Asus mengumumkan laptop premium generasi baru bernama Asus Googlebook 14. Laptop ultra-ringan ini menjalankan sistem operasi Googlebook OS berbasis Android yang terintegrasi langsung dengan ekosistem kecerdasan buatan Google Gemini.
Laptop ini meluncur ke pasaran dengan harga mulai dari 1.299 dolar AS (sekitar Rp 20 jutaan). Googlebook 14 menghadirkan bodi ramping berbobot 0,99 kilogram dengan ketebalan hanya 10,9 milimeter.
Asus menyematkan layar sentuh 14 inci 3K OLED berpelindung Corning Gorilla Glass Matte berkecerahan puncak 1.000 nits.
Sektor dapur pacu mengandalkan prosesor Intel Core Ultra 7 Processor 255 (arsitektur Panther Lake) yang dipadukan bersama memori RAM 16 GB. Baterai berkapasitas 70 Wh di dalamnya sanggup menyuplai daya tahan komputasi hingga 18 jam operasional tanpa henti.
Integrasi Penuh Gemini dan AndroidGooglebook 14 dirancang untuk memperlancar transfer kerja harian (handoff) antara smartphone Android dan laptop. Pengguna dapat melanjutkan penulisan kode, pengeditan dokumen, maupun percakapan multimodal secara instan tanpa hambatan sinkronisasi.
Director of Technical Marketing Asus, Sascha Krohn, menjelaskan rancangan visual unik yang merefleksikan identitas sistem kecerdasan buatan di laptop ini.
"Bilah lampu RGB LED di bagian eksterior menampilkan animasi gelombang warna pelangi khas Gemini saat sistem kecerdasan buatan bekerja," jelas Sascha Krohn dalam presentasi daring, Kamis (1/10).
Selain kapabilitas AI lokal, Googlebook 14 mengusung konektivitas terkini Wi-Fi 7 dan Bluetooth 6, papan sentuh haptic presisi, serta pengeras suara quad-speaker Dolby Atmos.




