Pantau - Tim Patroli Perintis Presisi Direktorat Samapta Polda Metro Jaya bersama personel polisi wanita mengamankan 20 pemuda yang diduga hendak melakukan tawuran di kawasan Bassura, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026) dini hari.
Dalam penindakan tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam dan cairan yang diduga air keras.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan tindakan kepolisian dilakukan setelah petugas menerima laporan masyarakat mengenai potensi bentrokan antarkelompok pemuda.
"Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya bentrokan yang dapat membahayakan keselamatan warga," kata Budi di Jakarta, Selasa.
Polisi Bergerak Setelah Terima Laporan Pukul 01.23 WIBBudi menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula dari laporan warga yang diterima kepolisian sekitar pukul 01.23 WIB.
Laporan itu menyebutkan adanya sekelompok pemuda yang berkumpul dan berpotensi terlibat tawuran di kawasan Bassura.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Patroli Perintis Presisi segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.
Petugas kemudian membubarkan kelompok pemuda yang berkumpul guna mencegah terjadinya bentrokan.
Sebanyak 20 pemuda diamankan dalam kegiatan patroli tersebut.
Polisi Sita Celurit, Golok, dan Cairan Diduga Air KerasSelain mengamankan para pemuda, polisi menemukan sejumlah barang yang kemudian dijadikan barang bukti.
Barang-barang tersebut terdiri atas satu bilah celurit, satu bilah golok, dan cairan yang diduga air keras.
Petugas juga mengamankan 12 unit telepon genggam serta tiga unit sepeda motor.
Seluruh barang bukti dibawa untuk kepentingan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.
Polisi belum menjelaskan kepemilikan masing-masing barang bukti maupun peran setiap pemuda yang diamankan.
Sebanyak 20 Pemuda Dibawa ke Mako Direktorat SamaptaDirektur Samapta Polda Metro Jaya Kombes Pol. Wahyu Dwi Ariwibowo mengatakan seluruh pemuda yang diamankan telah dibawa ke Markas Komando Direktorat Samapta Polda Metro Jaya.
Sekitar pukul 04.30 WIB, sebanyak 20 pemuda beserta barang bukti diserahkan kepada petugas piket.
Penyerahan tersebut dilakukan untuk pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga informasi disampaikan, kepolisian belum mengumumkan penetapan tersangka maupun proses hukum lanjutan terhadap para pemuda tersebut.
Polisi Imbau Orang Tua Awasi Anak dan Laporkan Potensi TawuranBudi menegaskan bahwa patroli kepolisian bertujuan menjaga keamanan masyarakat sekaligus mencegah generasi muda terlibat tindak kekerasan.
"Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, kami ingin memastikan lingkungan tetap aman dan anak-anak muda tidak terlibat dalam kekerasan yang dapat merugikan masa depan mereka," ujarnya.
Ia mengajak orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama pada malam hingga dini hari.
Masyarakat juga diminta berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dan melaporkan potensi gangguan ketertiban.
Warga yang mengetahui adanya rencana tawuran atau aktivitas mencurigakan dapat menghubungi layanan kepolisian melalui nomor 110.




