ISEF 2026 Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Lewat Sinergi dan Pembiayaan UMKM

medcom.id
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) menjadi salah satu upaya Bank Indonesia (BI) bersama pemerintah dan pelaku industri untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. Pengembangannya tidak hanya berfokus pada industri halal, tetapi juga mencakup perluasan akses pembiayaan, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pemanfaatan teknologi digital.

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, dalam Opening Ceremony ISEF 2026 pada 14 Oktober 2026, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengembangkan ekosistem tersebut. Menurutnya, ISEF bukan hanya agenda BI, melainkan kegiatan bersama yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

“Ini adalah acara bersama dan mungkin ini bisa dianggap kalau kita melihat dari perkembangan berbagai event, ini adalah mungkin acara ekonomi keuangan syariah yang terbesar di Indonesia,” ujar Destry.

Melalui pendekatan tersebut, ISEF diharapkan menjadi ruang yang mempertemukan regulator, lembaga keuangan, pelaku industri halal, akademisi, pesantren, dan UMKM. Kolaborasi ini diperlukan agar pengembangan ekonomi syariah tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut menjadi program yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Capaian ISEF 2026 turut menunjukkan besarnya partisipasi dalam pengembangan ekosistem tersebut. Dalam Closing Ceremony ISEF ke-13 pada 18 Oktober 2026, Deputi Gubernur BI, Solikin M. Juhro, menyampaikan bahwa hingga 17 Oktober 2026, ISEF telah dikunjungi 93.252 orang, dengan nilai transaksi mencapai Rp13,85 miliar dan business matching sebesar Rp3,2 triliun.

“Dan ini tentunya peringkat yang sangat signifikan, termasuk pembiayaan-pembiayaan dan perdagangan syariah,” tambahnya.

Menurut Solikin, capaian tersebut perlu diikuti dengan upaya memastikan manfaat ekonomi syariah dapat dirasakan secara lebih luas. Karena itu, ISEF tidak hanya menjadi ajang untuk memperkenalkan gagasan dan mempertemukan pelaku industri, tetapi juga bagian dari gerakan bersama untuk memperkuat kontribusi ekonomi dan keuangan syariah terhadap perekonomian nasional.

“Pada hari ini, kita menutup rangkai dengan semangat celebrating the movement, artinya yang dirayakan bukan hanya keberhasilan ISEF, tapi juga gerakan bersama untuk membawa ekonomi dan keuangannya ke tahap yang lebih maju,” jelasnya.

Solikin juga menekankan tiga agenda yang perlu diperkuat untuk mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Agenda tersebut meliputi integrasi halal value chain atau rantai nilai halal dari hulu ke hilir, perluasan akses pembiayaan syariah melalui inovasi dan integrasi keuangan sosial dengan keuangan komersial, serta peningkatan literasi dan inklusi yang didukung digitalisasi.
 

Baca Juga :

Sertifikasi Halal Segera Berlaku, Pemerintah Siapkan 1,35 Juta Sertifikat Gratis untuk UMKM
  Sinergi Pemerintah dan BI Perkuat Industri Halal
Penguatan industri halal menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi syariah. Dalam pidatonya dalam ISEF 2026 pada 14 Oktober 2026, Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Drajat Hari Wibowo menyampaikan bahwa pemerintah berupaya memperluas pengakuan sertifikasi halal melalui Mutual Recognition Agreement (MRA). Kerja sama ini ditujukan untuk membantu UMKM dan eksportir memanfaatkan peluang pasar global.

“Insya Allah pemerintah akan mempercepat perundingan dan memperkuat saling pengakuan sertifikasi untuk mutual recognition agreement yang halal, agar UMKM dan eksportir bisa memanfaatkan peluang pasar yang ada di pasar global,” kata Drajat.

Ia juga menyampaikan bahwa per 11 Oktober 2024, Indonesia telah memiliki 123 MRA dengan lembaga halal luar negeri yang mencakup 43 negara, termasuk China dan Australia. Menurut Drajat, kerja sama tersebut tidak hanya menyasar negara dengan penduduk mayoritas muslim.

“Jadi kerja sama MRA halal ini bukan hanya dengan negara-negara yang penduduknya mayoritas muslim, tapi penduduknya di seluruh negara,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan Kementerian Agama melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) telah menyediakan kuota 1,35 juta sertifikat halal gratis bagi UMKM melalui program Sehati. Ia menegaskan pentingnya sertifikasi halal dalam menjaga mutu produk sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.

Penguatan ekosistem ini juga membutuhkan proses yang berkelanjutan. Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, Dadang Muljawan, menjelaskan bahwa ISEF merupakan puncak dari rangkaian program yang telah dijalankan sepanjang tahun, bukan sekadar pameran.

“Jadi di sini bukan hanya seperti hanya pameran saja, tapi ini adalah satu kulminasi yang menceritakan proses yang dilakukan dari awal tahun,” ujar Dadang.

Ia mencontohkan Bulan Pembiayaan Syariah yang berjalan sepanjang tahun dan mencapai puncaknya melalui ISEF. Festival ini menjadi salah satu wadah untuk memperlihatkan perkembangan berbagai program sekaligus mempertemukan pihak-pihak yang terlibat dalam ekosistem ekonomi syariah.
 

Baca Juga :

Konsumen Indonesia Masih Optimistis, tapi Porsi Pendapatan untuk Tabungan Turun
  Pembiayaan Inovatif dan Transformasi Digital Buka Peluang bagi UMKM
Selain mendorong industri halal, pengembangan ekonomi syariah juga membutuhkan akses pembiayaan yang lebih luas. Dadang menjelaskan bahwa BI menjalankan peran melalui inovasi dan program percontohan yang dapat dikembangkan bersama kementerian, lembaga, serta sektor swasta.

“Bank Indonesia memang tidak memiliki mandat untuk membiayai secara masif, tetapi Bank Indonesia secara proaktif itu membangun pilot-pilot yang sifatnya inovatif, sehingga bisa dilakukan replikasi dengan kementerian lembaga terkait, dengan sektor swasta,” kata Dadang.

Salah satu pendekatan yang dilakukan BI adalah mempertemukan pelaku usaha yang membutuhkan dana dengan pihak yang memiliki sumber pembiayaan.

“Sehingga yang kita lakukan adalah mengenalkan platform bagaimana mereka antara sumber dan entrepreneurs yang membutuhkan dana, bisa bertemu secara efektif dan efisien,” ujarnya.

Pendanaan tersebut tidak hanya dapat berasal dari pembiayaan komersial melalui perbankan dan pasar keuangan syariah. Menurut Dadang, keuangan sosial Islam atau Islamic Social Finance, seperti zakat dan wakaf, juga dapat memperkaya sumber dana untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

“Zakat, wakaf yang kemudian dikombinasikan dengan pola pembiayaan lebih interaktif, lebih inovatif, mudah-mudahan bisa lebih mendorong inklusivitas dan sustainability dari pembangunan Indonesia,” ujarnya.

Di sisi lain, transformasi digital turut menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi syariah. Destry menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi perlu berjalan beriringan dengan sinergi antarpemangku kepentingan.

Pemanfaatan teknologi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan ekonomi syariah. Hal ini sejalan dengan penjelasan Dadang bahwa generasi muda dan digitalisasi dapat menjadi peluang sekaligus tantangan bagi Indonesia.

“Kalau generasi muda ini kita kuatkan, ini akan menjadi engine for development. Tapi kalau kita tidak berhasil menguatkan, ini akan menjadi beban ke depan,” ujar Dadang.

Arah pengembangan tersebut sejalan dengan penekanan Solikin dalam penutupan ISEF 2026 bahwa pertumbuhan ekonomi perlu memberikan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat untuk berpartisipasi dan menikmati manfaatnya.

“Pertumbuhan bukan hanya tentang semakin besarnya aktivitas ekonomi, tetapi yang juga penting adalah semakin luasnya kesempatan masyarakat untuk berpartisipasi, menikmati manfaatnya,” ujar Solikin.

Melalui penguatan industri halal, inovasi pembiayaan, dan pemanfaatan teknologi, ISEF diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperluas akses pasar serta meningkatkan daya saing UMKM. Sinergi antara pemerintah, BI, lembaga keuangan, dan pelaku usaha menjadi kunci agar pengembangan ekonomi syariah tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Wisa Irena Br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
  • URL Berhasil di Salin ISEF 2026 Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Lewat Sinergi dan Pembiayaan UMKM Klik untuk baca: https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/zNAdl76K-isef-2026-perkuat-ekosistem-ekonomi-syariah-lewat-sinergi-dan-pembiayaan-umkm

(ANN)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Irau Malinau ke-12 Siap Digelar, 190 UMKM Ramaikan HUT ke-27
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
BGN percepat aktivasi SPPG baru di wilayah 3T
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Siswa di Tangerang Dilarang Ikut Demonstrasi
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bakom RI Tanggapi soal Demo Mahasiswa 20 Oktober: Apresiasi Tuntutan dan Imbau Aksi Damai
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Penembakan Bharada Laurentius, Momentum Benahi Relasi Senior-Junior Polri
• 22 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.