Jakarta, VIVA –Kementerian Sosial (Kemensos) dan Consortium of Indonesia Manning Agencie (CIMA) membahas rencana kerja sama untuk mewadahi lulusan Sekolah Rakyat. Kolaborasi ini bertujuan agar siswa-siswi yang telah menamatkan pendidikan jenjang SMA bisa memiliki vokasi pada industri maritim.
Hal itu terungkap saat Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menerima audiensi Ketua Umum CIMA, Capt Gatot Cahyo Sudewo di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Adapun CIMA merupakan organisasi nonprofit yang beranggotakan 98 perusahaan dan bergerak dalam sektor pengawakan kapal, baik pada lingkup nasional maupun internasional.
Agus Jabo menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto menggagas Sekolah Rakyat untuk memutus transmisi kemiskinan antargenerasi. Sehingga dibutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak untuk membantu lulusan Sekolah Rakyat mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup. Salah satunya, dia menyambut baik rencana kolaborasi dengan CIMA.
"Kita berharap nanti dengan CIMA ini ada satu kolaborasi yang bisa kemudian ikut mewadahi anak-anak ini untuk bisa menggraduasi dirinya (lepas dari kemiskinan)," kata Agus Jabo.
Agus Jabo menambahkan, Kemensos membutuhkan sebanyak mungkin mitra strategis untuk memastikan lulusan Sekolah Rakyat memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja sesuai minat dan kemampuan mereka.
Menurutnya, CIMA memiliki posisi strategis dalam mendukung rencana tersebut karena memiliki jejaring yang luas di industri pengawakan kapal, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Potensi ini diharapkan dapat membuka jalan bagi lulusan Sekolah Rakyat untuk memperoleh keterampilan dan kesempatan berkarier di sektor kemaritiman.
“Industri perkapalan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, CIMA punya pengaruh yang sangat kuat. Nah, kita berharap ke depan anak-anak kita yang lulus Sekolah Rakyat itu salah satunya nanti kita kerjasamakan dengan CIMA ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, Kemensos ingin memastikan setiap lulusan Sekolah Rakyat memiliki arah yang jelas setelah menyelesaikan pendidikan. Pemerintah tidak ingin anak-anak yang telah memperoleh kesempatan bersekolah justru kembali menghadapi kesulitan ekonomi karena tidak memiliki akses terhadap pekerjaan atau pendidikan lanjutan.





