Kok Bisa Banyak Pikiran Bikin Perut Buncit? Ini Penjelasannya

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Perut Buncit sering kali dikaitkan dengan kebiasaan makan berlebihan dan kurang olahraga. Namun, tahukah kamu bahwa Banyak Pikiran Bikin Perut Buncit juga menjadi topik yang menarik untuk dibahas? Stres berkepanjangan dan kurang tidur ternyata dapat memengaruhi metabolisme tubuh serta berkaitan dengan penumpukan lemak di sekitar organ dalam.

Lemak yang menumpuk di sekitar organ dalam disebut lemak visceral. Penumpukan lemak ini bukan hanya memengaruhi bentuk tubuh, tetapi juga berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan metabolik. Karena itu, menjaga berat badan ideal tidak cukup hanya dengan mengatur porsi makan, tetapi juga perlu memperhatikan kualitas tidur dan pengelolaan stres.

Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, S.Si., M.Sc. atau Prof. Zulys, menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang dapat memicu perut buncit. Selain pola makan dan aktivitas fisik, kondisi stres yang berlangsung lama juga perlu diperhatikan.

“Perut buncit bukan sekadar soal penampilan, melainkan persoalan lemak visceral, yaitu lemak yang menumpuk di sekitar organ dalam dan berkaitan dengan risiko gangguan metabolik,” ujar Prof. Zulys dalam unggahannya di Instagram.

Menurut Prof. Zulys, gaya hidup modern menjadi salah satu faktor yang membuat masalah perut buncit semakin sering ditemukan. Konsumsi makanan tinggi energi dan gula, kurang bergerak, serta pola tidur yang tidak teratur dapat memengaruhi kondisi metabolisme tubuh.

“Kenapa zaman sekarang masih mudah perutnya buncit? Penyebabnya adalah konsumsi makanan tinggi energi dan gula, kurang olahraga, tidur berantakan, ditambah stres berkepanjangan yang dapat mengganggu sistem hormonal kita, termasuk kortisol,” jelas Prof. Zulys.

Hubungan Stres dan Perut Buncit
Lantas, bagaimana banyak pikiran bisa berkaitan dengan perut buncit? Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah hormon kortisol. Hormon ini berperan dalam respons tubuh terhadap stres dan membantu mengatur berbagai fungsi, termasuk metabolisme.

Ketika seseorang mengalami stres berkepanjangan, pengaturan hormon dalam tubuh dapat terganggu. Dalam kondisi tertentu, paparan kortisol yang tinggi dalam jangka panjang dapat berkaitan dengan peningkatan penumpukan lemak visceral.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tanpa Saham HSC, IHSG Diperkirakan Bisa Tembus 5.925
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
F-PKB MPR: Pasal 33 UUD 1945 Harus Jadi Pedoman Membangun Perekonomian Berkeadilan
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
OJK perkuat pasar modal dengan transparansi dan penegakan hukum
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Djarot PDIP Soroti Karhutla hingga IHSG dan Rupiah Melemah
• 3 jam laludisway.id
thumb
Alamtri (ADRO) Hari Ini Lanjutkan Buyback Saham Rp5 Triliun
• 8 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.