MAN 2 Makassar Borong 11 Medali di Ajang Riset Internasional

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Makassar kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Delegasi madrasah tersebut berhasil memboyong 11 medali dalam ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2026 yang berlangsung di kampus Universitas Indonesia (UI), Depok, 13–17 Oktober 2026.

Sebanyak 11 medali yang diraih terdiri atas delapan medali emas dan tiga medali perak. Capaian ini menjadi bukti kemampuan siswa MAN 2 Makassar dalam mengembangkan riset dan inovasi berbasis sains serta teknologi.

Kompetisi tersebut diikuti 738 tim riset dari sejumlah negara. Para peserta berkompetisi dalam berbagai kategori penelitian dan inovasi yang menjadi wadah bagi peneliti muda untuk menampilkan gagasan serta solusi atas beragam persoalan.

Dari 11 kelompok riset yang diikutkan MAN 2 Makassar, tujuh medali emas dan dua medali perak diraih pada kategori internasional. Sementara pada kategori nasional, delegasi madrasah tersebut memperoleh satu medali emas dan satu medali perak.

Kepala MAN 2 Kota Makassar, Darmawati, mengapresiasi pencapaian para siswa bersama guru pembimbing yang telah bekerja keras mempersiapkan penelitian hingga tahap presentasi.

“Raihan 11 medali dalam ajang ISIF 2026 ini merupakan bukti nyata bahwa semangat pembinaan riset dan inovasi di MAN 2 Kota Makassar berjalan dengan sangat baik,” kata Darmawati di Makassar, Sabtu (17/10/2026).

Ia mengatakan, prestasi tersebut tidak lepas dari dedikasi para siswa dan guru pembimbing dalam mengembangkan karya penelitian. Menurutnya, capaian itu sekaligus membawa nama baik madrasah, Kementerian Agama, dan Indonesia di tingkat internasional.

“Kami amat bangga atas dedikasi serta kerja keras para murid dan guru pembimbing yang tak kenal lelah membawa nama harum madrasah, Kementerian Agama, serta bangsa Indonesia di kancah dunia,” ujarnya.

Darmawati menegaskan, pihaknya berkomitmen terus mendukung pengembangan riset dan inovasi untuk mencetak generasi yang unggul serta mampu bersaing secara global.

Apresiasi juga disampaikan Penjamin Mutu sekaligus Pembina Riset MAN 2 Kota Makassar, Khoiri. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang, mulai dari perumusan ide, pelaksanaan penelitian, hingga penyampaian hasil riset di hadapan juri.

Menurut Khoiri, para siswa tidak hanya dituntut mampu berpikir kritis dalam merumuskan gagasan berbasis sains dan teknologi. Mereka juga harus memiliki kemampuan komunikasi ilmiah untuk menjelaskan hasil penelitian secara meyakinkan.

“Mereka tidak hanya dituntut kritis dalam merumuskan gagasan berbasis sains dan teknologi, tetapi juga dibekali kemampuan komunikasi ilmiah di depan para juri internasional. Semoga prestasi ini menjadi pemicu semangat bagi murid lainnya untuk terus berani berinovasi dan berkarya,” tuturnya.

Beragam penelitian yang diikutsertakan mencakup bidang kesehatan, lingkungan, pendidikan, teknologi, dan ilmu sosial. Sejumlah karya mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari pemantauan kualitas udara bagi penderita gangguan pernapasan, pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pembelajaran, hingga pengembangan perangkat kesehatan berbasis teknologi.

Pada kategori medali emas, salah satu karya yang dihasilkan siswa adalah sistem pemantauan kualitas udara dalam ruangan bagi pasien gangguan pernapasan. Ada pula penelitian mengenai dampak penggunaan ChatGPT terhadap pengalaman belajar siswa di MAN 2 Makassar.

Inovasi lainnya mencakup sistem pemantauan tanaman berbasis Internet of Things (IoT), pengembangan platform pemeriksaan kesehatan berbasis sensor jari, alternatif susu nabati dari biji bunga matahari, serta perangkat peringatan kualitas udara bagi remaja penderita asma.

Para siswa juga mengembangkan sistem prediksi kematangan kompos berbasis multisensor dan machine learning untuk mengoptimalkan proses penguraian limbah organik.

Sementara itu, karya yang meraih medali perak antara lain sistem pemantauan tempat sampah berbasis IoT, inovasi minuman fungsional berbahan lokal yang dikaitkan dengan kewirausahaan generasi muda, serta perangkat pengingat konsumsi obat dan pemantauan kepatuhan minum obat.

Penelitian lain yang meraih medali perak mengangkat pemanfaatan ekstrak kulit pisang kepok sebagai bahan aktif dalam formulasi spray gel berbasis biopolimer untuk mendukung penyembuhan luka.

Ajang ISIF 2026 tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga kesempatan bagi para siswa untuk bertukar gagasan, memperluas jaringan, dan mengasah kemampuan penelitian bersama peserta dari berbagai negara.

Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi siswa MAN 2 Makassar untuk terus mengembangkan inovasi sekaligus mendorong budaya riset di lingkungan madrasah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bakal Didepak dari IHSG, Apa Itu Saham HSC?
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
NEA Singapura Rilis 10 Perusahaan RI yang Diduga Terlibat Karhutla, Ini Daftar Lengkapnya
• 4 jam laludisway.id
thumb
Hari Santri 2026 harus jadi momentum penguatan pesantren ramah anak
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Terdengar Gemuruh, Puing Roket China Jatuh di Kebun Sawit Sampit, Kalteng
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari ini Selasa, 20 Oktober 2026: BMKG Prediksi Terik Seharian
• 11 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.