Brussels (ANTARA) - Uni Eropa berencana membentuk suatu pusat pemantauan untuk mencermati kapal-kapal pengangkut minyak Rusia serta aktivitas kapal selam di kawasan Arktik sebagai bagian dari strategi baru guna memperkuat kehadiran militer di wilayah tersebut, The Times melaporkan dengan mengutip Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas dan dokumen yang akan diterbitkan.
Menurut laporan surat kabar tersebut, strategi Uni Eropa itu mencakup pembentukan “pusat keamanan maritim” di lokasi yang belum diumumkan. Pusat tersebut akan memantau aktivitas armada bayangan Rusia (shadow fleet) dan pergerakan kapal selam.
The Times melaporkan bahwa strategi baru Uni Eropa untuk kawasan Arktik dijadwalkan diumumkan pada Rabu.
Selain pusat pemantauan tersebut, dokumen itu memuat rencana pembangunan sistem untuk memantau dan memperbaiki kabel komunikasi bawah laut jika terjadi sabotase. Uni Eropa juga berencana mengembangkan pelabuhan dan bandara yang dapat mendukung pengerahan pasukan secara cepat.
Brussels berencana mengalokasikan dana sebesar 260 juta euro (sekitar Rp4,67 triliun) untuk mengembangkan teknologi militer yang dirancang khusus bagi kondisi Arktik. Teknologi tersebut mencakup pesawat yang mampu beroperasi dalam cuaca ekstrem serta sistem deteksi jarak jauh.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Rusia: NATO perkuat kehadiran militer di wilayah Arktik
Baca juga: Perjanjian soal keamanan Arktik diteken pekan depan
Menurut laporan surat kabar tersebut, strategi Uni Eropa itu mencakup pembentukan “pusat keamanan maritim” di lokasi yang belum diumumkan. Pusat tersebut akan memantau aktivitas armada bayangan Rusia (shadow fleet) dan pergerakan kapal selam.
The Times melaporkan bahwa strategi baru Uni Eropa untuk kawasan Arktik dijadwalkan diumumkan pada Rabu.
Selain pusat pemantauan tersebut, dokumen itu memuat rencana pembangunan sistem untuk memantau dan memperbaiki kabel komunikasi bawah laut jika terjadi sabotase. Uni Eropa juga berencana mengembangkan pelabuhan dan bandara yang dapat mendukung pengerahan pasukan secara cepat.
Brussels berencana mengalokasikan dana sebesar 260 juta euro (sekitar Rp4,67 triliun) untuk mengembangkan teknologi militer yang dirancang khusus bagi kondisi Arktik. Teknologi tersebut mencakup pesawat yang mampu beroperasi dalam cuaca ekstrem serta sistem deteksi jarak jauh.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Rusia: NATO perkuat kehadiran militer di wilayah Arktik
Baca juga: Perjanjian soal keamanan Arktik diteken pekan depan





