Siap-Siap Naik! Bahlil Relaksasi Terbatas Produksi Batu Bara RI

cnbcindonesia.com
6 jam lalu
Cover Berita
Foto: (CNBC Indonesia/Firda Dwi Muliawati)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil lahadalia akan merelaksasi secara terbatas produksi batu bara Indonesia. Bisa dipastikan, produksi batu bara ini akan mengalami kenaikan dari yang ditargetkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 sebanyak 600 juta ton.

Bahlil menjelaskan relaksasi produksi batu bara ini diputuskan karena peningkatan harga harga batu bara yang naik mencapai US$154 dolar per ton, khususnya untuk tipe kalori 6.330 kcal/kg GAR.

"Dan sekarang ini mencapai US$154 per ton untuk kalori 633, dan harapan kita memang harganya bagus, produksinya kita naikkan, dan sekarang kita tetap akan melakukan relaksasi terbatas untuk menjaga supply and demand," kata Bahlil, usai rapat terbatas di Istana Negara, dikutip Selasa (20/10/2026).


Baca: Bahlil Beri Kabar Harga Minyak Mentah Sudah Tembus US$ 105 per Barel

Dengan relaksasi terbatas itu, Bahlil menginginkan adanya peningkatan devisa negara dari kondisi ini. "Tapi kita juga ingin untuk dalam waktu dekat, kita ingin sekali untuk bagaimana devisa kita bisa masuk," kata Bahlil.

Sementara itu, untuk hilirisasi pada sektor nikel, pemerintah akan meresmikan pabrik ekosistem baterai mobil listrik di Karawang, Jawa Barat, yang dioperasikan PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (PT CATIB) yaitu perusahan patungan antara Indonesia Battery Corporation (IBC) dan konsorsium CBL (CATL - Brunp - Lygend).

"Sebentar lagi kita akan melakukan peresmian pabrik ekosistem baterai mobil di Karawang, yang satu tahun lalu bapak presiden melakukan groundbreakig. Itu adalah kerja sama CATL dan BUMN kita," kata Bahlil.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno menyatakan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyetujui revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 untuk target produksi batu bara dan nikel.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan, untuk target produksi batu bara pada revisi RKAB 2026 disetujui mencapai 700 juta ton dan produksi nikel sebesar 290-an juta ton.

"Mudah-mudahan nggak ada hambatan untuk produksi dan lain sebagainya," ungkap Tri saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/10/2026).


(pgr/pgr)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Prabowo Rombak Kabinet, Sugiono - Bahlil Diangkat Jadi Menko

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PLN Pulihkan Listrik di Sejumlah Wilayah Surabaya, Penyebab Gangguan Masih Ditelusuri
• 16 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pemerintah Dorong Penguatan Kurikulum Kewirausahaan di Madrasah Aliyah dan Pesantren
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Arab Saudi dan UEA Bersatu Melawan Houthi, Bantuan Iran di Balik Layar Terungkap
• 22 jam laluerabaru.net
thumb
Massa Segel Kantor Gubernur Kalteng, Desak Karhutla Ditetapkan Bencana Nasional
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
KPK Ungkap Alasan Tak Jerat 5 Tersangka OTT BNPB dengan Ancaman Pidana Mati
• 6 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.