jpnn.com, JAKARTA - Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) mengapresiasi capaian dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, mulai dari investasi, ketahanan pangan, hingga program pelayanan sosial.
Ketua Umum PB SEMMI Achmad Donny menilai sejumlah kebijakan pemerintah menunjukkan upaya memperkuat fondasi pembangunan nasional.
BACA JUGA: Polisi Perketat Penyekatan di Perbatasan Jabar saat Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran
Menurut dia, capaian tersebut perlu diikuti dengan pemerataan manfaat agar pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat.
"Investasi ini patut diapresiasi karena berpotensi membuka lapangan kerja dan memperkuat industri nasional. Namun, manfaatnya harus dirasakan secara merata,” kata Achmad Donny dalam keterangannya, Selasa (20/10).
BACA JUGA: Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Kritisi Kegagalan Penanganan Karhutla
Dia menyoroti realisasi investasi nasional yang mencapai Rp 3.923,2 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 5.485.944 orang hingga triwulan III 2026, berdasarkan data yang disampaikan dalam laporan pemerintah.
Di sektor pangan, produksi beras nasional pada 2025 tercatat mencapai 34,71 juta ton. Angka tersebut melampaui perkiraan kebutuhan konsumsi sebesar 31,19 juta ton.
BACA JUGA: Greenpeace Menyindir Prabowo-Gibran, Begini Respons Istana
Indonesia juga tidak mengimpor beras untuk konsumsi sepanjang 2025.
Achmad Donny menilai kondisi tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri.
Selain itu, PB SEMMI menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang ditujukan untuk memperluas akses pelayanan dasar masyarakat.
Dia mengingatkan agar pelaksanaan kedua program tersebut disertai pengawasan dan evaluasi berkala.
“Program sosial harus dijalankan secara transparan dan akuntabel agar manfaatnya benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Dari sisi ekonomi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,11 persen sepanjang 2025, naik dari 5,03 persen pada 2024.
Sementara itu, tingkat kemiskinan pada Maret 2025 tercatat sebesar 8,47 persen, turun dibandingkan September 2024 yang mencapai 8,57 persen.
Meski mengapresiasi sejumlah indikator tersebut, Achmad Donny menegaskan pemerintah tetap perlu memperhatikan daya beli masyarakat, ketersediaan lapangan kerja, dan stabilitas harga kebutuhan pokok.
Menurut dia, pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya dilihat dari angka statistik, tetapi juga harus tercermin dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan harus diukur dari dampaknya terhadap kehidupan rakyat, termasuk pemerataan kesempatan kerja dan penurunan kesenjangan sosial,” tuturnya.
Achmad Donny juga menegaskan mahasiswa memiliki peran penting dalam mengawal kebijakan pemerintah, baik melalui dukungan maupun kritik yang konstruktif.
PB SEMMI, kata dia, akan tetap menjadi mitra kritis dan strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.
“Kami mendukung kebijakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Pada saat yang sama, transparansi dan akuntabilitas harus terus diperkuat,” pungkasnya.(kkp/jpnn)
Redaktur : Friederich Batari
Reporter : Kenny Kurnia Putra




