Banjarbaru (ANTARA) - TNI Angkatan Udara mengerahkan pesawat jenis NC-212 bernomor registrasi A-2107 melaksanakan misi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Kalimantan, terutama Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dalam upaya menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Lanud Sjamsudin Noor memfasilitasi penuh OMC menggunakan pesawat TNI AU melalui apron Bandara Internasional Syamsudin Noor,” kata Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita di Banjarbaru, Selasa.
Dia mengatakan pangkalan udara menjadi pilar utama pergerakan Satgas Militer Udara Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Karhutla.
Misi udara strategis yang diawasi Danlanud ini dipimpin oleh pilot Mayor Pnb Candra Ary W dengan melintasi kawasan rawan karhutla di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan sekitarnya.
Pelaksanaan misi udara diawali pada sortie pertama di atas wilayah Palangka Raya pada ketinggian 8.000 hingga 10.000 kaki.
Pesawat menerjunkan bahan semai dry Iice sebanyak 567 kilogram dengan durasi terbang 2 jam 5 menit, disusul sortie kedua di Palangka Raya dan Barito Kuala mengangkut 800 kilogram bahan semai NaCl selama 1 jam 50 menit.
Personel Lanud Sjamsudin Noor memasukkan bahan semai ke pesawat untuk operasi modifikasi cuaca. ANTARA/Firman Danlanud menegaskan jajarannya mengerahkan seluruh potensi pangkalan demi menyukseskan OMC.
Dia memastikan ketersediaan fasilitas pendukung penerbangan dan kesiapan personel agar seluruh tahapan penaburan bahan semai di udara berjalan presisi, aman, serta tepat sasaran.
Baca juga: BNPB kaji penerapan teknologi "dry ice" untuk penanganan karhutla
“Lanud Sjamsudin Noor berkomitmen memaksimalkan seluruh kesiapan pangkalan dan fasilitas penerbangan dari apron Bandara Internasional Syamsudin Noor,” tegasnya.
Kesiapsiagaan penuh ini adalah kontribusi nyata TNI AU dalam mempercepat mitigasi karhutla serta melindungi masyarakat dari polusi asap.
“Langkah taktis penanganan karhutla secara terpadu ini diharapkan mampu menekan potensi titik api secara berkelanjutan demi menciptakan ruang udara dan lingkungan yang aman,” ujar Danlanud.
Baca juga: Menhut maksimalkan tiga operasi udara tangani karhutla Kalteng
Baca juga: BMKG sebut pertumbuhan awan jadi tantangan pelaksanaan OMC
“Lanud Sjamsudin Noor memfasilitasi penuh OMC menggunakan pesawat TNI AU melalui apron Bandara Internasional Syamsudin Noor,” kata Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita di Banjarbaru, Selasa.
Dia mengatakan pangkalan udara menjadi pilar utama pergerakan Satgas Militer Udara Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Karhutla.
Misi udara strategis yang diawasi Danlanud ini dipimpin oleh pilot Mayor Pnb Candra Ary W dengan melintasi kawasan rawan karhutla di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan sekitarnya.
Pelaksanaan misi udara diawali pada sortie pertama di atas wilayah Palangka Raya pada ketinggian 8.000 hingga 10.000 kaki.
Pesawat menerjunkan bahan semai dry Iice sebanyak 567 kilogram dengan durasi terbang 2 jam 5 menit, disusul sortie kedua di Palangka Raya dan Barito Kuala mengangkut 800 kilogram bahan semai NaCl selama 1 jam 50 menit.
Personel Lanud Sjamsudin Noor memasukkan bahan semai ke pesawat untuk operasi modifikasi cuaca. ANTARA/Firman Danlanud menegaskan jajarannya mengerahkan seluruh potensi pangkalan demi menyukseskan OMC.
Dia memastikan ketersediaan fasilitas pendukung penerbangan dan kesiapan personel agar seluruh tahapan penaburan bahan semai di udara berjalan presisi, aman, serta tepat sasaran.
Baca juga: BNPB kaji penerapan teknologi "dry ice" untuk penanganan karhutla
“Lanud Sjamsudin Noor berkomitmen memaksimalkan seluruh kesiapan pangkalan dan fasilitas penerbangan dari apron Bandara Internasional Syamsudin Noor,” tegasnya.
Kesiapsiagaan penuh ini adalah kontribusi nyata TNI AU dalam mempercepat mitigasi karhutla serta melindungi masyarakat dari polusi asap.
“Langkah taktis penanganan karhutla secara terpadu ini diharapkan mampu menekan potensi titik api secara berkelanjutan demi menciptakan ruang udara dan lingkungan yang aman,” ujar Danlanud.
Baca juga: Menhut maksimalkan tiga operasi udara tangani karhutla Kalteng
Baca juga: BMKG sebut pertumbuhan awan jadi tantangan pelaksanaan OMC





