Pramono ingin menjadikan Jakarta sebagai kota sinema yang mampu melahirkan film-film berkualitas dan bersaing di kancah internasional.
IDXChannel - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ingin menjadikan Jakarta sebagai kota sinema yang mampu melahirkan film-film berkualitas dan bersaing di kancah internasional.
Hal itu disampaikan Pramono saat membuka Jakarta Film Summit 2026 di Park Hyatt Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).
Ia menilai Ibu Kota sebenarnya sudah menjadi pusat kegiatan perfilman di Indonesia, tetapi masih perlu didorong agar produksinya semakin diperhitungkan di pasar global.
Menurut Pramono, penyelenggaraan Jakarta Film Summit menjadi salah satu langkah untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai kota sinema. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap upaya yang dipimpin Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno tersebut.
“Jakarta mengadakan acara yaitu Jakarta Film Summit. Dan ini adalah terobosan untuk memperkuat branding ataupun status ataupun kedudukan Jakarta sebagai kota sinema,” ujar Pramono.
Ia menilai Jakarta sudah memiliki modal kuat untuk mengembangkan industri perfilman. Pramono menyebut hampir 80 persen aktivitas perfilman di Indonesia berlangsung di Jakarta, mulai dari kegiatan produksi hingga berbagai aktivitas pendukungnya.
Namun, ia berharap industri film Jakarta tidak hanya berkembang di pasar domestik. Menurutnya, film-film yang diproduksi di Ibu Kota harus memiliki kesempatan untuk menembus pasar internasional, setidaknya di kawasan Asia Tenggara.
“Saya meyakini sekarang ini sebenarnya Jakarta sudah menjadi pusat perfilman di Indonesia karena hampir 80 persen aktivitas perfilman itu ada di Jakarta, dibuat dan sebagainya,” katanya.
“Tetapi akan menjadi lebih baik kalau Jakarta enggak jago kandang. Jakarta bisa keluar untuk memproduksi film-film yang sekarang ini bisa bertarung di dunia internasional, minimum di ASEAN,” lanjut Pramono.
Pramono menilai peluang untuk membawa perfilman Indonesia ke tingkat internasional cukup terbuka. Ia mencontohkan perkembangan industri musik Indonesia yang kini memiliki musisi dan seniman dengan kemampuan untuk tampil serta bersaing di panggung dunia.
Menurutnya, potensi serupa juga dimiliki para pekerja film Indonesia. Dengan talenta yang tersedia, ia optimistis sineas lokal mampu menghasilkan karya yang menjangkau penonton lebih luas.
“Saya yakin di dunia perfilman kita mempunyai bakat, bahkan mempunyai talenta untuk itu,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap pengembangan Jakarta sebagai kota sinema dapat diwujudkan melalui koordinasi Pemprov DKI Jakarta, khususnya di bawah kepemimpinan Rano Karno dalam mendorong sektor perfilman.
Pramono menilai penguatan industri film juga sejalan dengan upaya menjadikan Jakarta sebagai pusat penyelenggaraan berbagai acara berskala internasional.
Ia mencontohkan sejumlah musisi dunia yang pernah atau akan tampil di Jakarta, seperti The Weeknd, BTS, hingga Guns N’ Roses. Menurutnya, kemampuan Jakarta menarik perhatian dunia melalui berbagai acara dapat menjadi modal untuk memperkuat posisi Ibu Kota di sektor kreatif lainnya.
“Itu akan memperkuat Jakarta menjadi episentrum event, karena sekarang ini hampir semua pesohor dunia dengan mudah untuk bisa tampil di Jakarta, apakah itu The Weeknd, BTS, Guns N’ Roses, dan sebagainya,” tutur Pramono.
Pemprov DKI Jakarta juga telah membentuk Jakarta Film Commission dengan program awal berupa Filming in Jakarta, yang berfokus pada pengurusan perizinan syuting di Ibu Kota.
Melalui lembaga tersebut, pemerintah daerah ingin mendorong Jakarta menjadi lokasi produksi yang lebih menarik bagi pelaku industri film. Upaya itu juga diharapkan membuka peluang kerja sama dengan mitra internasional.
Pramono berharap berbagai langkah tersebut dapat memperkuat ekosistem perfilman Jakarta, mulai dari peningkatan kualitas produksi hingga perluasan jangkauan film Indonesia ke pasar internasional.
Baginya, Jakarta tidak cukup hanya menjadi pusat aktivitas perfilman nasional. Ibu Kota juga perlu memiliki peran lebih besar dalam melahirkan karya yang mampu bersaing di tingkat regional maupun global. (Febrina Ratna Iskana)





