Brebes, VIVA – Kasus mutilasi terhadap seorang ayah kandung di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terungkap setelah anaknya sendiri mendatangi kantor polisi dan mengaku telah menghilangkan nyawa korban.
Pelaku bernama Hadi Sunoto (24), diduga membunuh ayahnya Waslam (50), pada akhir Juli 2026, kemudian memutilasi tubuh korban dan membuang sebagian potongannya.
Kapolres Brebes Ajun Komisaris Besar Polisi Muhammad Ali Akbar mengungkapkan, pelaku mendatangi Polsek Kersana pada Kamis (15/10/26), sekitar pukul 17.30 WIB, untuk mengakui perbuatannya.
"Berdasarkan keterangan awal terduga pelaku, peristiwa itu terjadi pada akhir Juli 2026 sekitar pukul 08.00 WIB di rumah korban di Desa Kemukten, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes," katanya, dikutip Selasa (20/10/26).
Saat kejadian, korban bernama Waslam disebut sedang tidur di dalam kamar. Pelaku kemudian masuk ke kamar dan menggorok leher korban menggunakan pisau dapur.
Setelah itu, tubuh korban dimutilasi menjadi beberapa bagian. Kedua kaki dipotong menjadi tiga bagian, sementara kepala dan tangan korban juga dipotong.
Potongan tubuh korban kemudian dibawa ke rumah pelaku yang berada di Perumahan Meranti Mas Blok O, Desa Kemukten, Kecamatan Kersana. Di lokasi tersebut, daging dari potongan tubuh korban kembali dipisahkan.
"Berdasarkan pengakuan terduga pelaku, potongan daging korban dibuang ke sungai di wilayah Kecamatan Bulakamba. Sementara itu, tulang-belulang korban dibakar di belakang rumah terduga pelaku," katanya.
Dalam keterangannya kepada polisi, terduga pelaku mengaku melakukan perbuatan tersebut karena marah dan dendam terhadap ayah kandungnya. Korban disebut tidak mau bekerja, sementara kebutuhan rumah tangga ditopang oleh dua orang saksi yang tinggal bersama korban.
Selain itu, korban disebut kerap meminta rokok kepada terduga pelaku. Meski demikian, motif kasus tersebut masih merupakan dugaan sementara dan perlu didalami lebih lanjut oleh penyidik.
"Setelah kejadian, terduga pelaku juga diduga berupaya menutupi keberadaan korban. Ketika salah seorang saksi menanyakan keberadaan Waslam, terduga pelaku mengaku bahwa ayahnya sedang diajak berjualan siomai di Tegal," katanya.
Saat membuang potongan tubuh korban, terduga pelaku mengaku menggunakan sepeda motor Honda Astrea miliknya. Polisi telah mendatangi lokasi kejadian pada Sabtu (17/10/26), sekitar pukul 13.00 WIB, untuk melakukan penanganan kasus.





