Pasuruan, Jawa Timur (ANTARA) -
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, Jawa Timur menyiapkan anggaran belanja tidak terduga (BTT) untuk memperbaiki jaringan pipa air bersih sepanjang 5,2 kilometer yang rusak akibat kebakaran hutan di lereng Gunung Arjuno dan Gunung Ringgit.
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengatakan perbaikan jaringan pipa ditargetkan mulai dikerjakan pekan depan untuk memulihkan distribusi air bersih, terutama bagi warga Desa Jatiarjo dan Dayurejo yang masih mengalami gangguan pasokan.
"Solusi jangka panjangnya adalah perbaikan jaringan pipa air bersih, sedangkan solusi jangka pendeknya melalui penyaluran air bersih bagi warga terdampak," katanya di Pasuruan, Senin.
Saat memimpin rapat terbatas bersama relawan, pemerintah desa, dan organisasi perangkat daerah (OPD) di Kantor Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, ia menjelaskan kerusakan terjadi pada jaringan pipa yang mengalirkan air dari sumber menuju tandon penampungan hingga rumah warga.
Ia menyatakan ke depannya pembangunan jaringan air bersih baru akan menggunakan material besi yang dinilai lebih tahan terhadap paparan api.
Baca juga: BPBD fokus water bombing padamkan titik api baru di Gunung Arjuno
Rusdi menegaskan pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki selama proses perbaikan berlangsung.
Ia juga menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang untuk memantau kondisi lapangan.
Selain di Desa Jatiarjo dan Dayurejo, Kecamatan Prigen, jaringan yang melayani wilayah Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi itu juga masih dalam pengecekan untuk memastikan tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan lebih lanjut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mengatakan distribusi bantuan air bersih akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing desa berdasarkan koordinasi bersama pemerintah desa.
"Penyaluran air bersih akan kami sesuaikan dengan kebutuhan warga, terutama di desa-desa yang masih mengalami kekurangan air," katanya.
Berdasarkan pendataan sementara, kerusakan jaringan pipa mencapai sekitar 5,2 kilometer dari sumber air hingga tandon penampungan pertama, sehingga pemulihan jaringan menjadi prioritas untuk mengembalikan pasokan air bersih kepada masyarakat terdampak.
Baca juga: Pendakian Gunung Arjuno-Welirang dibuka kembali pascakebakaran
Baca juga: BPBD Jatim masifkan "water bombing" guna tangani karhutla Arjuno
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, Jawa Timur menyiapkan anggaran belanja tidak terduga (BTT) untuk memperbaiki jaringan pipa air bersih sepanjang 5,2 kilometer yang rusak akibat kebakaran hutan di lereng Gunung Arjuno dan Gunung Ringgit.
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengatakan perbaikan jaringan pipa ditargetkan mulai dikerjakan pekan depan untuk memulihkan distribusi air bersih, terutama bagi warga Desa Jatiarjo dan Dayurejo yang masih mengalami gangguan pasokan.
"Solusi jangka panjangnya adalah perbaikan jaringan pipa air bersih, sedangkan solusi jangka pendeknya melalui penyaluran air bersih bagi warga terdampak," katanya di Pasuruan, Senin.
Saat memimpin rapat terbatas bersama relawan, pemerintah desa, dan organisasi perangkat daerah (OPD) di Kantor Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, ia menjelaskan kerusakan terjadi pada jaringan pipa yang mengalirkan air dari sumber menuju tandon penampungan hingga rumah warga.
Ia menyatakan ke depannya pembangunan jaringan air bersih baru akan menggunakan material besi yang dinilai lebih tahan terhadap paparan api.
Baca juga: BPBD fokus water bombing padamkan titik api baru di Gunung Arjuno
Rusdi menegaskan pemerintah daerah juga menyiapkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki selama proses perbaikan berlangsung.
Ia juga menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang untuk memantau kondisi lapangan.
Selain di Desa Jatiarjo dan Dayurejo, Kecamatan Prigen, jaringan yang melayani wilayah Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi itu juga masih dalam pengecekan untuk memastikan tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan lebih lanjut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mengatakan distribusi bantuan air bersih akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing desa berdasarkan koordinasi bersama pemerintah desa.
"Penyaluran air bersih akan kami sesuaikan dengan kebutuhan warga, terutama di desa-desa yang masih mengalami kekurangan air," katanya.
Berdasarkan pendataan sementara, kerusakan jaringan pipa mencapai sekitar 5,2 kilometer dari sumber air hingga tandon penampungan pertama, sehingga pemulihan jaringan menjadi prioritas untuk mengembalikan pasokan air bersih kepada masyarakat terdampak.
Baca juga: Pendakian Gunung Arjuno-Welirang dibuka kembali pascakebakaran
Baca juga: BPBD Jatim masifkan "water bombing" guna tangani karhutla Arjuno





