Arab Saudi dan UEA Bersatu Melawan Houthi, Bantuan Iran di Balik Layar Terungkap

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

Setelah berulang kali diserang oleh kelompok Houthi, Arab Saudi kini menghadapi situasi ketika semakin banyak negara bersiap melakukan serangan balasan terhadap kelompok tersebut. Pada Sabtu (17 Oktober), Mesir juga menyatakan kesiapan untuk bertindak, sementara muncul kabar bahwa Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) kembali menjalin kerja sama.

EtIndonesia.com Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi mengatakan pada Sabtu  17 Oktober menyatakan  bahwa, menghadapi serangan Houthi yang terus berlanjut terhadap Arab Saudi, Mesir akan mengambil segala langkah yang diperlukan untuk melindungi sekutunya. Jika diperlukan, ia juga akan segera memanggil parlemen untuk memperoleh persetujuan atas tindakan militer.

Sementara itu, The Guardian melaporkan, sumber-sumber di Yaman mengungkapkan bahwa UEA telah menyetujui untuk kembali terlibat dalam konflik Yaman dan melanjutkan pendanaan bagi pasukan ant-Houthi di wilayah selatan. Arab Saudi akan bertanggung jawab memberikan dukungan perlindungan udara.

Arab Saudi dan UEA sebelumnya berselisih akibat persoalan Yaman. Kini, keduanya kembali mulai bekerja sama.

Pada Januari lalu, UEA menarik diri dari Yaman dan menghentikan pendanaan bagi kelompok bersenjata setempat. Namun, Houthi terus memperluas jangkauan serangannya, sehingga kedua negara kembali mempertimbangkan untuk bersatu.

Pada Jumat lalu, Houthi meluncurkan dua rudal ke arah Bandara Aden di Yaman. Saat itu, sebuah pesawat penumpang sedang bersiap lepas landas. Rudal tersebut jatuh sekitar 500 meter dari pesawat. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.

Sehari sebelumnya, Houthi juga menyerang sebuah kompleks istana kepresidenan di Aden. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai 16 lainnya.

Di balik kelompok Houthi, terdapat Iran yang memberikan dukungan.

The Wall Street Journal, mengutip sejumlah sumber yang memahami informasi intelijen Arab Saudi dan Yaman, melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) tidak hanya memasok rudal dan komponen pesawat nirawak, tetapi juga mengirimkan perwira untuk membantu Houthi memilih sasaran serangan, menyediakan informasi intelijen, serta memberikan arahan mengenai cara melancarkan serangan.

Pada Juli lalu, penerbangan maskapai Mahan Air milik Iran juga dituding secara diam-diam mengangkut personel IRGC serta komponen persenjataan, termasuk peralatan pemandu rudal, ke Yaman.

Pada September, ketika Houthi kembali melancarkan serangan, sejumlah perwira IRGC bahkan dilaporkan turun langsung ke garis depan untuk membantu mengarahkan operasi militer.

Meskipun Iran membantah ikut campur dalam urusan Yaman, sumber-sumber intelijen menilai bahwa kerja sama militer antara kedua pihak tetap berlangsung erat.

Saat ini, Houthi telah menguasai sebagian wilayah pesisir Yaman di sisi Selat Bab el-Mandeb, sehingga mengancam pelayaran komersial di Laut Merah.

Dengan Arab Saudi dan UEA kembali menjalin kerja sama, sementara Mesir bersiap memberikan dukungan pertahanan, konflik ini kini semakin melibatkan banyak negara.

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
5 Alasan Pilih Puff Rubycell atau Velvet untuk Makeup Wanita
• 21 jam laludewiku.com
thumb
Dari APBN ke Intelligent Fiscal Orchestration
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pemberdayaan UMKM, dari Pengembangan Usaha hingga Kebutuhan Hunian Layak
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
Timnas Indonesia Bikin Ketar-ketir Media Vietnam, Rencana Naturalisasi Wonderkid Liga Inggris Ini Bikin Garuda Makin Disegani di ASEAN
• 17 menit lalutvonenews.com
thumb
200 Personel Brimob NTB Dikerahkan Tangani Karhutla di 5 Wilayah Kalimantan
• 3 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.