PSI Tanggapi Jokowi soal Operasi Politik dan Penumpang Gelap dalam Polemik Ijazah Gibran

kompas.tv
6 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi. Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi (kanan) dan putranya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (Sumber: KompasTV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI) Faldo Maldini menanggapi pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) soal polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

Jokowi menyebut ada operasi politik dan penumpang gelap di balik polemik ijazah putranya tersebut. 

"Memang Pak Jokowi adalah orang yang sangat berpengalaman dalam politik dan beliau itu jarang banget bicara sembarangan," ujar Faldo dalam dialog Kompas Petang KompasTV, Selasa (20/10/2026).

Dia kemudian mengatakan dirinya membersamai Jokowi di era pemerintahan sebelumnya dan saat itu tidak pernah merespons isu ijazah. 

"Artinya apa? Waktu itu isu ini itu enggak ada, bahkan bisa kita bilang enggak penting. Ini adalah isu yang dibesarkan belakangan," ucapnya. 

Baca Juga: Khozinudin Bantah Sedang Rusak Reputasi Jokowi-Gibran: Mereka Ter-Downgrade karena Bermasalah

Politisi PSI itu mengatakan isu ijazah yang dibesarkan bertujuan menurunkan kredibilitas Jokowi dan keluarganya. 

Oleh karena itu, Faldo menyebut polemik ijazah Gibran adalah isu lama dengan tujuan baru. 

"Ini memang isu yang belakangan dibesarkan dan kami kira Pak Jokowi menyampaikan (pernyataan) itu berdasarkan pengalaman beliau selama menjadi politisi yang cukup panjang," tuturnya. 

Mengenai pihak yang berada di belakang "operasi politik" di balik polemik ijazah Gibran, Faldo menyatakan tidak akan menyebutkan nama tertentu.

Namun, ia mengaku yakin publik bisa melihat siapa saja pihak yang terus membuat isu ijazah Gibran jadi ramai. 

"Tentunya kita sama-sama bisa cukup cerdas. Masyarakat yang menonton hari ini tahulah siapa-siapa aja orang-orangnya," ucapnya. 

Baca Juga: Alasan Khozinudin Minta Bareskrim Periksa Jokowi dan Gibran Terkait Suket Penyetaraan Pendidikan

Jokowi Sebut Ada Penumpang Gelap

Jokowi menyebut ada operasi politik serta pihak-pihak yang disebutnya sebagai "penumpang gelap" yang menunggangi polemik ijazah Gibran hingga menjadi ramai di ruang publik.

"Sudah saya sampaikan sejak awal, ini ada operasi politik, kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi. Jadi menjadi ramai sekali. Tapi, ya, buat saya biasa aja," ucapnya di Solo, Jumat (16/10/2026). 

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan operasi politik di balik polemik ijazah putra pertamanya itu bertujuan untuk menurunkan reputasi politik, baik Gibran maupun dirinya sendiri. 

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV

Tag
  • psi
  • faldo maldini
  • ijazah gibran
  • gibran
  • jokowi
  • Gibran Rakabuming Raka
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mahkamah Agung RI Jadi Co-Chair Forum Hakim ASEAN, Bahas Keadilan Lingkungan dan Iklim | MA NEWS
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Harga LNG Asia Tembus USD 30,4 per MMBTU, Tertinggi Sejak 2022
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Greenpeace Berani Bentangkan Spanduk Panjang di Bundaran HI, Protes Krisis Iklim dan Biaya Hidup
• 16 jam laludisway.id
thumb
Polda Banten: KMP Batumandi muat 420 penumpang dan 89 unit kendaraan
• 13 menit laluantaranews.com
thumb
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Ketum Logis 08 Beberkan Capaian Program Strategis
• 12 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.