China Balas Amerika, Sasar Sumber Duit Elon Musk

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, CNBC Indonesia - China mengusulkan pembatasan ekspor 12 teknologi yang digunakan untuk memproduksi peralatan panel surya dengan alasan keamanan nasional. Kebijakan ini berpotensi menghambat rencana perusahaan Amerika Serikat (AS), termasuk Tesla, untuk memperluas produksi panel surya di dalam negeri.

Usulan tersebut merupakan bagian dari revisi lebih luas daftar pengendalian ekspor China yang juga mencakup teknologi kecerdasan buatan (AI) dan bioteknologi.

Kementerian Perdagangan China menyatakan pengawasan lebih ketat diperlukan karena teknologi surya makin banyak digunakan di sektor sensitif, seperti kedirgantaraan dan pertahanan nasional.

"Pembatasan ekspor bertujuan untuk menjaga risiko teknologi agar tidak lepas kendali atau disebarluaskan secara tidak semestinya, sekaligus melindungi pertukaran dan kerja sama internasional yang normal di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi," kata kementerian tersebut, dikutip dari Reuters, Senin (19/10/2026).

Pilihan Redaksi
  • Judol Menggila Guncang Pasar Saham, Pemerintah Turun Tangan
  • Cara Trump Tambah Kaya Sambil Jadi Presiden Terbongkar Lewat Saham

Reuters pada April melaporkan bahwa pejabat China telah menggelar pembicaraan awal dengan produsen mengenai kemungkinan pembatasan teknologi manufaktur panel surya canggih. Langkah tersebut berpotensi mengganggu rencana perusahaan AS, seperti Tesla, untuk memperluas kapasitas produksi di negara itu.

China juga telah membatasi ekspor teknologi manufaktur panel surya ke India. Analis menilai langkah tersebut bertujuan mempertahankan dominasi China di industri tenaga surya, ketika India berupaya mengembangkan manufaktur domestik dan mengurangi ketergantungan terhadap produk China.

Dalam usulan terbaru, China akan melarang ekspor sejumlah teknologi, termasuk teknologi untuk memproduksi wafer tipis tertentu, sel surya perovskit dan tandem, serta teknologi produksi polisilikon menggunakan metode fluidized-bed skala besar.

Perovskit merupakan teknologi yang berpotensi meningkatkan efisiensi konversi energi surya. Sementara itu, sel surya tandem menggabungkan lapisan perovskit dan silikon untuk menangkap spektrum sinar matahari yang lebih luas.

Adapun teknologi fluidized-bed untuk memproduksi polisilikon, salah satu bahan utama panel surya, memiliki biaya lebih rendah dan lebih hemat energi dibandingkan metode Siemens yang saat ini mendominasi industri.

China juga berencana membatasi, tetapi tidak melarang sepenuhnya, ekspor teknologi manufaktur sel surya canggih. Teknologi yang masuk dalam kategori ini mencakup TOPCon, HJT, dan XBC.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkab lakukan pemeliharaan rambu suar jaga keselamatan pelayaran
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Pasukan Garbha FPU 7 Minusca Terima Lencana Kehormatan dari Prabowo
• 22 jam laludetik.com
thumb
IHSG Anjlok ke 4.920,57: Investor Panik akibat MSCI dan Rupiah Tertekan
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Selamat Tinggal Timnas Malaysia, Hajime Moriyasu Tolak Mentah-mentah dan Ingin ke Belgia
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Dua Wakil Indonesia Mengamuk di Asia, Persib dan Borneo FC Sama-sama Menang
• 12 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.