa di Tugu Proklamasi, Selasa (20/10).
BACA JUGA: Menjelang Demo Mahasiswa, TNI-Polri Bersiaga di Bundaran HI
Selanjutnya, mahasiswa bakal bergerak ke Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada Selasa sore, demi menuntut penyelesaian masalah rakyat.
"Kami akan turun aksi massa bersama kawan-kawan kami," ujar Yatalathof.
BACA JUGA: Demo Mahasiswa Hari Ini, BEM UI Minta Aparat Jangan Mengulang Kejadian Juni
Adapun, Komite Sadar terdiri dari BEM Universitas Indonesia (BEM UI), Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (KM ITB) dan Universitas Padjadjaran, hingga BEM Universitas Diponegoro.
Selain itu, Komite Sadar terdiri dari BEM Universitas Negeri Semarang, Serikat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (Sema UGM), BEM Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, BEM Universitas Airlangga, dan BEM Universitas Brawijaya.
Yatalathof mengatakan Komite Sadar sebelumnya menghimpun keresahan masyarakat melalui survei terhadap 560 responden dari Sumatera hingga Papua.
Dia menyebutkan hasil survei Komite Sadar menunjukkan 78,8 persen responden merasa Prabowo-Gibran beserta jajaran kabinet gagal mengelola negara.
Sejumlah persoalan mendasar turut menjadi sorotan rakyat, yakni mahalnya harga kebutuhan pokok, pemberedelan kebebasan berpendapat, korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan negara, deforestasi dan kebakaran hutan, hingga biaya pendidikan yang melonjak.
Yatalathof menyebut saat ini para mahasiswa masih berkonsolidasi untuk menentukan tuntutan aksi Selasa besok.
Namun, dia menyebut proyeksi beberapa tuntutan Selasa besok ialah meminta pemerintah menetapkan karhutla sebagai bencana nasional.
"Menetapkan karhutla dan bencana Banjir sebagai bencana nasional, menjamin dan memulihkan kesehatan warga, mengadili dan mencabut izin korporasi yang bertanggung jawab dalam krisis ini," demikian Yatalathof melalui pesan.
Selain itu, kata dia, proyeksi tuntutan lain ialah meminta pemerintah untuk memperbaiki tata kelola kebijakan ekonomi dan mengembalikan kepercayaan pasar.
Termasuk, lanjutnya, mahasiswa menuntut aksi penyetopan pembatasan kebebasan berpendapat dan praktik KKN.
"Turunkan biaya pendidikan, kesehatan, pelayanan publik yang mahal dan berikan akses yang merata," kata Yatalathof. (ast/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Aristo Setiawan




