Istana Beberkan Intensifikasi OMC Tangani Karhutla, Curah Hujan Capai 67,45 Juta Meter Kubik

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID– Pemerintah terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi modifikasi cuaca (OMC) di sejumlah wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Selain bahan semai natrium klorida (NaCl), pemerintah juga menerapkan metode baru menggunakan dry ice atau es kering.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan berbagai upaya dilakukan secara maksimal, mulai dari pengerahan personel darat hingga pemanfaatan peralatan udara dan penegakan hukum.

BACA JUGA:Prabowo Perintahkan Karhutla Ditangani Tanpa Menunggu Hujan, 98 Kasus Korporasi Masuk Penyidikan

“Pasukan darat termasuk relawan berjibaku tak mengenal waktu,” kata Prasetyo melalui pesan singkat, Selasa, 20 Oktober 2026.

Ia menambahkan seluruh peralatan udara dikerahkan meskipun karakteristik lahan gambut berbeda dengan tanah mineral.

Pemerintah juga melakukan penegakan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab, dengan sanksi terberat berupa pencabutan izin. Edukasi kepada masyarakat terus digalakkan karena faktor manusia menjadi penyebab utama kebakaran.

“Edukasi terus-menerus dilakukan karena faktor utama kebakaran itu karena ada faktor manusianya,” tuturnya.

Berdasarkan pembaruan hingga Selasa, 20 Oktober 2026 pukul 06.00 WIB, OMC di Sumatera Selatan telah dilaksanakan delapan sorti sejak 16 Oktober dengan 1.600 kilogram NaCl dan 4.000 kilogram dry ice.

Dukungan dari Posko Lampung pada 15-18 Oktober melalui enam sorti menggunakan 4.800 kilogram dry ice. Upaya tersebut menurunkan konsentrasi PM2.5 dan meningkatkan jarak pandang.

BACA JUGA:Karhutla Terus Membara, Prabowo Perintahkan Operasi Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice

Di Kalimantan Tengah, OMC berlangsung sejak 26 Agustus dengan total 48 sorti dan 43.800 kilogram NaCl. Volume curah hujan yang dihasilkan mencapai 67,45 juta meter kubik.

Posko bantuan dari Kalimantan Selatan mendukung sejak 18 Oktober dengan dua sorti menggunakan masing-masing 800 kilogram dry ice dan NaCl. Hujan tercatat di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kapuas, Gunung Mas, dan Barito Timur.

Di Kalimantan Selatan, OMC sejak 10 Oktober mencapai 23 sorti dengan 23.000 kilogram NaCl dan menghasilkan 222,67 juta meter kubik curah hujan. Hujan terjadi di Kabupaten Tabalong, Tapin, dan Barito Kuala.

BACA JUGA:Pramono Hormati Aksi Greenpeace Bentangkan Spanduk Kritik di Bundaran HI

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
35 Tahun Kemitraan, McDonald s Indonesia Dorong Pemasok Lokal Naik Kelas-Perluas Lapangan Kerja
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Perangi Narkoba, Kapolresta Sidoarjo Ajak Para Mahasiswa Berantas Narkoba Serbuk hingga Cair
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Aron Ashab Mengaku Diculik 6 Bulan, Sang Kakak Justru Singgung Kebohongan
• 23 jam lalucumicumi.com
thumb
Perkembangan Teknologi Indonesia Butuh Dukungan Investor
• 18 jam lalukompas.id
thumb
Militer Korsel perintahkan respons tegas atas provokasi Korut
• 32 menit laluantaranews.com
Berhasil disimpan.