Pendiri CAN Borneo Buka-bukaan soal Pertemuan Sukarelawan dengan Menteri Kehutanan

jpnn.com
5 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Pendiri Conservation Action Network (CAN) Borneo Paulinus Kristanto memberikan penjelasan terkait pertemuan daring antara sukarelawan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang belakangan menjadi perbincangan publik.

Ia menegaskan, pertemuan tersebut berawal dari upaya menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi sukarelawan di lapangan.

BACA JUGA: Insentif Sukarelawan Pemadam Karhutla Belum Cair, Wali Kota Palangka Raya Rogoh Kocek Pribadi

Paulinus mengatakan, saat ini sukarelawan masih berfokus pada pemadaman kebakaran dan penyelamatan satwa terdampak karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

Ia menyayangkan perhatian publik justru ramai tertuju pada rekaman Zoom dan rangkuman pertemuan dengan Menhut Raja Juli.

BACA JUGA: Dukungan Pemerintah Memicu Sukarelawan Karhutla di Sumsel Terus Bertambah

"Kita masih sibuk pemadaman, rescue satwa terdampak karhutla, lah malah rame soal rekaman Zoom dan rangkuman pertemuan dengan Menteri Kehutanan," tulis Paulinus dalam akun instagramnya.

Ia menjelaskan, pertemuan tersebut bermula ketika sejumlah sukarelawan menghubunginya untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi selama bertugas.

BACA JUGA: Pupuk Indonesia & Sukarelawan Bergerak, Bantuan Disalurkan untuk Korban Bencana NTT

Keluhan itu mencakup kendala koordinasi di lapangan, kebutuhan peralatan, logistik, hingga biaya operasional. Paulinus kemudian meneruskan berbagai persoalan tersebut kepada rekan-rekannya di Kementerian Kehutanan.

Menurut Paulinus, Menhut Raja Juli yang saat itu masih berada di Palangka Raya bersedia mendengarkan langsung masukan para sukarelawan melalui pertemuan daring pada 12 Oktober 2026, sembari menunggu kunjungan ke Tanjung Puting.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah kebutuhan penanganan karhutla dibahas, termasuk usulan pembangunan flying camp agar tim lebih dekat dengan titik api.

Sukarelawan juga mendorong penguatan koordinasi dengan Balai Taman Nasional Tanjung Puting, dan BPBD melalui posko induk di Pangkalan Bun. Menurut Paulinus, Menteri Kehutanan meminta jajaran balai memperkuat koordinasi tersebut.

Selain itu, Paulinus menyampaikan keluhan seorang sukarelawan yang tidak dapat mengikuti pertemuan.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, perusahaan di sekitar kawasan belum memberikan bantuan yang diminta karena masih menangani kebakaran di lahan mereka sendiri.

Menanggapi hal itu, Menteri Kehutanan langsung meminta direktur jenderal terkait untuk menindaklanjutinya.

Terkait pembahasan anggaran yang turut menjadi sorotan, Paulinus menjelaskan bahwa konteksnya adalah pertanyaan mengenai biaya operasional sukarelawan.

Ia memahami penjelasan Menteri Kehutanan sebagai gambaran keterbatasan alokasi untuk mendukung kebutuhan operasional sukarelawan, bukan sebagai pernyataan bahwa kementerian tidak memiliki anggaran untuk penanganan karhutla.

"Nah, soal anggaran yang ramai dibicarakan, konteksnya adalah pertanyaan tentang biaya operasional relawan. Pak Menteri menjelaskan keterbatasan alokasi untuk kebutuhan itu. Jadi, aku memahami penjelasan tersebut sebagai keterbatasan dukungan operasional relawan, bukan bahwa kementerian sama sekali TIDAK punya anggaran penanganan karhutla," ujarnya.

Paulinus juga menyebut Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menjelaskan dukungan melalui skema bantuan presiden (Banpres) yang telah diajukan Menhut Raja Juli dan perlu dikoordinasikan dengan pemerintah daerah. Dalam tindak lanjutnya, kepala balai diminta mendata para sukarelawan.

Ia menegaskan, pertemuan tersebut menjadi ruang bagi sukarelawan untuk menyampaikan persoalan secara langsung agar berbagai kendala di lapangan dapat dicarikan jalan keluar.

Paulinus mengakui sukarelawan menghadapi banyak kesulitan dalam menjalankan tugas, terutama ketika pemadaman dan penyelamatan satwa masih berlangsung.

Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk tidak mengalihkan perhatian dari pekerjaan utama penanganan karhutla.

Menurutnya, kebutuhan mendesak saat ini adalah menyelesaikan kebakaran dan memastikan upaya penyelamatan di lapangan tetap berjalan.

"Jadi udahlah enggak usah ke mana-mana bahasannya, kita masih terus kerja di lapangan. Capek dengan drama politik, kita selsaikan dulu api ini kanda-kandaku," tutup Paulinus. (dil/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sempat Terpuruk hingga Jualan Sayur Usai Cerai dari Wardatina Mawa, Insanul Fahmi Bangkit dan Rintis Usaha
• 5 jam lalugrid.id
thumb
[FULL] WALHI-Adi Prayitno Soroti Karhutla Era Presiden Prabowo, BNPB Update Penanganan | SAPA PAGI
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
9.505 Personel Gabungan Kawal Unjuk Rasa di Jakarta Hari Ini
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Inggris Ancam Sanksi Perusahannya yang Terlibat Penjajahan di Palestina
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Amalan Doa Menjelang Demo Agar Tolak Bala, Selamat dan Dimudahkan Urusan
• 8 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.