jpnn.com, BANDUNG - Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mendorong integrasi bantuan sosial dengan program pemberdayaan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga prasejahtera melalui Sekolah Rakyat.
Dengan sekitar 44.000 siswa yang telah dijangkau, program ini menjadi salah satu potensi dan pintu masuk bagi pemerintah untuk memperluas pemberdayaan keluarga secara terintegrasi.
BACA JUGA: Menko Muhaimin Sebut Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Pemutus Mata Rantai Kemiskinan
Salah satu upayanya dilakukan melalui pelatihan Langkah Aksi Kapasitas Sosial Mikro untuk inklusi (LAKSMI) bagi 100 pelaku usaha mikro di Bandung Raya dengan fokus pada ibu atau wali siswa Sekolah Rakyat agar mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.
“Bansos, sementara. Berdaya, selamanya. Sederhananya begitu,” kata Gus Ipul dalam acara Model Wadah Ekosistem Pemberdayaan Usaha Masyarakat Melalui Perintis Berdaya Connect di Bandung Creative Hub, Kota Bandung, Selasa (20/10).
BACA JUGA: Anugerah Jurnalistik Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Wartawan Bantu Melihat yang Terabaikan
Mensos Gus Ipul menjelaskan integrasi bantuan sosial dan pemberdayaan merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar program pemerintah tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga mendorong keluarga penerima manfaat menuju kemandirian.
BACA JUGA: Wamensos Agus Jabo Minta Sentra Optimalkan Layanan dan Dukung Penuh Sekolah Rakyat
Menurutnya, bantuan sosial dan pemberdayaan memiliki tujuan yang saling berkaitan, tetapi pelaksanaannya kerap belum terhubung secara optimal.
Ego sektoral dan koordinasi antarlembaga menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui kolaborasi yang lebih sistematis.
“Untuk kepentingan itu, Presiden menghadirkan Kemenko Pemberdayaan. Presiden menyadari dua ini sering tidak ketemu (bansos dan pemberdayaan). Di antara keduanya ini ada ego sektoral dan masalah-masalah yang rumit yang seringkali tidak pernah dibahas dengan duduk bersama,” kata dia.
Karena itu, Gus Ipul mengapresiasi peran Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat yang dipimpin Muhaimin Iskandar dalam memperkuat sinergi lintas kementerian dan lembaga.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghubungkan program bantuan sosial dengan berbagai intervensi pemberdayaan secara lebih terarah.
“Dengan adanya Kemenko Pemberdayaan ini, kita diajak kerja kolaborasi yang lebih sistematis, menghubungkan seluruh program-program pemerintah. (Terutama) bansos menuju ke pemberdayaan,” jelas Gus Ipul.
Gus Ipul mencontohkan Sekolah Rakyat sebagai salah satu program strategis Presiden yang tidak hanya memberikan akses pendidikan kepada anak dari keluarga prasejahtera, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan keluarga.
“Anaknya sekolah, anaknya lulus, keluarganya naik kelas. Kira-kira seperti itu,” ujar Gus Ipul.
Ia menjelaskan, pendekatan Sekolah Rakyat diarahkan untuk mendorong perubahan kondisi keluarga secara menyeluruh.
Selain memperoleh akses pendidikan, keluarga siswa diharapkan dapat terhubung dengan dukungan lain, seperti peningkatan kelayakan tempat tinggal (rumah layak huni), jaminan kesehatan, serta program pemberdayaan sosial dan ekonomi.
Dengan demikian, pendidikan anak diharapkan menjadi bagian dari upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Sementara itu, orang tua didorong untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian agar kesejahteraan keluarga dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Saat ini, Sekolah Rakyat telah menjangkau sekitar 44.000 siswa. Jumlah tersebut menjadi potensi jangkauan pemberdayaan bagi keluarganya, melalui integrasi program yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing keluarga.
“Sekitar 44 ribu siswa berarti ada 44 ribu keluarga yang nanti akan masuk ke dalam program Bapak Menko ini,” kata Gus Ipul.
Dalam kegiatan di Bandung, 100 orang tua siswa Sekolah Rakyat mulai dilibatkan dalam upaya pemberdayaan.
Gus Ipul berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut secara optimal dan menjadi contoh bagi keluarga lain di wilayahnya.
“Bapak-Ibu akan jadi contoh. Bapak-Ibu akan jadi model. Kalau Bapak-Ibu sekalian nanti sukses, insyaallah di tempat-tempat lain akan sukses,” katanya.
Senada, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar optimistis mampu mendorong keluarga siswa Sekolah Rakyat untuk menjadi pelaku bisnis dan naik kelas.
“Insyaallah Pak Mensos akan dorong minimal 40 ribu wali murid dari sekolah rakyat harus naik kelas menjadi pelaku bisnis. Sehingga generasinya tumbuh dari pendidikan, orang tuanya lepas dari masalah ekonomi yang dihadapi,” kata Muhaimin.
Menurutnya, pemberdayaan 100 orang tua siswa Sekolah Rakyat di Kota Bandung menjadi rintisan piloting strategis memutus transmisi kemiskinan.
“Ini akan menjadi piloting yang sangat strategis sekolah rakyat, sekaligus mengatasi mata rantai kemiskinan. Dan inilah contoh yang saya kira anaknya sekolah orang tuanya juga diberikan satu tahapan kemajuan,” pungkas Muhaimin.
Seusai acara, Mensos Gus Ipul bersama Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar meninjau 100 ibu dan wali murid Sekolah Rakyat se-Bandung Raya yang mengikuti pelatihan usaha mikro melalui program LAKSMI Kementerian UMKM di Bandung Creative Hub.
“Di sini difasilitasi, jadi harus sukses supaya mandiri dan tidak bergantung pada bansos lagi,” pungkas Gus Ipul.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza, Wakil Wali Kota Bandung H. Erwin, Bupati Bandung M. Dadang Supriatna, Wakil Bupati Bandung Barat H. Asep Ismail, Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira.
Hadir pula Sekretaris Jenderal Kemensos Muhamad Hasan Chabibie, Dirjen Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, Staf Khusus Menteri Sosial Ishaq Zubaedi Raqib, Tenaga Ahli Menteri Andy Kurniawan dan Agustinus Budi Prasetyohadi, serta Sekretaris Ditjen Linjamsos Beni Sujanto.
Turut hadir, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko Pemberdayaan Masyarakat Dyah Tri Kumolosari, Deputi I Leontinus Alpha Edison, serta Staf Khusus Menko Arif Ruba’i dan Andreas Marbun, Plt. Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Reghi Perdana, Deputi Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi Destry Anna Sari, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat Naniek Sekarningsih, Direktur Utama BNI, serta undangan pelatihan pemberdayaan dan UMKM. (mrk/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Wamensos Agus Jabo Mendorong Sekolah Rakyat di Simalungun Mulai Dibangun Awal 2027
Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi




