KRI Sriwijaya: Simbol Kejayaan Nusantara dan Modernisasi Alutsista TNI

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

 Oleh Erik Purnama Putra*

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejarah itu tercipta. Tepatnya terjadi di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9/2026) pagi WIB. Untuk pertama kalinya, Indonesia resmi memiliki armada kapal induk. Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi (C551) resmi bersandar di Jakarta.

Baca Juga
  • KSAL Jelaskan Filosofi Kapal Induk Dinamakan KRI Sriwijaya-100
  • Panglima TNI Resmikan Kapal Induk KRI Sriwijaya-100
  • Presiden Terima KSAL Italia dan Awak Kapal Induk Garibaldi di Istana

Berangkat dari Pelabuhan Tarento, Italia pada 24 Agustus 2026, Garibaldi singgah di dua tempat, sebelum tiba di Indonesia. Setelah melewati Terusan Suez, Garibaldi singgah di Pelabuhan Safaga, Mesir. Titik berikutnya adalah Pelabuhan Kolombo, Sri Lanka.

Kemudian, kapal induk produksi Fincantieri ini berlayar melewati Selat Malaka dan melalui Singapura, serta Perairan Batam, sebelum berlabuh ke Jakarta, sebagai persinggahan akhir. Meski shipnaming dan reflaggingberlangsung sepekan kemudian, namun Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali saat itu juga mengumumkan nama resmi kapal induk tersebut KRI Sriwijaya-100.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Pengumuman itu juga sekaligus mengakhiri desas-desus yang beredar di publik, terkait kapal induk itu akan disematkan nama KRI Gajah Mada. Ali menjelaskan, pergantian nama dari Giuseppe Garibaldi (C551) menjadi KRI Sriwijaya-100 berdasarkan perjalanan sejarah Indonesia.

Menurut dia, Kerajaan Sriwijaya dipilih lantaran merujuk kebesaran Nusantara dan kejayaan bangsa maritim pada masa lampau. "Sriwijaya kerajaan maritim Indonesia yang tertua ya. Lebih tua dari Majapahit. Makanya dipilih itu," kata Ali di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (24/9/2026).

Sayangnya, Presiden RI Prabowo Subianto yang dijadwalkan menghadiri peresmian KRI Sriwijaya urung hadir, digantikan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Meski begitu, prosesi penamaan dan penurunan bendera Italia menjadi Indonesia, serta pelantikan komandan Sriwijaya berlangsung lancar.

"Pada hari ini, Kamis, 24 September 2026, saya Jenderal TNI Agus Subiyanto, Panglima TNI, dengan ini saya resmikan KRI Sriwijaya-100 masuk ajaran TNI AL," kata Agus yang bertindak sebagai inspektur upacara. Selain Laksamana Ali, hadir pula KSAL Italia Laksamana Giuseppe Berutti Bergotto.

Saat memberikan sambutan, Agus menegaskan, Indonesia memiliki wilayah yang sangat strategis karena terdiri dari berbagai pulau dan dilintasi oleh jalur-jalur laut utama. Kondisi itu membuat Indonesia harus mempunyai pertahanan maritim yang kuat agar wilayah laut Indonesia bisa dijaga dengan maksimal.

"Kehadiran KRI Sriwijaya di jajaran TNI Angkatan Laut merupakan wujud nyata modernisasi alutsista TNI," kata Agus.

Menurut dia, hadirnya KRI Sriwijaya, dapat memperkuat pertahanan maritim Indonesia karena dilengkapi dengan berbagai fasilitas komando dan persenjataan yang canggih. “KRI Sriwijaya-100 dengan kemampuan sebagai pusat komando operasi laut yang andal, sekaligus sarana diplomasi pertahanan, dan bantuan kemanusiaan dapat memperkuat peran TNI secara nasional maupun di tingkat regional dan global," ucap Agus.

Dalam catatan Republika, penamaan KRI Sriwijaya dirasa lebih masuk akal daripada KRI Gajah Mada, yang merupakan seorang mahapatih. Adapun kapal fregat TNI AL diberi nama KRI Brawijaya (320) dan Kri Prabu Siliwangi (321), yang secara posisi di atas seorang patih. Sehingga kurang pas jika kapal induk dinamakan Gajah Mada.

Adapun penamaan Sriwijaya merujuk kerajaan terbesar di Nusantara pada abad ke-7 hingga 11. Kerajaan Sriwijaya memiliki sejarah menguasai jalur internasional, khususnya Selat Malaka dan sebagian wilayah Malaysia hingga Thailand. Sehingga pemilihan Sriwijaya menjadi kapal induk pertama TNI AL tersebut dianggap mencerminkan kebesaran sejarah dan kekuatan armada kapal laut.

Co-founder ISDS Dwi Sasongko mengingatkan, kehadiran kapal induk Sriwijaya membutuhkan perencanaan matang, khususnya dalam alokasi bahan bakar. Dengan mesin empat turbin sebagai penggerak, menurut dia, Sriwijaya membutuhkan bahan bakar dalam jumlah besar.

Dia mengingatkan, jangan sampai kehadiran kapal induk memangkas bahan bakar kapal patroli TNI AL lainnya. Di luar itu, Dwi mengapresiasi, TNI AL kini bisa berdiri tegak dengan hadirnya Sriwijaya karena kehadirannya mendapat sorotan dunia.

 

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BNPB Evaluasi Penggunaan Teknologi Dry Ice untuk Penanganan Karhutla
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polri Tangkap 2 Orang Jaringan Mafia Penyelundup Baby Lobster di Depok
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
5 Tipe Karakter Pasangan yang Cocok dengan Libra
• 15 jam lalubeautynesia.id
thumb
Universitas Terbuka Yogyakarta Wisuda 1.635 Lulusan, Banyak Berstatus Pekerja
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Patroli Narkoba Polda Sulsel Sasar Kandea hingga Rajawali, Sabu 51,92 Gram Disita
• 1 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.