Taj Yasin mengatakan gerakan tersebut bertujuan menanamkan kepedulian terhadap kebersihan sekaligus mendorong pesantren mengelola sampah dengan lebih baik. Menurutnya, kepedulian terhadap kebersihan tidak cukup hanya diajarkan, tetapi juga perlu diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari.
Untuk membangun kebiasaan tersebut, tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu mengajak masyarakat membiasakan diri membawa dan mengumpulkan sampah masing-masing saat mengikuti berbagai kegiatan, termasuk pengajian. Sampah yang terkumpul kemudian perlu dibuang pada tempatnya dan dipilah agar dapat dimanfaatkan kembali.
Pemilahan sampah tersebut juga membuka peluang pemanfaatan kembali sesuai jenisnya. Gus Yasin menjelaskan, sampah plastik dapat didaur ulang atau diolah menjadi berbagai kreasi, sedangkan sampah organik dapat dimanfaatkan untuk budi daya maggot sebagai pakan ternak.
"Yang non-daur ulang bisa dikembangkan menjadi maggot, menjadi pakan ternak. Ini semuanya harus kita olah. Dimulai dari kapan? Dari hari ini. Dimulai dari mana? Dari pesantren ini," ujar Gus Yasin dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).
Melalui gerakan tersebut, Gus Yasin berharap pesantren dapat menjadi salah satu pelopor budaya bersih di tengah masyarakat. Pembiasaan sejak lingkungan pendidikan diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan di kalangan santri, termasuk ketika mereka beraktivitas di luar pesantren.
Selain mendorong kebiasaan menjaga kebersihan, Gus Yasin juga menyerahkan bantuan untuk mendukung kebutuhan pesantren dan masyarakat. Bantuan tersebut berupa dana rehabilitasi Pondok Pesantren Raudhatul Mubtadi'in Pemalang sebesar Rp 20 juta serta paket sembako dari Baznas Jawa Tengah.
Pelaksanaan gerakan roan di berbagai daerah juga menjadi bagian dari upaya memperluas budaya bersih di lingkungan pesantren. Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah Saiful Mujab mengatakan bahwa gerakan tersebut dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Saiful menambahkan kegiatan tingkat provinsi dipusatkan di di Pondok Pesantren Roudhotul Mubtadiin, Desa Pesantren, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, sedangkan pelaksanaan di daerah dilakukan melalui kerja sama Kemenag dengan pemerintah kabupaten/kota untuk menentukan pesantren yang menjadi lokasi kegiatan.
Selain kegiatan bersih-bersih, rangkaian acara di Pondok Pesantren Roudhotul Mubtadiin juga mencakup penyaluran bantuan kepada pesantren dan masyarakat serta pelayanan kesehatan.
Pelayanan kesehatan tersebut meliputi Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Spesialis Keliling (Speling). Berbagai kegiatan ini turut melengkapi pelaksanaan roan yang tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menghadirkan manfaat bagi pesantren dan masyarakat sekitar.
Bagi para santri, kegiatan tersebut juga menjadi pengalaman tersendiri. Salah satunya Muhammad Anugerah Vito, yang mengaku senang dapat mengikuti kegiatan roan bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah dan menerima peci secara langsung dari Gus Yasin.
Menjelang Hari Santri Nasional 2026, Vito berharap momentum tersebut dapat menjadi kesempatan bagi para santri untuk memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik.
"Semoga bisa merubah diri kita yang menjadi lebih baik lagi ke depannya," pungkasnya.
Simak juga Video 'Menko Muhaimin Dorong Lulusan Pesantren Harus Siap Kerja':
(akd/ega)





