jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) dan Consortium of Indonesia Manning Agencie (CIMA) membahas rencana kerja sama untuk mewadahi lulusan Sekolah Rakyat.
Kolaborasi itu bertujuan agar siswa-siswi yang telah menamatkan pendidikan jenjang SMA bisa memiliki vokasi pada industri maritim.
BACA JUGA: Kemensos Kirim Bantuan untuk Ratusan Korban Kebakaran di Dusun Serdang Bangka Selatan
Hal itu terungkap saat Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menerima audiensi Ketua Umum CIMA, Capt Gatot Cahyo Sudewo di Kantor Kemensos, Jakarta, Selasa (20/10).
CIMA adalah organisasi nonprofit yang beranggotakan 98 perusahaan dan bergerak dalam sektor pengawakan kapal, baik pada lingkup nasional maupun internasional.
BACA JUGA: Wamensos Agus Jabo Minta Sentra Optimalkan Layanan dan Dukung Penuh Sekolah Rakyat
Agus Jabo menjelaskan Presiden Prabowo Subianto menggagas Sekolah Rakyat untuk memutus transmisi kemiskinan antargenerasi.
Sehingga dibutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak untuk membantu lulusan Sekolah Rakyat mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan taraf hidup.
BACA JUGA: Wamensos Agus Jabo Cek Operasional 2 Kopdes Merah Putih di Magelang, Begini Pesannya
Salah satunya, dia menyambut baik rencana kolaborasi dengan CIMA.
"Kami berharap nanti dengan CIMA ini ada satu kolaborasi yang bisa kemudian ikut mewadahi anak-anak ini untuk bisa menggraduasi dirinya (lepas dari kemiskinan)," kata Agus Jabo.
Dia menambahkan Kemensos membutuhkan sebanyak mungkin mitra strategis untuk memastikan lulusan Sekolah Rakyat memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja sesuai minat dan kemampuan mereka.
Menurutnya, CIMA memiliki posisi strategis dalam mendukung rencana tersebut karena memiliki jejaring yang luas di industri pengawakan kapal, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Potensi ini diharapkan dapat membuka jalan bagi lulusan Sekolah Rakyat untuk memperoleh keterampilan dan kesempatan berkarier di sektor kemaritiman.
“Industri perkapalan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, CIMA punya pengaruh yang sangat kuat. Nah, kami berharap ke depan anak-anak kita yang lulus Sekolah Rakyat itu salah satunya nanti kita kerjasamakan dengan CIMA ini,” ujarnya.
Dia menegaskan, Kemensos ingin memastikan setiap lulusan Sekolah Rakyat memiliki arah yang jelas setelah menyelesaikan pendidikan.
Pemerintah tidak ingin anak-anak yang telah memperoleh kesempatan bersekolah justru kembali menghadapi kesulitan ekonomi karena tidak memiliki akses terhadap pekerjaan atau pendidikan lanjutan.
"Kita akan bekerja sama dengan berbagai macam pihak supaya anak-anak bisa hilirisasinya jelas. Jangan sampai setelah lulus dari sekolah mereka jatuh miskin lagi karena tidak kerja,” tegas Agus Jabo.
Dalam rencana kolaborasi tersebut, Agus Jabo berharap CIMA dapat membantu menyiapkan jalur terkait penyaluran lulusan Sekolah Rakyat ke sektor kemaritiman.
Apalagi dia mengungkapkan, tidak sedikit murid Sekolah Rakyat yang memiliki cita-cita menjadi pelaut.
Selain itu, lanjut Agus Jabo, Kemensos juga siap mendukung pemenuhan persyaratan yang dibutuhkan agar para lulusan Sekolah Rakyat dapat mengikuti proses pendidikan vokasi atau pelatihan sesuai kebutuhan industri.
“Prinsipnya, syarat-syarat yang dibutuhkan untuk menjadi tenaga kerja di sektor kemaritiman sudah kita siapkan. Yang penting CIMA bantu salurkan,” ujarnya.
Dia menekankan, upaya menyiapkan masa depan lulusan Sekolah Rakyat tidak dapat dilakukan Kemensos sendiri.
Kolaborasi lintas sektor diperlukan agar proses pendidikan yang telah ditempuh para siswa berlanjut pada kesempatan nyata untuk mandiri secara ekonomi.
“Kami butuh mitra sebanyak-banyaknya. Ini anak-anak kita yang harus kita urus. Kita butuh mitra untuk menyalurkan anak-anak ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum CIMA, Capt Gatot Cahyo Sudewo mengungkapkan, pihaknya kini tersebar di Bali, Batam, Sulawesi, Jawa, termasuk Jakarta.
Dia menyebut, CIMA berkomitmen untuk mendukung kesiapan lulusan Sekolah Rakyat menjadi sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas pada industri maritim.
"Kemungkinan nanti kalau kita lihat posibility apa yang bisa kita kembangkan untuk anak-anak kita ini untuk bisa masuk ke industri maritim. Memang yang terutama memang ketertarikan mereka ya, karena enggak semuanya tertarik di bidang maritim," jelas Gatot.
Rencana kolaborasi ini pun akan dibahas lebih lanjut oleh kedua belah pihak.
Khususnya terkait teknis pelaksanaannya. Turut hadir dalam pertemuan ini, Wakil Ketua CIMA R Adhimaskin Kusumawardani beserta Tenaga Ahli CIMA Halim Nur Rizal, dan Direktur PSKBSNA Kemensos Adrianus Alla. (jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Wamensos Agus Jabo Ajak Mahasiswa Turun Tangan Bantu Penanganan Bencana
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, JPNN.com




