Survei Indopol, Meutya Hafid Jadi Menteri Perempuan Paling Menonjol

rctiplus.com
58 menit lalu
Cover Berita
Survei Indopol, Meutya Hafid Jadi Menteri Perempuan Paling MenonjolNasional | sindonews | Senin, 19 Oktober 2026 - 21:51Dengarkan Berita

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Viada Hafid menjadi figur perempuan paling kuat di kabinet. Hal tersebut berdasarkan hasil survei nasional Indopol Survey menjelang dua tahun Kabinet Merah Putih pada 21 Oktober 2026.

Dia unggul di setiap wilayah, kelompok usia, jenis kelamin, dan jenjang pendidikan responden. Pada penilaian lintas kabinet, Meutya juga menjadi satu-satunya menteri perempuan yang menembus posisi teratas, yakni sebagai menteri paling meyakinkan di panggung internasional.

Meutya Hafid dipilih 29,6 responden sebagai menteri perempuan paling menonjol, jauh di atas tiga menteri perempuan lainnya. Keunggulan itu konsisten di seluruh kelompok responden.

Baca juga: Survei Indopol: Meutya Hafid dalam Isu Perlindungan Anak di Ruang Digital

Baca Juga:Longboat Hanyut di Perairan Pulau Yelfius Sorong, 3 Orang dalam Pencarian

Dukungan tertinggi datang dari Bali dan Nusa Tenggara (56,6) dan Generasi X usia 44–59 tahun (47,1). Di Jawa, wilayah dengan responden terbanyak, Meutya dipilih 30,5.Responden berpendidikan S1 ke atas lebih banyak memilih Meutya (34,0) dibanding lulusan SMA (21,6). Pilihan laki-laki (31,1) dan perempuan (28,1) relatif setara, menandakan daya tarik yang lintas gender.

“Meutya memiliki modal visibilitas yang kuat di kategori menteri perempuan,” demikian catatan Indopol dalam laporannya, Senin (19/10/2026).

Ditanya menteri mana yang paling meyakinkan saat tampil di forum internasional, termasuk kemampuan berbahasa Inggris, 21,8 responden memilih Meutya Hafid. Pertanyaan ini memuat daftar lengkap 48 menteri, sehingga Meutya unggul atas seluruh anggota kabinet, laki-laki maupun perempuan.

Rekam jejak Meutya sebagai jurnalis dan mantan Ketua Komisi I DPR yang membidangi luar negeri kini tercermin dalam persepsi publik terhadap kapasitasnya mewakili Indonesia di panggung global.

Baca Juga:Peristiwa 20 September: Salahuddin Ayyubi Kepung Yerusalem hingga Bom Hotel Marriott Islamabad

Meutya menempati urutan kedua menteri paling komunikatif dalam menjelaskan kebijakan (15,4). Kebijakan yang dipimpin Kementerian Komunikasi dan Digital juga melekat di ingatan publik. Lihat video: Batasi Anak-anak Akses Medsos, Meutya Hafid Bicara Kemungkinan Pemerintah Terbitkan PPSaat diminta menyebut satu kebijakan pemerintah secara spontan, 5,0 responden menyebut pembatasan media sosial bagi anak. Angka ini sejajar dengan Sekolah Rakyat (5,6) dan melampaui bansos dan subsidi (3,0), ketahanan pangan (1,8), serta hilirisasi dan energi (1,3).

Kebijakan tersebut berpijak pada Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). Aturan ini membatasi akses anak ke platform digital berisiko tinggi untuk melindungi mereka dari konten berbahaya, perundungan siber, penipuan daring, dan eksploitasi digital.

Indopol merekomendasikan agar visibilitas Meutya diperkuat sebagai wajah komunikasi kebijakan pemerintah dengan narasi berbasis capaian. Rekomendasi ini relevan karena penilaian publik terhadap cara pemerintah menyampaikan kebijakan masih didominasi negatif: 56,8 menilai buruk, 38,6 menilai baik.

Baca Juga:Penikaman Warga di Dekai Yahukimo, 3 Pelaku Diburu Polisi

Menurut Indopol, modal visibilitas Meutya belum sepenuhnya terkonversi ke penilaian lintas menteri, sehingga terbuka ruang untuk memperkuat positioning Menkomdigi melalui komunikasi yang lebih personal dan berbasis capaian. Dengan Instagram (34,2) dan TikTok (25,3) sebagai kanal utama publik digital memperoleh informasi kebijakan, peran Kementerian Komunikasi dan Digital menjadi kian strategis menjelang tahun ketiga pemerintahan.

Survei ini dilakukan daring terhadap 1.000 responden berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah, di 38 provinsi, yang memiliki akses internet. Sampel direkrut melalui iklan digital, jaringan koordinator provinsi, dan panel responden Indopol dengan quota sampling berdasarkan provinsi, jenis kelamin, dan kelompok usia.

Pengumpulan data berlangsung 13–17 Oktober 2026 dengan kuesioner terstruktur berisi 18 pertanyaan. Karena sampel nonprobabilitas, margin of error tidak dihitung secara statistik; sebagai pembanding, sampel acak sederhana 1.000 responden memiliki margin of error sekitar 3,1 pada tingkat kepercayaan 95.

Kontrol kualitas meliputi deteksi isian ganda, penyaringan durasi pengisian di bawah 50 detik, pemeriksaan pola jawaban seragam, dan verifikasi ulang sekitar 10 responden.

#nasional

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menkeu Targetkan Belanja Negara di Kuartal IV-2026 Tembus Rp 1.300 T
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Sudah 7 Hari, Kebakaran di Gunung Latimojong Sulsel Belum Padam
• 19 jam laludetik.com
thumb
Sistem Transportasi Jakarta Masuk 15 Besar Dunia, Pramono Anung Ungkap Peringkat di Asia dan ASEAN
• 11 jam laludisway.id
thumb
BEI Turunkan Batas ARB Jadi 7% Mulai Hari Ini, Cegah IHSG Trading Halt 8%?
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pusat Bisnis dan Mal di Surabaya Sempat Gelap Gulita gegara Gangguan Listrik
• 8 menit laludetik.com
Berhasil disimpan.