Pantau - Sebanyak 16 ilmuwan yang berafiliasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil masuk dalam daftar Top 2% Scientists 2026 kategori single-year scientific impact atau dampak ilmiah dalam satu tahun, meningkat 33,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Jumlah tersebut bertambah empat orang dari capaian tahun sebelumnya yang mencatatkan 12 ilmuwan berafiliasi dengan BRIN dalam daftar ilmuwan berpengaruh dunia berdasarkan indikator publikasi dan sitasi ilmiah.
Kepala BRIN, Arif Satria, mengapresiasi pencapaian tersebut karena dinilai mencerminkan perkembangan kontribusi para peneliti Indonesia dalam komunitas ilmiah internasional.
"Masuknya 16 ilmuwan yang berafiliasi dengan BRIN dalam daftar Top 2% Scientists 2026 merupakan capaian yang patut kita apresiasi. Peningkatan ini menunjukkan perkembangan kontribusi ilmiah para periset kita di tingkat internasional," ujar Arif saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (19/10/2026).
Arif menegaskan bahwa pengakuan internasional tersebut harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas penelitian sekaligus memperkuat kontribusi ilmu pengetahuan terhadap pembangunan nasional.
Menurutnya, reputasi ilmiah Indonesia perlu diiringi dengan pengembangan inovasi dan solusi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun dunia usaha.
BRIN Dorong Riset Berkualitas dan Berdampak bagi MasyarakatArif menilai keberhasilan 16 ilmuwan BRIN masuk dalam daftar ilmuwan berpengaruh dunia tidak boleh hanya dipandang sebagai pencapaian akademik.
Pengakuan tersebut harus menjadi dorongan bagi seluruh periset untuk meningkatkan standar penelitian, memperluas kolaborasi, dan menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan Indonesia.
"Namun, bagi BRIN, reputasi ilmiah bukanlah tujuan akhir. Kita ingin kualitas riset yang dihasilkan semakin kuat, semakin relevan, dan semakin mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan pembangunan Indonesia," ungkap Arif.
Ia menjelaskan bahwa penguatan ekosistem riset nasional perlu diarahkan untuk menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas sekaligus membuka peluang pengembangan teknologi dan pemanfaatan hasil penelitian.
BRIN juga mendorong agar hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi akademik, tetapi dapat diterapkan untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Riset yang unggul harus mampu bergerak dari pengetahuan menuju solusi, dari publikasi menuju pemanfaatan, dan dari penemuan menuju dampak. Inilah semangat untuk memastikan bahwa kekuatan ilmu pengetahuan dan inovasi dapat berkontribusi bagi kemajuan Indonesia," tegasnya.
Selain peningkatan kualitas penelitian, BRIN menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu dan penguatan jejaring riset nasional maupun internasional.
Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperluas pengaruh hasil penelitian Indonesia sekaligus mempercepat pengembangan inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh sektor industri.
Indonesia Catat 272 Ilmuwan dalam Daftar Top 2% Scientists 2026Secara nasional, Indonesia mencatatkan 272 ilmuwan dalam daftar Top 2% Scientists 2026, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 209 ilmuwan.
Dengan demikian, jumlah ilmuwan Indonesia dalam daftar tersebut bertambah 63 orang atau sekitar 30,1 persen dibandingkan capaian sebelumnya.
Berdasarkan jumlah ilmuwan yang tercantum, BRIN menempati peringkat kelima di Indonesia setelah empat perguruan tinggi.
Keempat perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, dan Universitas Indonesia.
Daftar Top 2% Scientists yang dirujuk TOPSCINET bersumber dari basis data indikator sitasi ilmiah terstandardisasi yang disusun oleh John P. A. Ioannidis dan dipublikasikan melalui Elsevier Data Repository.
Penyusunan daftar tersebut menggunakan data publikasi dan sitasi dari Scopus untuk mengukur pengaruh ilmiah para peneliti berdasarkan sejumlah indikator bibliometrik.
Sementara itu, kategori single-year scientific impact berfokus pada pengaruh ilmiah peneliti dalam periode satu tahun berdasarkan indikator yang digunakan dalam basis data tersebut.
Indikator tersebut terutama mengukur pengaruh publikasi ilmiah melalui sitasi, sehingga tidak secara langsung menggambarkan tingkat pemanfaatan hasil penelitian oleh masyarakat maupun sektor industri.
Daftar 16 Ilmuwan BRIN yang Masuk Top 2% Scientists 2026Sebanyak 16 ilmuwan yang berafiliasi dengan BRIN tercatat dalam daftar Top 2% Scientists 2026 dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi.
Berikut nama-nama ilmuwan tersebut:
- Setyo Budi Kurniawan.
- Arumugam Priyadharsan.
- Muhammad Reza Cordova.
- Ratih Pangestuti.
- Hanggara Sudrajat.
- Widya Fatriasari.
- Andri Frediansyah.
- Danny Hilman Natawidjaja.
- Heru Agung Saputra.
- Muhammad Adly Rahandi Lubis.
- Melbi Mahardika.
- Zulvikar Syambani Ulhaq.
- Agung Dwi Laksono.
- Aswin Rafif Khairullah.
- Wawan Sujarwo.
- Abdi Wira Septama.
Keenam belas ilmuwan tersebut memiliki latar belakang keilmuan yang beragam, mulai dari ilmu lingkungan, kimia medisinal dan biomolekuler, ilmu material, polimer, hingga fisika.
Bidang penelitian lainnya mencakup geokimia dan geofisika, kimia analitik, kesehatan, serta ilmu veteriner.
Keberagaman disiplin ilmu tersebut menunjukkan bahwa kontribusi ilmiah para peneliti yang berafiliasi dengan BRIN mencakup berbagai bidang yang berkaitan dengan pengembangan teknologi, lingkungan, dan kesehatan.
BRIN Targetkan Lebih Banyak Inovasi Dimanfaatkan IndustriArif menegaskan bahwa peningkatan jumlah ilmuwan yang memperoleh pengakuan internasional bukan satu-satunya target yang ingin dicapai BRIN.
Menurutnya, keberhasilan pengembangan ekosistem penelitian juga harus diukur dari kemampuan menghasilkan teknologi dan inovasi yang dapat diterapkan untuk kepentingan masyarakat.
BRIN ingin memperluas kerja sama dengan sektor industri agar semakin banyak hasil penelitian yang dapat dikembangkan menjadi produk, teknologi, maupun solusi atas berbagai tantangan pembangunan.
"Target kita bukan hanya semakin banyak ilmuwan Indonesia yang diakui di tingkat dunia. Kita juga ingin semakin banyak hasil riset yang dimanfaatkan, semakin banyak inovasi yang dikembangkan bersama industri, dan semakin banyak persoalan masyarakat yang dapat dijawab melalui ilmu pengetahuan. Itulah bagaimana keunggulan ilmiah harus diterjemahkan menjadi dampak bagi Indonesia," kata Arif.
Ia juga mendorong seluruh komunitas periset BRIN untuk terus memperkuat kolaborasi lintas bidang dan membangun jaringan penelitian yang produktif dengan berbagai lembaga di dalam maupun luar negeri.
Melalui langkah tersebut, BRIN berharap kualitas penelitian nasional semakin meningkat dan mampu menghasilkan kontribusi yang lebih luas terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.
Peningkatan jumlah ilmuwan BRIN dalam daftar Top 2% Scientists 2026 menjadi salah satu indikator berkembangnya pengaruh ilmiah Indonesia di tingkat internasional berdasarkan publikasi dan sitasi.
BRIN menegaskan bahwa pencapaian tersebut harus diikuti dengan peningkatan pemanfaatan hasil penelitian, penguatan kerja sama industri, dan pengembangan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pembangunan Indonesia.




