BPBD: Musim Hujan di Mataram Mulai November

metrotvnews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Mataram: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), mengatakan hasil koordinasi dengan BMKG Mataram menyebutkan perkiraan cuaca untuk Kota Mataram di sepanjang bulan Oktober 2026 menjadi masa dimulainya pembentukan bibit awan hujan.

"Diperkirakan hujan akan mulai turun di bulan November dengan intensitas normal. Sementara puncak musim hujan untuk wilayah Mataram dan sekitarnya diprediksi pada bulan Januari 2027," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram Budi Wartono di Mataram, Selasa, 20 Oktober 2026, melansir Antara.

Baca Juga :

BMKG Ungkap Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat 16-22 Oktober
Dia mengatakan bahwa langkah antisipasi masuknya musim hujan sudah dilakukan, termasuk berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram untuk melakukan penanganan sedimen dan sampah pada saluran, drainase, dan sungai. Langkah tersebut, kata dia, untuk mengantisipasi terjadinya luapan air yang masuk ke permukiman warga.

"Begitu juga di wilayah pesisir, kondisi gelombang pantai terus kami pantau," kata Budi.

Sementara itu, menyinggung dampak musim kemarau, Budi mengungkapkan hingga hari ini wilayah Kota Mataram belum terdampak kekeringan ekstrem seperti di sejumlah kabupaten/kota lainnya di NTB. Dia memastikan bahwa penyediaan air bersih masih terpenuhi. 


Ilustrasi hujan

Selain itu, hingga hari ini BPBD memastikan belum menerima laporan maupun aduan terkait dampak kekeringan ekstrem yang dialami warga. Kepastian itu diperoleh setelah pihak BPBD berkoordinasi intensif dengan jajaran kepala wilayah, enam camat, serta 50 lurah, di seluruh wilayah Kota Mataram.

"Ketersediaan air bersih masyarakat sejauh ini masih relatif aman dan tidak ditemukan adanya sumur warga yang mengering. Begitu pula di sektor pertanian, aktivitas bercocok tanam masih berjalan normal tanpa memicu kekeringan ekstrem yang menyebabkan kegagalan panen maupun gagal tanam," jelas dia.

Meskipun diakuinya debit air pada saluran irigasi terpantau mengalami penurunan akibat berkurangnya pasokan air dari wilayah hulu, tapi aliran air tersebut dipastikan masih berfungsi untuk mengaliri lahan pertanian.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Laba Universal BPR Melonjak 115,61 Persen Jadi Rp18,3 Miliar hingga September 2026
• 3 jam lalurepublika.co.id
thumb
Cara Pelajar Prancis Melatih Kemampuan Berpikir Kritis
• 17 jam lalubeautynesia.id
thumb
Dua tahun Prabowo-Gibran, OTT KPK meningkat tajam
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Wamenkop: Kopdes Bukan Program Bagi-Bagi Sembako, tapi Investasi Jangka Panjang
• 35 detik lalukompas.tv
thumb
Prabowo Dadakan Panggil Kepala BRIN ke Istana, Ada Apa?
• 11 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.