Jakarta (ANTARA) - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mewakili Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya mantan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo.
"Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi kehilangan ini," kata Prasetyo dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.
Prasetyo mengatakan Subagyo merupakan salah satu putra terbaik bangsa yang telah mendedikasikan pengabdian dan kehidupannya bagi negara, khususnya melalui perjalanan panjang di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Ia menambahkan pengabdian dan darma bakti Subagyo dalam menjaga kedaulatan, keutuhan, dan kehormatan bangsa merupakan bagian dari perjalanan sejarah pengabdian TNI kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pemerintah menghormati jasa, pengabdian, dan keteladanan almarhum yang telah memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.
Prasetyo berharap nilai-nilai pengabdian, loyalitas, dan semangat patriotisme yang diwariskan Subagyo dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam melanjutkan perjuangan membangun Indonesia.
"Selamat jalan, Jenderal. Terima kasih atas pengabdian dan darma baktimu kepada bangsa dan negara," ucapnya.
Baca juga: Mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Subagyo HS meninggal dunia
Sebelumnya, Subagyo HS meninggal dunia di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta, Senin (19/10), pukul 16.20 WIB.
Hal tersebut dibenarkan Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal TNI Muhammad Nas saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Senin (19/10/2026).
"Betul, kita semua berduka atas kepulangan beliau dan sama-sama kita doakan semoga husnul khotimah," kata Nas melalui lewat pesan singkat.
Subagyo HS merupakan perwira TNI lulusan Akabri Magelang tahun 1970. Perwira TNI jebolan Korps Komando Pasukan Khusus (Kopassus) itu memiliki rekam jejak karir yang gemilang.
Pada tahun 1994–1995, dia menempati posisi strategis sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus dengan pangkat bintang dua atau mayor jenderal.
Di posisi itulah Subagyo menjadi komandan Prabowo yang saat itu berpangkat bintang satu sebagai Wakil Komandan Jenderal (Wadanjen) Kopassus.
Setelah itu, posisi Subagyo sebagai Danjen Kopassus digantikan oleh Prabowo.
Karir Subagyo pun semakin meroket hingga akhirnya berhasil menjabat KSAD pada Februari 1998 sampai November 1999.
Subagyo juga tercatat sebagai satu-satunya jenderal Angkatan Darat yang menjabat KSAD pada tiga periode presiden, yakni Soeharto, B.J. Habibie, dan K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Baca juga: Jenazah mantan KSAD Subagyo HS akan dimakamkan di TMP Kalibata besok
Baca juga: Menhan direncanakan hadiri proses pemakaman Jenderal Subagyo HS
"Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi kehilangan ini," kata Prasetyo dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.
Prasetyo mengatakan Subagyo merupakan salah satu putra terbaik bangsa yang telah mendedikasikan pengabdian dan kehidupannya bagi negara, khususnya melalui perjalanan panjang di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Ia menambahkan pengabdian dan darma bakti Subagyo dalam menjaga kedaulatan, keutuhan, dan kehormatan bangsa merupakan bagian dari perjalanan sejarah pengabdian TNI kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pemerintah menghormati jasa, pengabdian, dan keteladanan almarhum yang telah memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.
Prasetyo berharap nilai-nilai pengabdian, loyalitas, dan semangat patriotisme yang diwariskan Subagyo dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam melanjutkan perjuangan membangun Indonesia.
"Selamat jalan, Jenderal. Terima kasih atas pengabdian dan darma baktimu kepada bangsa dan negara," ucapnya.
Baca juga: Mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Subagyo HS meninggal dunia
Sebelumnya, Subagyo HS meninggal dunia di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta, Senin (19/10), pukul 16.20 WIB.
Hal tersebut dibenarkan Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal TNI Muhammad Nas saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Senin (19/10/2026).
"Betul, kita semua berduka atas kepulangan beliau dan sama-sama kita doakan semoga husnul khotimah," kata Nas melalui lewat pesan singkat.
Subagyo HS merupakan perwira TNI lulusan Akabri Magelang tahun 1970. Perwira TNI jebolan Korps Komando Pasukan Khusus (Kopassus) itu memiliki rekam jejak karir yang gemilang.
Pada tahun 1994–1995, dia menempati posisi strategis sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus dengan pangkat bintang dua atau mayor jenderal.
Di posisi itulah Subagyo menjadi komandan Prabowo yang saat itu berpangkat bintang satu sebagai Wakil Komandan Jenderal (Wadanjen) Kopassus.
Setelah itu, posisi Subagyo sebagai Danjen Kopassus digantikan oleh Prabowo.
Karir Subagyo pun semakin meroket hingga akhirnya berhasil menjabat KSAD pada Februari 1998 sampai November 1999.
Subagyo juga tercatat sebagai satu-satunya jenderal Angkatan Darat yang menjabat KSAD pada tiga periode presiden, yakni Soeharto, B.J. Habibie, dan K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Baca juga: Jenazah mantan KSAD Subagyo HS akan dimakamkan di TMP Kalibata besok
Baca juga: Menhan direncanakan hadiri proses pemakaman Jenderal Subagyo HS





