Pemerintah Indonesia dan Prancis terus memperkuat kerja sama bilateral di bidang kebudayaan melalui pengembangan kawasan warisan dunia. Hal ini diwujudkan lewat langkah InJourney Destination Management bersama Centre des Monuments Nationaux (CMN) Prancis yang resmi memulai tahapan asesmen awal pengembangan museum di kawasan Candi Borobudur, Jawa Tengah.
Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut nyata dari Deklarasi Borobudur yang sebelumnya diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Mei 2025 lalu. Kolaborasi lintas negara ini akan berfokus pada penyusunan konsep museum, peningkatan kualitas interpretasi warisan budaya, serta pertukaran keahlian guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di kawasan Candi Borobudur.
Ketua CMN, Marie Lavandier, telah melakukan kunjungan langsung ke Indonesia untuk meninjau kondisi eksisting Borobudur. Peninjauan ini turut didampingi oleh perwakilan Kedutaan Besar Prancis, Direktur Utama InJourney Destination Management Febrina Intan, serta EVP Marketing and Tourism InJourney Yoesman Sugianto.
Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan, menjelaskan bahwa rekam jejak CMN menjadi landasan kuat dalam kolaborasi ini. "CMN memiliki keahlian dalam merawat monumen dan situs budaya di Prancis. Oleh karena itu, mereka bekerja sama dengan kami untuk membangun konsep museum di Borobudur," jelas Febrina dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Selasa 20 Oktober 2026.
Baca Juga :
Menbud Pastikan Pemugaran Yasti Borobudur Sesuai Kaidah KonservasiSenada dengan hal tersebut, Marie Lavandier menyatakan komitmen penuh pihak Prancis untuk membagikan pengalaman mereka dalam tata kelola situs bersejarah berstandar internasional.
"Borobudur adalah situs kelas dunia dan salah satu tempat terindah di dunia. Merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk bekerja sama demi masa depannya. Kami hadir untuk berbagi, belajar bersama, dan menempatkan pengelolaannya di level tertinggi tingkat dunia," tutur Marie.
Selain peningkatan infrastruktur, transfer pengetahuan menjadi elemen krusial dalam proyek ini. EVP Marketing and Tourism Programs InJourney, Yoesman Sugianto, menegaskan bahwa kolaborasi ini dirancang untuk meningkatkan ekosistem pariwisata secara keseluruhan.
"Dengan bekerja sama bersama rekan-rekan dari Prancis, kami dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Salah satu bagian dari kerja sama ini adalah mentransfer keahlian kepada para karyawan kami, sehingga kita dapat menghubungkan seluruh pilar manajemen destinasi," paparnya.
Rangkaian kegiatan selanjutnya akan difokuskan pada workshop bersama dan penyusunan draf konsep museum. Konseptualisasi pembangunan museum Borobudur ini ditargetkan rampung pada tahun depan.
Melalui keberlanjutan working group ini, InJourney berharap pengelolaan Borobudur kelak mampu menyajikan standar operasional kelas dunia yang tetap menjaga outstanding universal value dan identitas lokal, serta memberikan pengalaman edukatif yang lebih bermakna bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.




