Mendagri Pertegas Komitmen Pemerintah dalam Penanganan Karhutla

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: dok Istimewa

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski menghadapi berbagai tantangan di lapangan, pemerintah terus mengoptimalkan upaya pengendalian, termasuk menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran hukum.

"Tapi kita sama-sama melakukan pengendalian, mitigasi kebakaran hutan dan lahan ini, agar tidak berdampak lebih buruk dengan segala cara, termasuk di antaranya kalau memang ada korporasi yang terlibat, pemerintah Indonesia tidak akan segan-segan menindak tegas," ujar Mendagri kepada awak media usai mengikuti Rapat Tingkat Menteri Membahas Situasi Terkini Bidang Politik dan Keamanan (Polkam) di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Polkam, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Mendagri mengakui, salah satu tantangan dalam penanganan karhutla adalah pemadaman di lahan gambut yang membutuhkan air dalam jumlah besar. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit, terutama ketika sumber air terbatas.

Karena itu, ia menekankan pentingnya hujan, baik secara alami maupun melalui modifikasi cuaca, untuk membantu mengatasi kebakaran. Namun, upaya modifikasi cuaca belum optimal karena ketersediaan awan potensial yang masih terbatas.

"Nah, sekarang hambatannya apa? Kalau seandainya benih awannya enggak ada, sehingga tidak terjadi hujan alami, maupun hujan buatan yang dicoba tidak ada, itu, itu hambatan," tambahnya.

Baca: Bukan Cuma 8%, Pemerintah Pede Ekonomi RI Bisa Tumbuh 10%



Selain keterbatasan hujan, akses terhadap sumber air dalam volume besar juga menjadi kendala dalam pemadaman di lahan gambut. Kondisi ini diperparah oleh musim kemarau yang melanda sejumlah daerah. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, pemerintah turut mengupayakan penggunaan bahan kimia berupa surfaktan yang dapat membantu meredakan api dengan penggunaan air yang lebih sedikit.

"Dengan bahan itu, dengan jumlah air yang kecil, yang lebih sedikit, dia mampu untuk mendinginkan dan meredakan, mematikan [kebakaran di] lahan gambut. Nah, itu adalah salah satu upaya di tengah kesulitan air hujan, alami, maupun modifikasi cuaca," tambahnya.

Mendagri berharap berbagai upaya penanganan yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat segera meredakan karhutla. Ia juga berharap ketersediaan benih awan di sejumlah titik meningkat sehingga modifikasi cuaca dapat kembali dioptimalkan.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Menko Polkam Dudung Abdurachman, Menteri Luar Negeri Armanatha Christiawan Nasir, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria, serta pihak terkait lainnya.


Baca: Airlangga dan Menkeu Kompak Lapor Prabowo Ekonomi RI Masih Stabil

(dpu/dpu)
Saksikan video di bawah ini:
Pemerintah Atur Pengelolaan Sarpras Hingga Tenaga Penyuluhan Pertanian

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kekurangan Dana, WFP Pangkas Bantuan Pangan untuk 500 Ribu Warga Gaza
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Anggota Komisi III soal Polisi Tembak Seniornya: Mengerikan, Harus Usut Tuntas
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Dugaan Kekerasan Seksual Remaja di Gurah, Dua Terduga Pelaku Diserahkan ke Polres Kediri
• 3 jam laluberitajatim.com
thumb
7 Ciri Kepribadian Pecinta Hewan
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kebiasaan yang Membuat Uang Lebih Mudah Datang
• 8 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.