Polda Kaltim Telusuri soal Ajudan Gubernur Senggol Pendemo: Tunggu Pemeriksaan

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Ajudan Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud berinisial ART terancam ditarik kembali ke kesatuannya setelah ramai dugaan intimidasi dan kekerasan fisik terhadap kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Samarinda yang sedang menyampaikan aspirasi.

ART dikabarkan adalah anggota Polda Kaltim dengan pangkat bintara.

Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Kaltim saat ini sedang berkoordinasi dengan satuan Brimob untuk mendalami insiden tersebut.

Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Tedy Sopandi mengatakan, penanganan kasus tersebut masih berlangsung. Pihaknya akan menindaklanjuti laporan dan informasi yang diperoleh untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Kita sedang koordinasi, nanti akan kita tindak lanjuti,” ujar Tedy saat dikonfirmasi, Selasa (20/10).

Tedy menegaskan, tindakan anggota kepolisian di lapangan harus sejalan dengan arahan pimpinan Polri. Setiap personel dituntut menjaga sikap dan hubungan baik dengan masyarakat, termasuk saat bertugas mengawal pejabat.

Menurutnya, aparat harus mengedepankan keadilan, transparansi, dan profesionalisme. Sikap arogan dalam menjalankan tugas tidak dapat dibenarkan jika bertentangan dengan ketentuan dan arahan pimpinan.

Terkait kemungkinan sanksi terhadap ART, Tedy menyebut keputusan akan menunggu hasil pemeriksaan Bidpropam dan kesatuan Brimob. Salah satu konsekuensi yang mungkin diambil adalah menarik ART dari tugas pengawalan gubernur.

“Nanti kita tunggu pemeriksaan dari kesatuannya. Bisa jadi (ditarik kembali), yang jelas bahwa apa yang dilakukan itu bertentangan dengan arahan Bapak Kapolri,” kata Tedy.

Sekilas Kejadian

Sebelumnya insiden itu terjadi setelah demo mahasiswa terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Senin (19/10). Sekitar pukul 18.00 Wita, sejumlah mahasiswa masih berada di dekat Masjid Nurul Mu’minin untuk beristirahat sebelum meninggalkan lokasi.

Masjid ini berada di kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda.

Salah seorang kader GMNI Samarinda, Rossa Tri Rahmawati, mengatakan dirinya bersama rekan-rekannya sedang duduk menunggu azan Magrib. Menurut Rossa, situasi berubah ketika Rudy Mas’ud melintas bersama dua ajudannya menuju masjid untuk salat.

Sebelumnya, mahasiswa menggelar aksi untuk menyampaikan tuntutan terkait penanganan karhutla. Mereka juga berharap dapat bertemu langsung dengan Gubernur. Namun, menurut keterangan mahasiswa, pertemuan tersebut tidak terlaksana.

Rossa mengaku merekam momen ketika rombongan Gubernur Mas'ud melintas menggunakan telepon selulernya. Ia menyatakan tidak menghalangi perjalanan rombongan maupun menyentuhkan ponsel kepada Gubernur.

“Saya cuma sekadar nyeletuk bertanya, kenapa tadi enggak menemui massa aksi? Malah dia yang menghampiri kami untuk menjawab,” kata Rossa.

Rossa menuturkan, setelah dirinya merekam dan melontarkan pertanyaan, salah seorang ajudan tiba-tiba menepis ponsel yang dipegangnya secara kasar. Tindakan itu kemudian memicu protes dari mahasiswa lain yang berada di lokasi.

Kader GMNI lainnya, Ridwan, juga mengaku mengalami benturan fisik dengan ajudan gubernur. Ia menyebut ajudan tersebut menghampirinya sebelum terjadi kontak fisik.

Video ajudan berkemeja putih sengaja menyenggol seorang pendemo viral di media sosial dan memicu amarah publik karena dinilai arogan dan intimidatif.

Sementara, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud belum memberikan klarifikasi resmi terkait insiden yang melibatkan ajudannya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump, Putin, dan Xi Jinping Bakal Bertemu di China pada November
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Ini Penjelasan BEI soal Saham HSC Dikeluarkan dari Perhitungan IHSG
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Kasus Upah Pungut di Bappenda Kabupaten Bogor, KPK Panggil Lima Saksi 
• 38 menit laluokezone.com
thumb
Viral Bongkahan Es Diduga Jebol Atap Rumah di Palembang, BMKG Evaluasi Penyemaian Dry Ice dalam OMC
• 19 jam lalupantau.com
thumb
98 Kasus Karhutla Terkait Korporasi Masuk Penyidikan, Segera Ada Tersangka
• 19 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.