Jatim Jadi Salah Satu Pilot Project Nasional Pengelolaan Keanekaragaman Hayati

suarasurabaya.net
8 jam lalu
Cover Berita

Jawa Timur menjadi satu dari empat provinsi yang ditunjuk sebagai pilot project atau percontohan pengelolaan keanekaragaman hayati di Indonesia bersama Kalimantan Timur, Aceh, dan Papua Barat Daya.

Hal itu disampaikan A A Leonardo Teguh Sambodo Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, dalam peluncuran dokumen Profil Keanekaragaman Hayati dan Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Provinsi Jawa Timur di Kota Surabaya, Selasa (20/10/2026).

Jawa Timur ditunjuk sebagai percontohan karena memiliki kekayaan ekosistem meliputi 48 persen kawasan mangrove di Pulau Jawa. Serta kuatnya kolaborasi pemerintah dengan sektor swasta dalam pelestarian lingkungan.

Dia menilai perusahaan yang berinvestasi di Jawa Timur memiliki komitmen dalam berkolaborasi untuk melestarikan sumber daya alam.

“Provinsi Jawa Timur dipilih menjadi satu dari empat provinsi yang dijadikan sebagai pilot, di samping Kalimantan Timur, Aceh, maupun Papua Barat Daya, karena memiliki keunikan tersendiri. Jawa Timur dipilih karena sudah memiliki platform kerja sama pemerintah dan swasta yang kuat,” ujar Leonardo.

Selain itu keberadaan flora dan fauna endemik juga menjadi potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat dan lingkungan.

“Selain itu juga beberapa flora dan fauna endemik yang khas ini menjadi salah satu bagian bagaimana ini kemudian menjadi modalitas, terutama untuk jasa lingkungan yang dikelola oleh masyarakat, misalnya melalui pariwisata berbasis masyarakat,” jelasnya.

Leonardo menjelaskan, penyusunan profil dan rencana induk pengelolaan keanekaragaman hayati merupakan upaya pemerintah mengintegrasikan konservasi alam dengan pembangunan ekonomi.

Menurut dia, pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi biru telah menjadi prioritas pemerintah sebagai sumber pertumbuhan baru dalam agenda pembangunan nasional.

Oleh sebab itu, pelestarian sumber daya alam perlu sejalan dengan upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Jadi di sini melihat bahwa konservasi sumber daya alam bukan merupakan misi yang terpisah dengan bagaimana pemerintah meningkatkan pertumbuhan dan menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat,” katanya.

Untuk diketahui, Dokumen Profil Keanekaragaman Hayati tersebut akan memetakan kekayaan keanekaragaman hayati di Jawa Timur.

Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar penyusunan Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati sebagai pedoman pengelolaan dan pelestarian kekayaan alam daerah.

“Ini bisa diperkuat untuk memastikan kekayaan alam yang ada di Jawa Timur pada akhirnya tidak hanya menghasilkan keberlanjutan dari lingkungan, tapi juga memastikan menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat,” jelasnya.

Penyusunan dokumen tersebut merupakan hasil kolaborasi Kementerian PPN/Bappenas dengan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), didukung sejumlah mitra pembangunan.

Sementara itu, Nurkholis Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur mengatakan Jatim memiliki Taman Kehati seluas sekitar 27 hektare yang berlokasi di Cerme, Kabupaten Gresik.

Menurutnya, keterlibatan perusahaan swasta diperlukan untuk mendukung pengembangan dan pengelolaan Taman Kehati, mengingat pembangunan kawasan tersebut membutuhkan biaya yang cukup besar.

“Dari Kementerian LHK kalau di Jawa Timur itu sudah ada 8 Taman Kehati. Jadi kita juga punya, Taman Kehati luasnya sekitar 27 hektare, lokasinya ada di Cerme, Gresik,” ujar Nurkholis.

Kolaborasi dengan perusahaan swasta itu juga dilakukan untuk menanam berbagai jenis tumbuhan, termasuk tanaman endemik dan langka yang semakin sulit ditemukan.

Dengan peluncuran dokumen tersebut, Jawa Timur diharapkan dapat memperkuat perencanaan konservasi keanekaragaman hayati sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengintegrasikan pelestarian lingkungan.

“Jadi mereka juga menanam tanaman-tanaman yang endemik dan langka. Itu bisa ditemui di Taman Kehati kita,” jelasnya. (wld/saf/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Siswa Korban Gempa di Nagekeo, NTT, Kini Belajar di Tengah Panas dan Debu
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Dewa United bidik kemenangan ketika jamu Persijap Jepara
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Eks Napiter Pembakar Warung Babi Sukoharjo Ditangkap, Serang Polisi Pakai Parang
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
TEMPEST Diumumkan Bubar, Agensi Ungkap Aktivitas Anggotanya Selanjutnya
• 9 jam lalucumicumi.com
thumb
Bisa Nyalain Mesin Motor Pakai Stik Xbox, Segini Biayanya
• 20 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.