Vonis pertama dijatuhkan pasca-kerusuhan akhir pekan di Paris

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Paris (ANTARA) - Pihak berwenang Prancis menjatuhkan hukuman pada tahap pertama terhadap sejumlah warga yang terlibat dalam unjuk rasa besar-besaran yang berujung rusuh Paris, Sabtu (17/10), menurut laporan BFMTV, Senin (19/10).

Beberapa orang, yang telah ditahan karena melakukan kekerasan selama demonstrasi tersebut, telah diadili melalui prosedur peradilan cepat.

Salah satunya adalah seorang koki (21) yang juga mantan petugas pemadam kebakaran. Dia dihukum delapan bulan penjara, dengan dua bulan di antaranya harus dijalani secara langsung di balik jeruji besi.

Koki tersebut telah ditahan sebelum aksi unjuk rasa dimulai. Dia kedapatan membawa delapan botol minuman beralkohol di tasnya dan video di ponselnya yang memperlihatkan dirinya melemparkan bom molotov pada hari sebelumnya.

Kemudian, vonis hukuman satu tahun penjara dengan masa percobaan juga diberikan kepada seorang pria petugas keamanan (23). Dia juga dilarang memiliki senjata atau ikut dalam demonstrasi selama satu tahun.

Petugas keamanan itu ditangkap karena menggunakan bahan piroteknik saat berhadapan dengan seorang petugas polisi di Champs-Elysees.

Menurut BFMTV, kedua pria itu tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya.

Aksi protes dimulai di Prancis pada pertengahan September, ketika para siswa SMA di pinggiran kota Paris turun ke jalan untuk menuntut perbaikan sistem pendidikan di sekolah mereka.

Para siswa itu kemudian bergabung dengan orang-orang yang kecewa dengan kondisi kenaikan harga di Prancis, sehingga aksi unjuk rasa itu pun meluas ke berbagai wilayah lain di negara itu.

Pada Sabtu (17/10), aksi demonstrasi berskala nasional menjadi peristiwa terbesar, yang kemudian berubah menjadi kerusuhan dan tindakan vandalisme. Menurut Kementerian Dalam Negeri Prancis, sekitar 550.000 orang turut serta dalam aksi tersebut.

Di tengah aksi protes akhir pekan lalu itu, para penjarah menyerbu toko-toko, menghancurkan etalase, dan mencuri barang dagangan, termasuk barang-barang dari butik merek mewah, terutama di Paris dan Marseille.

Sumber: Sputnik

Baca juga: KBRI Brussel minta WNI tingkatkan kewaspadaan di tengah demonstrasi

Baca juga: Kemlu imbau WNI waspada unjuk rasa di Paris dan Milan




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahlil: Tidak Boleh Ada Wilayah Indonesia yang Gelap
• 23 jam lalukompas.id
thumb
Mathew Baker Kenang Air Mata Mengucur ketika Nyanyikan Lagu Tanah Airku Dalam Debut di Timnas Indonesia
• 3 jam lalubola.com
thumb
‎Raih Hasil Minor di 4 Laga Beruntun, Pelatih Arema FC Usung Misi Bangkit Lawan Persija Jakarta
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Penanganan Karhutla Pulang Pisau Ditinjau Langsung Oleh BNPB dan Kasad
• 2 jam laludisway.id
thumb
Perkuat SDM Kota Global, Wali Kota Appi Buka Kolaborasi Diplomasi dengan UI dan Unhas
• 21 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.