Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.992 per USD

idxchannel.com
56 menit lalu
Cover Berita

Pengamat Pasar Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah berhasil menguat di tengah tekanan sentimen global dan domestik.

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.992 per USD. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada perdagangan Selasa (20/10/2026). Mata uang Garuda naik 54 poin atau 0,30 persen ke level Rp17.992 per USD.

Pengamat Pasar Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan rupiah berhasil menguat di tengah tekanan sentimen global dan domestik. 

Baca Juga:
Rupiah Melemah ke Rp18.046 Dibayangi Sentimen Global hingga MSCI 

Dari global, perintah eksekutif yang diterbitkan oleh Trump pada Jumat malam mencabut sanksi dan tarif utama AS yang berkaitan dengan Rusia, termasuk bea atas barang-barang dari negara tersebut serta penalti bagi pihak yang membeli minyak dan gas Rusia memberi angin segar. Namun, pada Sabtu, Trump menyatakan bahwa dia belum mengambil keputusan akhir terkait masalah ini, sementara Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan bahwa para pejabat memerlukan lebih banyak waktu untuk mengevaluasi situasi tersebut.

Kelompok Houthi di Yaman yang berafiliasi dengan Iran menyatakan pada Senin bahwa mereka telah melancarkan sejumlah serangan terhadap target-target energi, bandara, dan militer di Arab Saudi. Target tersebut mencakup fasilitas Aramco di Yanbu, ladang minyak Shaybah, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, serta bandara di Abha. Pihak berwenang Arab Saudi tidak segera mengonfirmasi klaim tersebut.

Baca Juga:
Prabowo Koordinasikan Upaya Stabilitas Rupiah hingga Pengedalian Inflasi Pangan

Sementara itu, 58 orang tewas dan lebih dari 200 lainnya terluka setelah kelompok Houthi melancarkan serangan pada Senin terhadap kamp pelatihan pasukan keamanan pemerintah di provinsi Shabwa, Yaman. Serangan-serangan baru ini meningkatkan kekhawatiran mengenai stabilitas kawasan dan menegaskan risiko yang terus ada terhadap pasokan energi dari wilayah tersebut, sehingga menjaga harga minyak tetap berada di atas USD100 per barel.

Pernyataan terbaru dari para pejabat The Fed juga mengisyaratkan keterbukaan terhadap pengetatan lebih lanjut, meskipun mereka belum memberikan sinyal kuat mengenai kenaikan suku bunga pada pertemuan tanggal 27–28 Oktober. Saat berbicara di Bangkok pada Jumat, Ketua The Fed Kevin Warsh tetap pada pendiriannya untuk menghindari pemberian panduan ke depan.

Baca Juga:
BI Lapor Perkembangan Inflasi dan Rupiah ke Prabowo

Minggu ini, agenda ekonomi AS tidak akan diisi oleh pidato dari para pejabat Federal Reserve (The Fed) karena bertepatan dengan periode blackout (masa tenang) menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) bulan Oktober. Namun, sejumlah data ekonomi tetap akan dirilis, seperti data mingguan klaim tunjangan pengangguran, serta data awal (flash) PMI dari S&P Global.

Dari domestik, realisasi investasi Indonesia sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun atau 75,4 persen dari target tahun ini, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 2.194.496 orang. Capaian realisasi investasi triwulan III 2026 mencapai Rp528,7 triliun. Sementara itu, total investasi dari Januari sampai September 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun atau 75,4 persen dari target.

Realisasi investasi selama sembilan bulan pertama 2026 terdiri atas penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp777,8 triliun atau 50,5 persen dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp761,4 triliun atau 49,5 persen. Dari sisi sektor, industri logam dasar serta barang logam yang bukan mesin dan peralatannya menjadi penyumbang terbesar PMA, dengan nilai Rp216,6 triliun atau 31,7 persen. Sementara itu, sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi mendominasi PMDN dengan realisasi Rp117,8 triliun atau 15,5 persen.

Secara kumulatif, realisasi investasi selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang dihitung sejak triwulan IV 2024 hingga triwulan III 2026, mencapai Rp3.923,2 triliun. Investasi tersebut menyerap 5.485.944 tenaga kerja, dengan kontribusi wilayah Jawa sebesar Rp1.892,2 triliun atau 48,2 persen dan luar Jawa Rp2.031 triliun atau 51,8 persen.

Pemerintah menetapkan target investasi sebesar Rp13.032,8 triliun untuk periode 2024–2029 guna mendukung sasaran pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029. Dari total investasi kumulatif tersebut, PMDN mencapai Rp1.998,7 triliun atau 50,9 persen, sedangkan PMA sebesar Rp1.924,5 triliun atau 49,1 persen.

Berdasarkan berbagai sentimen di atas, untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada rentang  Rp17.990 - Rp18.040 per USD.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fadil Jaidi Dapat Hadiah Ulang Tahun Lapangan Tenis dari Keluarga, Persiapannya Sejak Awal Tahun
• 8 jam laluintipseleb.com
thumb
Pramono Pastikan Segera Pasang Penerangan di Jalan Pemuda Jaktim
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menkomdigi: Pengembangan AI Tak Boleh Abaikan Kebutuhan Dasar Masyarakat
• 8 jam lalukompas.id
thumb
Atasi Karhutla, Mensesneg: Pakai Dry Ice untuk Memecah Asap
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Presiden Prabowo Instruksikan Listyo Kawal Program Prioritas Nasional
• 18 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.