Bukan Sekadar Menakuti Penonton, Ini yang Bikin Omara Esteghlal Tertarik Main Film Horor

grid.id
4 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID – Bukan sekadar ingin menjajal genre horor, Omara Esteghlal punya alasan menarik di balik keputusannya membintangi film Begu Ganjang. Ia tertarik pada cerita yang mengangkat pertentangan antara logika manusia dan kepercayaan terhadap hal-hal mistis yang belum tentu bisa dijelaskan secara rasional.

Salah satu hal yang membuat Omara tertarik lewat film ini adalah cerita daerah yang belum banyak dibicarakan. Menurutnya, film horor Indonesia memiliki daya tarik tersendiri ketika mengangkat kisah lokal dari berbagai daerah di Indonesia.

Bagi Omara, cerita menjadi pertimbangan utama sebelum menerima tawaran bermain film. Ia tidak ingin membatasi diri pada genre tertentu selama cerita yang ditawarkan mampu menarik perhatiannya.

“Aku benar-benar melihat dari cerita. Kalau aku suka ceritanya, go,” ujar Omara ditemui di Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (19/10/2026).

Selain cerita daerah, Omara juga tertarik pada pertentangan antara pemikiran logis dan kepercayaan terhadap hal-hal mistis yang diangkat dalam Begu Ganjang. Baginya, persoalan tersebut menarik untuk dibahas karena berkaitan dengan cara manusia memahami sesuatu yang belum tentu bisa dijelaskan secara rasional.

“Salah satu pertimbangan aku tadi yang aku sebutin ini tentu cerita daerah yang jarang diobrolin. Dan kedua juga aku sangat tertarik dengan adanya debat antara logika dan hal yang takhayul atau superstisi,” ungkap Omara.

Menariknya, ketertarikan Omara terhadap tema tersebut juga berkaitan dengan caranya menghadapi rasa takut dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengaku termasuk orang yang cukup penakut, terutama ketika berhadapan dengan hal-hal yang berbau mistis.

Meski begitu, Omara berusaha menggunakan logika untuk menghadapi ketakutannya. Ia cenderung mencari penjelasan yang masuk akal ketika menemukan sesuatu yang membuatnya merasa waswas, alih-alih langsung mempercayai hal yang belum bisa dibuktikan.

“Lucunya kenapa aku mau masuk film ini, satu hal yang aku lakukan ketika rasa takut itu lari ke logika. ‘Ah enggak mungkin dong, secara logis enggak mungkin’ karena itu makanya aku tertarik jadi ada sisi antara mistis dan logika,” kata Omara sambil tertawa.

Kebiasaan tersebut membuat pertentangan antara logika dan kepercayaan mistis menjadi hal yang menarik bagi Omara. Dalam konteks Begu Ganjang, tema tersebut menjadi salah satu daya tarik cerita yang mempertemukan pemikiran rasional dengan kepercayaan terhadap hal-hal di luar nalar.

Bagi Omara, film horor juga bisa menawarkan sesuatu yang lebih dari sekadar adegan menyeramkan atau kejutan yang membuat penonton terkejut. Cerita yang kuat menjadi bagian penting agar unsur horor tidak hanya menghadirkan ketegangan, tetapi juga membuat penonton tertarik mengikuti kisahnya.

 

Lewat Begu Ganjang, Omara mengeksplorasi cerita daerah sekaligus pertentangan antara logika dan kepercayaan terhadap hal mistis. Ketertarikan itu menunjukkan bahwa baginya, daya tarik film horor bukan cuma soal menakut-nakuti penonton, melainkan juga cerita yang mengajak mereka melihat persoalan dari sudut pandang berbeda.(*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Batuk hingga Sesak Napas Saat Karhutla, Kapan Harus ke Rumah Sakit?
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Kebiasaan yang Membuat Uang Lebih Mudah Datang
• 20 jam lalubeautynesia.id
thumb
Pemerintah Sepakati Skema KDKMP Boleh Jual Obat Bebas dan Terbatas
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hercules Bawa Pasukan Geruduk Kementerian ATR/BPN Terkait Mafia Tanah
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Kasus Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe, Menko Polkam: Evaluasi Sistem Rekrutmen | SAPA MALAM
• 17 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.