Jakarta (ANTARA) - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mengembangkan sumber pangan lokal, seperti protein hewani, sebagai bagian dari upaya mengatasi persoalan gizi dan stunting di daerah tertinggal.
Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PPDT) Kemendes PDT Samsul Widodo mencontohkan upaya pencegahan stunting itu telah dilakukan pihaknya di Sumba Barat melalui pengolahan bekicot sebagai alternatif sumber pangan yang dicoba untuk diperkenalkan kepada anak-anak.
"Di Sumba Barat, kami untuk pencegahan stunting mencoba mengolah bekicot dan sebagainya. Walaupun secara tradisional mereka tidak makan bekicot, tapi anak-anak suka. Nah, ini yang kami coba kembangkan," kata Samsul saat menyampaikan pidato kunci dalam Simposium Nasional Inventaris Masalah Kesehatan di Daerah Tertinggal (SINTESA) yang digelar Kemendes PDT berkolaborasi dengan Universitas Indonesia (UI) seperti diikuti secara daring di Jakarta, Selasa.
Upaya seperti itu, kata dia, menjadi bagian dari pendekatan yang dilakukan Kemendes PDT untuk menjawab persoalan ketahanan pangan dan gizi di daerah-daerah tertinggal di Tanah Air. Samsul lalu mengatakan persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan dengan hanya mengandalkan ketersediaan bahan pangan sumber karbohidrat.
Baca juga: Pakar UGM: Protein hewani berperan penting dalam pembangunan manusia
Ia menekankan ketersediaan protein hewani menjadi salah satu tantangan pemenuhan pangan masyarakat di sejumlah wilayah tertinggal.
“Isu terbesarnya adalah protein hewan,” kata Samsul.
Berikutnya dia menyampaikan bahwa Kemendes PDT pada saat ini tengah menyiapkan program pengembangan sistem pangan bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD). Program tersebut antara lain mencakup pendampingan kepada masyarakat untuk mengembangkan kegiatan pertanian dan sumber protein hewani.
Menurutnya, pengembangan sumber pangan tersebut perlu disertai pendampingan. Dengan demikian Samsul menilai masyarakat dapat mengembangkan keterampilan dan mengelola sumber daya yang tersedia di lingkungannya.
Baca juga: Protein hewani mudah diserap tubuh dan bantu pertumbuhan anak
Baca juga: Jenis protein berdasarkan sumber dan fungsinya untuk kesehatan tubuh
Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PPDT) Kemendes PDT Samsul Widodo mencontohkan upaya pencegahan stunting itu telah dilakukan pihaknya di Sumba Barat melalui pengolahan bekicot sebagai alternatif sumber pangan yang dicoba untuk diperkenalkan kepada anak-anak.
"Di Sumba Barat, kami untuk pencegahan stunting mencoba mengolah bekicot dan sebagainya. Walaupun secara tradisional mereka tidak makan bekicot, tapi anak-anak suka. Nah, ini yang kami coba kembangkan," kata Samsul saat menyampaikan pidato kunci dalam Simposium Nasional Inventaris Masalah Kesehatan di Daerah Tertinggal (SINTESA) yang digelar Kemendes PDT berkolaborasi dengan Universitas Indonesia (UI) seperti diikuti secara daring di Jakarta, Selasa.
Upaya seperti itu, kata dia, menjadi bagian dari pendekatan yang dilakukan Kemendes PDT untuk menjawab persoalan ketahanan pangan dan gizi di daerah-daerah tertinggal di Tanah Air. Samsul lalu mengatakan persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan dengan hanya mengandalkan ketersediaan bahan pangan sumber karbohidrat.
Baca juga: Pakar UGM: Protein hewani berperan penting dalam pembangunan manusia
Ia menekankan ketersediaan protein hewani menjadi salah satu tantangan pemenuhan pangan masyarakat di sejumlah wilayah tertinggal.
“Isu terbesarnya adalah protein hewan,” kata Samsul.
Berikutnya dia menyampaikan bahwa Kemendes PDT pada saat ini tengah menyiapkan program pengembangan sistem pangan bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD). Program tersebut antara lain mencakup pendampingan kepada masyarakat untuk mengembangkan kegiatan pertanian dan sumber protein hewani.
Menurutnya, pengembangan sumber pangan tersebut perlu disertai pendampingan. Dengan demikian Samsul menilai masyarakat dapat mengembangkan keterampilan dan mengelola sumber daya yang tersedia di lingkungannya.
Baca juga: Protein hewani mudah diserap tubuh dan bantu pertumbuhan anak
Baca juga: Jenis protein berdasarkan sumber dan fungsinya untuk kesehatan tubuh




