Profil 8 Saham Konsumen Non-Primer dalam Daftar HSC, Siapa Pemilik di Baliknya?

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan delapan emiten sektor barang konsumen non-primer ke dalam daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC). Delapan emiten tersebut bergerak di berbagai bidang usaha, mulai dari perdagangan daring, distribusi sepeda, perhotelan, produk fotografi, media, garmen, hingga layanan kesehatan.

Masuknya emiten-emiten tersebut dalam daftar HSC menyoroti struktur kepemilikan saham yang terkonsentrasi pada sejumlah pemegang saham. Kondisi ini menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian di tengah upaya meningkatkan transparansi pasar modal Indonesia.

Delapan emiten tersebut adalah PT Global Digital Niaga Tbk (BELI), PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (BIKE), PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY), PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI), PT Intermedia Capital Tbk (MDIA), PT Golden Flower Tbk (POLU), PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS), dan Soho Global Health Tbk (SOHO).

Lantas, bagaimana profil bisnis, pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO), porsi saham publik (free float), serta komposisi pemegang saham masing-masing emiten? Berikut rinciannya.

Profil 8 Emiten non primer dalam daftar Saham HSC

1. BELI

PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) merupakan perusahaan ekosistem belanja dan gaya hidup omnichannel yang didirikan pada 2011. Perseroan mengintegrasikan layanan digital dan toko fisik untuk melayani konsumen ritel maupun institusi.

Pada 2017, BELI mengakuisisi tiket.com untuk memperluas layanan ke sektor perjalanan, akomodasi, dan pengalaman gaya hidup. Pada 2021, perusahaan juga mengakuisisi PT Supra Boga Lestari Tbk, pengelola supermarket Ranch Market dan Farmers Market, guna memperluas bisnis produk segar dan kebutuhan sehari-hari.

Berdasarkan data yang dihimpun, UBO BELI adalah Robert Budi Hartono dengan kepemilikan sebesar 76%. Sementara itu, porsi free float perseroan tercatat sebesar 23,81%.

Dari sisi pemegang saham, Global Investama Andalan memiliki 75,80% saham BELI. Berikutnya, Dwimuria Investama Andalan menggenggam 4,76%, Lingkar Mulia Indah sebesar 4,19%, Sumber Cipta Multiniaga sebesar 3,77%, dan Sapta Adhikari Investama sebesar 2,29%. Kelima pemegang saham tersebut secara keseluruhan menguasai 90,81% saham.

 2. BIKE

PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (BIKE) didirikan di Tangerang pada 2017 dan bergerak di bidang perdagangan besar sepeda. Perseroan merupakan pemegang merek Genio Bike sekaligus distributor sepeda United Bike dan Avand.

BIKE mendistribusikan lebih dari 100 tipe sepeda atau lebih dari 300 varian setiap tahun melalui jaringan 319 toko yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.

Tercatat Cahyadi sebagai UBO BIKE dengan kepemilikan sebesar 75%. Adapun porsi free float perseroan mencapai 17,30%.

Pemegang saham terbesar BIKE adalah Penajam Makmur Jaya dengan kepemilikan 74,90%. Selanjutnya, Sendi memiliki 5,89%, meningkat dari sebelumnya 5,87%. Pemegang saham lainnya meliputi Muhammad Sulthan Al Hakim sebesar 2,70%, Jora Nilam Judge sebesar 2,68%, dan Muhammad Syarief Hidayatullah sebesar 2,40%. Secara keseluruhan, lima pemegang saham tersebut menguasai 88,57% saham BIKE.

3. CLAY

PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY) menjalankan usaha pengembangan properti dengan fokus pada sektor akomodasi dan perhotelan. Dalam perkembangannya, perseroan juga mengembangkan bisnis makanan dan minuman, rumah sakit, serta properti.

Kontributor utama pendapatan perusahaan berasal dari jasa akomodasi perhotelan. Portofolionya antara lain The Stones Hotel Bali, yang dikelola Marriott International, serta Clay Hotel Jakarta, yang dikelola oleh entitas anak perseroan.

Oesman Sapta merupakan UBO CLAY. Porsi free float perseroan tercatat sebesar 18,60%. Pemegang saham terbesar CLAY adalah Citra Putra Mandiri dengan kepemilikan 77,77%. Berikutnya, Abi Hasni Tahir dan Dodi Suhartono Abdulkadir masing-masing memiliki 4,75%, disusul Ruki sebesar 4,55%.

Albert Philip tercatat memiliki 2,14%, Putri Selaras 1,99%, Biofuel Indo Sumatra 1,74%, dan Raja Sapta Ervian 1,64%. Total kepemilikan delapan pemegang saham tersebut mencapai 99,33%.

4. KONI

PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) bergerak di bidang penjualan dan distribusi produk fotografi. Perseroan beserta anak usahanya berdomisili di Jakarta, sementara jaringan toko ritel dan kantor perwakilannya tersebar di 14 wilayah geografis di Indonesia.

UBO KONI tercatat atas nama Lukman Kolim dengan kepemilikan sebesar 20,84%. Adapun free floatperseroan mencapai 19%.

Meski Lukman Kolim menjadi salah satu pemegang saham utama, kepemilikan terbesar tercatat atas nama Dasabina Adityasarana sebesar 31,26%.

Pemegang saham lainnya adalah L Roswita sebesar 6,52%, Sylvia Lukman 5%, Evelyn 5%, Sugianto Kolim 5%, Susanto Kolim 5%, Nirwana 4,92%, Megawaty Ratna 4,92%, dan Indolife Pensiontama 4%. Sementara itu, Dewi Shinta memiliki 2,36%, Rosanna Irawan 2,11%, dan Eve Irawan 2,08%.

5. MDIA

PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) didirikan pada 25 Februari 2008 dengan nama PT Magazine Asia. Nama perusahaan berubah menjadi PT Intermedia Capital pada Juli 2008 dan mulai beroperasi secara komersial pada 2009.

Berdasarkan kegiatan usaha yang tercantum dalam anggaran dasarnya, MDIA bergerak di bidang perdagangan dan jasa konsultasi manajemen bisnis. Perseroan juga merupakan induk usaha PT Cakrawala Andalas Televisi, pengelola stasiun televisi ANTV.

Tercatat Ahmad Rahadian Widarmana sebagai UBO MDIA dengan kepemilikan 0,0075%. Adapun free floatperseroan tercatat sebesar 12,04%.

Pemegang saham terbesar MDIA adalah Visi Media Asia dengan kepemilikan 80,73%. DMS Investama memiliki 6,72%, Topmerit Consulting 1,69%, dan Recapital Sekuritas Indonesia 1,12%. Mandala Raya Yuwana tercatat meningkatkan kepemilikannya dari 1,04% menjadi 1,05%, sementara Praja Persada Imperium memiliki 1,02%. Secara keseluruhan, enam pemegang saham tersebut menguasai 92,33% saham MDIA.

6. POLU

PT Golden Flower Tbk (POLU) didirikan pada 7 Maret 1989 dan bergerak sebagai produsen garmen serta pakaian jadi. Perusahaan beroperasi di kawasan berikat Ungaran, Kabupaten Semarang, dengan orientasi pasar ekspor.

Dalam kegiatan produksinya, POLU pernah memproduksi pakaian untuk sejumlah merek internasional, antara lain Calvin Klein, Tommy Hilfiger, DKNY, Ralph Lauren, Ann Taylor, J.Crew, dan Talbots.

Data yang dihimpun mencatat Nico Purnomo sebagai UBO POLU dengan kepemilikan sebesar 80%. Porsi free floatperseroan tercatat sebesar 11,45%.

Pemegang saham terbesar POLU adalah Profashion Apparel dengan kepemilikan 79,99%. Berikutnya, LGT Bank AG memiliki 8,55%, Graha Metta Arya 3,87%, dan Surya Masindo 3,67%. Keempat pemegang saham tersebut secara keseluruhan menguasai 96,08% saham POLU.

7. SOTS

PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) bergerak di bidang properti, khususnya perhotelan dan kawasan pariwisata. Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada 2013.

Kegiatan usahanya mencakup real estat yang dimiliki sendiri atau disewa, kawasan pariwisata, kawasan industri, serta penyediaan jasa real estat berdasarkan kontrak.

Herman Herry Adranacus tercatat sebagai UBO SOTS dengan kepemilikan 26%. Adapun porsi free float perseroan mencapai 20,18%. Herman juga tercatat sebagai pemegang saham dengan porsi terbesar, yakni 26%. Stevano Rizki Adranacus memiliki 24,80%, sedangkan Indjun Vonny Kristiani memiliki 14,19%.

Pemegang saham lainnya meliputi Pandita Inti Perkasa sebesar 9,90%, Perak Sedaya Grup 4,93%, Jon Fieris 4,88%, Kanawa Rizki Investama 4,83%, dan Mahapa Mitra Persada 3,81%. Total kepemilikan delapan pemegang saham tersebut mencapai 98,27%

8. SOHO

Soho Global Health Tbk (SOHO) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produk dan layanan kesehatan. Perseroan memiliki sejarah lebih dari 70 tahun di industri kesehatan, termasuk produk kesehatan alami dan herbal. 

Berdasarkan data kepemilikan yang diberikan, UOB Kay Hian Private tercatat meningkatkan kepemilikannya dari 0% menjadi 40,03%.

Medisia Investment Holdings tercatat memiliki 22,47% saham SOHO. Selanjutnya, Tiberias memiliki 10%, Fraburg 9,24%, dan Tan Giok Nio 9,01%. Pemegang saham lainnya adalah Prysselius dengan kepemilikan 4,92% dan Sunrise Company sebesar 4%. Total kepemilikan tujuh nama yang tercantum mencapai 99,67%.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polwan Polda Metro Sambut Peserta Aksi dengan Spanduk dan Dialog Humanis
• 4 jam laludetik.com
thumb
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik terhadap Prabowo-Gibran Capai 64,8 Persen
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BMKG Prediksi Hujan Lebat Masih Berpotensi Terjadi Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
RI-Portugal Teken MRA, Buka Peluang Kerja Awak Kapal Perikanan Indonesia
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Ada 26 Titik Demo Hari Ini, Polda Metro: Hanya Dua Elemen Layangkan Surat Pemberitahuan 
• 10 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.