BEM UI Gelar Aksi Demonstrasi Pakai Model Baru, dan Ini Dia 5 Tuntutan Mahasiswa...

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama elemen masyarakat menggelar aksi demonstrasi dengan menerapkan pola baru di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).

Dalam aksi ini, massa mahasiswa memilih datang secara terpisah dan menggelar aksi demonstrasi tanpa mengenakan jas almamater.

Wakil Ketua BEM UI, Fathimah Azzahra, menjelaskan bahwa pendekatan anyar tersebut diterapkan untuk mengantisipasi potensi hambatan atau penyekatan sebelum massa mencapai titik lokasi. Selain itu, BEM UI ingin menguji pola demonstrasi yang lebih fleksibel dan partisipatif.

"Di aksi kali ini mungkin nuansanya agak sedikit berbeda, kalau sebelumnya aksi massa yang sangat full dengan orasi. Tapi di sini akan ada beberapa kayak performance, terus akan ada kegiatan-kegiatan yang mungkin, lebih, suasananya lebih refresh gitu ya dibandingkan sebelumnya dan harapannya ini bisa lebih banyak merangkul juga masyarakat yang mungkin mau ikut turun juga dan sebagainya.  mencoba model yang lebih bisa diikuti oleh lebih banyak orang gitu," kata Fathimah kepada wartawan, Selasa (20/10).

Aksi di Tugu Tani diisi dengan pertunjukan seni (performance) dan pendekatan yang lebih segar guna menggantikan dominasi orasi konvensional.

Pemilihan Tugu Tani sebagai lokasi baru menggantikan Bundaran HI dinilai memiliki simbolisme perjuangan yang kuat sekaligus bertujuan untuk lebih mudah merangkul masyarakat umum.

5 Tuntutan Utama BEM UI

Dalam penyampaian aspirasinya, BEM UI membawa lima poin tuntutan utama kepada pemerintah:

- Penanganan Karhutla: Menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional serta melakukan pemulihan ekosistem secara menyeluruh.

- Tata Kelola Ekonomi: Membenahi kebijakan ekonomi nasional demi mengentaskan ketimpangan sosial di masyarakat.

- Perlindungan Ruang Sipil: Menghentikan penyempitan ruang sipil serta menghentikan segala bentuk kriminalisasi terhadap masyarakat dan aktivis.

- Pemberantasan KKN: Memperketat pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) yang dinilai kembali mengkhawatirkan.

- Demokratisasi Pendidikan: Menurunkan biaya pendidikan tinggi dan mewujudkan sistem pendidikan nasional yang berpihak pada rakyat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Yang Diketahui soal Demo Prancis Meluas ke Daratan Eropa Lain
• 15 jam laludetik.com
thumb
Doktif Bakal Polisikan Istri Richard Lee, Kuasa Hukum DRL: Tobatlah!
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Optimalisasi Tambahan TKD Pidie Pulihkan 66 Gampong di 9 Kecamatan
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Menperin Sarmuji Dorong Kolaborasi Industri Kakao Nasional, Program Cocoa Doctor Targetkan 100 Peserta pada 2026
• 20 jam lalupantau.com
thumb
​Gebrakan Kapolda Sumut: Wakapolda & Kapolresta Deli Serdang Resmi Berganti!
• 22 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.