TNI dan Australian Defence Force (ADF) menggelar latihan menembak terintegrasi menggunakan berbagai jenis senjata dan amunisi dalam puncak Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026. Latihan bertajuk Combined Joint Live Firing Exercise (CJLFX) itu berlangsung di Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 5 Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Selasa (20/10).
Latgabma Keris Woomera 2026 berlangsung selama sembilan hari, sejak 10 hingga 20 Oktober 2026. Latihan ini melibatkan 2.174 personel TNI dan Australia, termasuk sekitar 1.000 personel Australian Defence Force (ADF) dan lebih dari 1.200 personel TNI.
Komandan Kodiklat TNI Letjen TNI Mohamad Naudi Nurdika bersama Komandan Operasi Gabungan Laksdya Admiral Justin Jones dari ADF meninjau langsung latihan menembak tersebut dari Titik Peninjauan T12 di area Puslatpurmar 5 Baluran.
Dalam latihan ini, TNI mengerahkan prajurit Yonif 521/Dadaha Yodha dari Brigif 16/Wira Yudha dan Yonif 1 Marinir dari Brigif 2 Marinir. Sejumlah persenjataan yang digunakan meliputi pesawat Super Tucano, Multi Launch Rocket System (MLRS) Vampire, howitzer 105 mm, mortir 81 mm, Senapan Penembak Runduk-3 (SPR-3), Barrett Multi-Role Adaptive Design (MRAD), Multiple Grenade Launcher (MGL), Rocket-Propelled Grenade (RPG), senapan serbu SS2, Caracal, dan Minimi 5,56 mm.
Sementara itu, ADF mengerahkan sistem peluncur roket artileri mobilitas tinggi M142 HIMARS, howitzer M777A2 kaliber 155 mm, mortir 81 mm, rudal antitank Javelin, peluncur granat otomatis, senapan runduk, senjata Carl-Gustaf kaliber 84 mm, serta senjata ringan. Australia juga melibatkan pasukan infanteri dari 1st Battalion Royal Australian Regiment.
Pengerahan HIMARS dalam latihan ini menjadi bagian dari pencapaian penting bagi militer Australia. Menurut Departemen Pertahanan Australia, Keris Woomera 26 menjadi latihan pertama yang melibatkan pengerahan dan penembakan HIMARS milik Australia di luar negeri.
Latihan tersebut juga menandai pertama kalinya Skuadron Nomor 4 Angkatan Udara Australia mengerahkan pesawat ke Asia Tenggara sejak Perang Dunia II. Selain itu, Australia untuk pertama kalinya melaksanakan pelatihan integrasi siber bersama Indonesia.
Latihan Gabungan Darat, Laut, dan UdaraSelain latihan menembak terintegrasi, Keris Woomera 2026 mencakup latihan operasi gabungan udara-darat melalui HIMARS Rapid Infiltration (HIRAIN). TNI dan ADF juga melaksanakan latihan integrasi amfibi dan maritim di perairan Jawa Timur hingga Pantai Banongan.
Dalam operasi amfibi, pasukan Australia menggunakan kapal HMAS Choules bersama kapal pendarat dan tim operasi taktis maritim untuk memproyeksikan serta mempertahankan kekuatan tempur dari laut ke darat bersama unsur infanteri Korps Marinir TNI.
Latihan maritim melibatkan KRI Sultan Iskandar Muda-367 serta kapal perang Australia, yakni HMAS Choules, HMAS Perth, dan HMAS Stalwart. Kapal-kapal tersebut menjalani manuver taktis dan latihan bersama, termasuk integrasi helikopter MH-60R Seahawk milik Australia dan helikopter AS565 Panther milik Indonesia bersama unsur angkatan laut kedua negara.
Latihan itu juga melibatkan tembakan-tembakan artileri dari howitzer dan HIMARS Australia, dan milik TNI.
Selain itu dilibatkan pula bantuan udara yang melibatkan pesawat Super Tucano milik TNI dan PC-21 milik Australia. Keduanya menjalankan rangkaian latihan yang mencakup dukungan udara jarak dekat, pengendalian udara di garis depan, dan misi angkutan udara. Australia turut mengerahkan pesawat C-130J Hercules.
Rangkaian kegiatan lainnya meliputi pertukaran pengetahuan, latihan lapangan di Puslatpurmar 5 Baluran, serta latihan integrasi kemampuan pertahanan siber, pengendalian daerah latihan, dan pelayanan medis lapangan.
Pusat Penerangan TNI menyebut latihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan operasi gabungan, menyelaraskan prosedur taktis, serta memperkuat koordinasi unsur laut, darat, dan udara.
“Melalui Latgabma Keris Woomera 2026 yang berlangsung sejak 10 hingga 20 Oktober 2026 dan diikuti sebanyak 2.174 personel ini, sebagai wujud komitmen TNI dalam memperkuat kemitraan strategis, mendukung diplomasi pertahanan, dan menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik,” demikian keterangan Pusat Penerangan TNI.
Perkuat Kemitraan PertahananSementara Laksdya Justin Jones mengatakan, latihan tersebut memberikan kesempatan bagi kedua negara untuk berlatih bersama dalam lingkungan yang realistis dan menantang.
“Latihan Keris Woomera 26 memberikan kesempatan berharga bagi Australia dan Indonesia untuk berlatih bersama dalam lingkungan yang realistis dan menantang,” kata Jones, dikutip dari keterangan resmi Departemen Pertahanan Australia, Selasa (20/10).
Menurut Jones, latihan tersebut menunjukkan kemampuan Australia dan Indonesia untuk mengintegrasikan kekuatan dalam menghadapi tantangan keamanan bersama di tengah perubahan lingkungan strategis yang berlangsung cepat.
“Indonesia adalah mitra penting dan berkelanjutan bagi Australia, dan latihan seperti Keris Woomera memperkuat kemitraan kami yang mendalam dan telah berlangsung lama, yang dilandasi oleh kepercayaan, rasa saling menghormati, dan kerja sama yang erat,” ujarnya.
Keris Woomera pertama kali digelar pada 2024 dan dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Departemen Pertahanan Australia menyatakan latihan tahun ini memperkuat kemampuan kedua negara untuk mengerahkan dan mempertahankan pasukan ketika diperlukan, meningkatkan kesiapan militer, serta mendukung keamanan kolektif kawasan Indo-Pasifik.
“Latihan seperti Keris Woomera memberikan manfaat keamanan nyata bagi Australia dan Indonesia,” kata Jones.
“Pengalaman yang diperoleh memperkuat kemampuan kami untuk mengerahkan dan mempertahankan pasukan ketika diperlukan, meningkatkan kesiapan kami, serta berkontribusi terhadap keamanan kolektif kawasan,” tuturnya.
Departemen Pertahanan Australia menyebut Keris Woomera 2026 sebagai kegiatan pelatihan militer luar negeri terbesar ADF pada 2026. Latihan ini juga menegaskan komitmen kedua negara terhadap kawasan Indo-Pasifik yang damai, stabil, dan sejahtera.





