Jakarta, tvOnenews.com - Inter Milan mendapat apresiasi atas penampilan mereka saat menghadapi Bologna. Namun, mantan penyerang Italia, Nicola Ventola, mengingatkan Nerazzurri agar segera membenahi sejumlah masalah.
Ventola menilai Inter masih memiliki kualitas skuad yang mumpuni untuk bersaing di level tertinggi. Meski begitu, ia menyoroti kegagalan tim meraih poin dalam dua laga awal Liga Champions.
Menurut Ventola, persoalan utama Inter bukan terletak pada kelemahan kolektif tim. Ia justru melihat kesalahan individu sebagai penyebab sejumlah gol yang bersarang ke gawang Nerazzurri.
Dalam acara Viva El Futbol, Ventola memberikan contoh saat Inter menghadapi Bologna. Ia menyoroti momen ketika Luis Henrique kehilangan penguasaan bola sebelum Tommaso Pobega mencetak gol.
“Gol-gol yang bersarang ke gawang Inter sejauh ini semuanya merupakan akibat kesalahan individu, bukan kesalahan tim,” ujar Ventola.
Ia kemudian menyinggung kesalahan yang terjadi saat melawan Bologna. Menurutnya, kehilangan bola dalam situasi krusial bisa memberikan keuntungan besar bagi lawan.
Ventola juga mengaku khawatir dengan pendekatan permainan Inter di Liga Champions. Ia menilai kesalahan sejak awal pertandingan dapat membuat tim kesulitan mengejar ketertinggalan.
Di kompetisi Eropa, setiap kesalahan bisa berdampak besar terhadap hasil akhir pertandingan. Karena itu, Inter dituntut tampil lebih disiplin sejak menit pertama agar tidak memberikan kesempatan kepada lawan.
Ventola turut memberikan perhatian khusus kepada Club Brugge. Ia mengaku terkesan dengan intensitas permainan klub Belgia tersebut dalam pertandingan pekan sebelumnya.
“Brugge membuat saya terkesan pekan lalu. Mereka bermain dengan tempo yang sangat tinggi,” kata Ventola.
Menurutnya, persoalan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi pelatih Inter, Cristian Chivu. Sang pelatih perlu memastikan timnya mampu menjaga konsentrasi sekaligus mengurangi kesalahan yang tidak perlu.
Ventola tetap menilai Inter sebagai salah satu tim dengan kualitas skuad terbaik di Italia. Namun, kekuatan tersebut harus diimbangi dengan konsistensi permainan agar mereka tidak terus kehilangan poin.
Ia juga mengingatkan Inter agar tidak menganggap remeh pertandingan di kompetisi domestik. Kesalahan yang berulang di Serie A berpotensi memengaruhi kepercayaan diri tim ketika tampil di Eropa.




